TRENGGALEK NJENGGELEK - Perjalanan touring menggunakan motor listrik kini makin menarik perhatian publik.
Salah satunya terlihat dalam perjalanan rombongan pengguna motor listrik menggunakan Polytron Fox S menuju kawasan Dieng, Jawa Tengah.
Touring ini bukan sekadar perjalanan biasa, tetapi juga menjadi ajang pembuktian kemampuan motor listrik menghadapi jalur ekstrem pegunungan.
Dalam perjalanan tersebut, rombongan menempuh rute Boyolali-Selo-Borobudur-Wonosobo hingga akhirnya tiba di Dieng.
Motor yang digunakan adalah Polytron Fox S dengan tambahan extender baterai 50 Ah sehingga total kapasitas mencapai 100 Ah.
Perjalanan dimulai dari kawasan Boyolali menuju jalur Selo yang terkenal memiliki tanjakan curam dan tikungan ekstrem.
Di sepanjang perjalanan, rombongan disuguhi panorama Gunung Merbabu dan Merapi yang tertutup kabut tebal.
Kondisi cuaca menjadi tantangan tersendiri. Kabut pekat membuat jarak pandang hanya sekitar 20 meter.
Bahkan jalanan menjadi basah bukan karena hujan, melainkan embun kabut yang terus menempel di aspal.
Tanjakan Dieng Jadi Ujian Motor Listrik
Pengguna Polytron Fox S menjelaskan bahwa motor listrik tetap mampu melibas tanjakan curam selama pengendara memahami pengaturan mode berkendara.
Dalam kondisi menanjak tajam, mode D justru dianggap lebih aman dibanding mode S.
“Kalau Fox S itu settingannya di sekitar 50 ampere. Jadi lebih stabil buat tanjakan panjang,” ujar pengendara dalam video touring tersebut.
Sepanjang jalur menuju Wonosobo hingga Dieng, konsumsi baterai memang meningkat drastis. Jalur menanjak membuat daya terkuras lebih cepat dibanding perjalanan datar.
Meski demikian, rombongan tetap optimistis karena tersedia sejumlah titik charging di PLN Borobudur, PLN Wonosobo, hingga SPLU di kawasan Dieng.
Keberadaan fasilitas charging ini menjadi bukti bahwa infrastruktur kendaraan listrik mulai berkembang di daerah wisata pegunungan.
Fitur Anti Mundur Polytron Fox S Jadi Sorotan
Salah satu momen paling menarik terjadi saat rombongan berhenti di tanjakan ekstrem Dieng.
Pengendara kemudian membuktikan fitur yang disebut mampu mencegah motor mundur saat berhenti di tanjakan.
Dalam simulasi tersebut, pengendara menjelaskan bahwa motor bisa mundur apabila rem dilepas sebelum gas dibuka. Namun ketika gas mulai ditekan terlebih dahulu baru rem dilepas, motor tetap stabil dan langsung melaju.
Fitur ini langsung menjadi sorotan karena banyak pengguna motor listrik penasaran dengan kemampuan kendaraan saat menghadapi tanjakan ekstrem.
Selain itu, rombongan juga sempat memeriksa suhu BLDC motor setelah dipaksa melewati jalur berat. Hasilnya, suhu dinilai masih aman karena penggunaan arus dibatasi di angka 50 ampere.
Touring Motor Listrik Semakin Diminati
Perjalanan menuju Dieng juga memperlihatkan semakin besarnya komunitas motor listrik di Indonesia.
Sejumlah peserta touring bahkan menggunakan motor konversi dengan controller dan setting berbeda-beda.
Namun perjalanan tidak sepenuhnya mulus. Salah satu motor konversi mengalami gangguan MCB akibat tanjakan ekstrem sehingga harus diperbaiki di tengah perjalanan.
Meski begitu, semangat rombongan tidak surut. Mereka tetap melanjutkan perjalanan sambil menikmati pemandangan khas pegunungan Dieng yang dipenuhi kabut dan udara dingin.
Rombongan akhirnya tiba di penginapan kawasan Dieng setelah menempuh perjalanan lebih dari 123 kilometer.
Touring ini menjadi gambaran bahwa motor listrik seperti Polytron Fox S kini mulai mampu digunakan untuk perjalanan jauh, bahkan di jalur ekstrem sekalipun. Dengan manajemen baterai yang tepat serta dukungan infrastruktur charging, kendaraan listrik perlahan mulai menunjukkan potensinya sebagai alat transportasi harian maupun touring jarak jauh.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan