Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Touring Ekstrem Polytron Fox S ke Dieng, Tanjakan Curam hingga Kabut Tebal Jadi Ujian Motor Listrik 100 Ah

Muhamad Ahsanul Wildan • Jumat, 15 Mei 2026 | 20:12 WIB
Touring Polytron Fox S ke Dieng diuji tanjakan ekstrem, kabut tebal, dan jalur curam. (Ilustrasi Gemini AI)
Touring Polytron Fox S ke Dieng diuji tanjakan ekstrem, kabut tebal, dan jalur curam. (Ilustrasi Gemini AI)

TRENGGALEK NJENGGELEK - Perjalanan touring menggunakan motor listrik kini bukan lagi sekadar wacana.

Sejumlah pengguna motor listrik membuktikan kemampuan kendaraan mereka menaklukkan jalur ekstrem pegunungan saat melakukan touring menuju Dieng menggunakan Polytron Fox S dengan total baterai 100 Ah.

Perjalanan dimulai dari Boyolali menuju Dieng melalui jalur Selo yang terkenal memiliki tanjakan curam dan cuaca ekstrem.

Dalam video perjalanan tersebut, rider menjelaskan bahwa mereka membawa dua baterai 50 Ah, satu baterai utama dan satu extender, sehingga total kapasitas mencapai 100 Ah.

Touring Polytron Fox S ke Dieng ini menarik perhatian karena jalur yang ditempuh bukan medan ringan.

Selain tanjakan panjang, peserta juga harus menghadapi kabut tebal, jalan licin, hingga tikungan tajam khas pegunungan.

“Ini posisi tanjakannya sangat ekstrem,” ujar salah satu rider saat menguji fitur pengereman Polytron Fox S di jalur menanjak.

Baca Juga: Gak Perlu Mahal! Ini 7 Rekomendasi HP 1 Jutaan NFC dan Speaker Stereo Terbaik 2026, Cocok Buat Transaksi Digital dan Nonton Film!

Jalur Selo hingga Wonosobo Dipenuhi Kabut Tebal

Perjalanan menuju Selo berlangsung dramatis. Kabut tebal menyelimuti jalan pegunungan hingga jarak pandang hanya sekitar 20 meter.

Kondisi ini membuat rider harus ekstra hati-hati, terutama saat melintasi jalur Telogolele dan Jembatan Apu Sabodam.

Rider mengaku lampu bawaan Polytron Fox S terasa kurang maksimal saat menghadapi kabut pekat, bahkan di siang hari.

Karena itu, beberapa peserta touring menyarankan penggunaan lampu tambahan untuk perjalanan malam di daerah pegunungan.

Meski demikian, pemandangan Gunung Merbabu dan Merapi menjadi hiburan tersendiri sepanjang perjalanan. Kabut tipis yang menyelimuti pegunungan membuat suasana touring terasa semakin dramatis.

Menariknya, saat melewati jalur turunan dari Selo menuju Magelang, indikator baterai justru bertambah sekitar 3 persen berkat regenerative braking atau regen.

PLN Jadi Andalan Tempat Charging Motor Listrik

Rombongan touring kemudian singgah di PLN Borobudur untuk melakukan pengisian daya.

Lokasi tersebut disebut memiliki banyak titik charging yang ramah untuk pengguna motor listrik.

Di PLN Borobudur, para rider motor listrik dari berbagai komunitas berkumpul sebelum melanjutkan perjalanan menuju Wonosobo dan Dieng.

Setelah charging selesai, perjalanan berlanjut ke Wonosobo dengan jalur berkelok dan banyak kendaraan besar. Rider menekankan pentingnya skill berkendara saat menggunakan motor listrik di jalan pegunungan.

Dalam touring tersebut, mode berkendara Polytron Fox S juga menjadi sorotan. Rider menjelaskan bahwa mode D justru lebih aman digunakan saat tanjakan ekstrem dibanding mode S.

Pasalnya, mode D membatasi arus sekitar 50 ampere sehingga motor lebih stabil dan tidak terlalu memforsir baterai maupun controller.

Tanjakan Dieng Jadi Ujian Berat Polytron Fox S

Memasuki kawasan Dieng, kondisi jalan semakin ekstrem. Tanjakan panjang dan curam membuat konsumsi baterai meningkat drastis.

Dalam salah satu momen, motor hanya mampu melaju sekitar 27 km/jam meski arus sudah menyentuh 50 ampere.

Beberapa motor konversi bahkan mengalami kendala teknis akibat medan berat.

Ada motor yang mengalami MCB trip karena suhu dan beban tanjakan terlalu tinggi. Beberapa peserta juga sempat berhenti untuk melakukan remap controller agar motor kembali optimal.

Meski begitu, Polytron Fox S tetap mampu melanjutkan perjalanan tanpa kendala berarti. Rider bahkan sempat memeriksa suhu BLDC dan memastikan motor tetap aman digunakan di jalur ekstrem.

Fitur Anti Mundur Polytron Fox S Jadi Sorotan

Salah satu bagian paling menarik dalam touring ini adalah pembuktian fitur anti mundur pada Polytron Fox S saat berhenti di tanjakan curam.

Rider menjelaskan bahwa banyak orang salah memahami karakter motor listrik saat berhenti di tanjakan.

Menurutnya, motor bisa terlihat mundur jika rem dilepas sebelum throttle dibuka.

Namun saat throttle dibuka terlebih dahulu baru rem dilepas, motor dapat langsung melaju tanpa mundur.

Pengujian itu dilakukan langsung di tanjakan curam kawasan Dieng dan berhasil dilewati dengan mulus.

Setelah perjalanan panjang dan penuh tantangan, rombongan akhirnya tiba di homestay kawasan Dieng dengan selamat. Touring tersebut sekaligus membuktikan bahwa motor listrik seperti Polytron Fox S mampu digunakan untuk perjalanan jauh dan medan berat, asalkan persiapan baterai serta teknik berkendara diperhatikan dengan baik.

Baca Juga: Gak Perlu Mahal! Ini 7 Rekomendasi HP 1 Jutaan NFC dan Speaker Stereo Terbaik 2026, Cocok Buat Transaksi Digital dan Nonton Film!

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
#touring motor listrik #touring ekstrem motor listrik #dieng #Polytron fox s #motor listrik indonesia