Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Review Polytron Fox 350: Motor Listrik Rp15 Jutaan dengan Jarak Tempuh 140 Km, Benarkah Lebih Baik dari Fox Air?

Dyah Wulandari • Jumat, 15 Mei 2026 | 19:50 WIB
Review Polytron Fox 350 ungkap kelebihan, kekurangan, konsumsi baterai, hingga jarak tempuh motor listrik terbaru.
(screenshot youtube)
Review Polytron Fox 350 ungkap kelebihan, kekurangan, konsumsi baterai, hingga jarak tempuh motor listrik terbaru.
(screenshot youtube)

JAKARTA - Pasar motor listrik di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan kendaraan harian yang lebih hemat biaya operasional. Di tengah kondisi ekonomi dan harga bahan bakar yang terus menjadi perhatian masyarakat, kehadiran Polytron Fox 350 mulai menarik perhatian sebagai alternatif motor harian untuk pekerja dan pelaku usaha.

Motor listrik terbaru dari Polytron ini disebut sebagai penerus dari Fox Air yang sebelumnya cukup laris di pasar Indonesia. Bahkan sejak peluncuran Polytron Fox 350, model Fox Air sudah tidak lagi dijual. Pertanyaannya, apakah Fox 350 benar-benar lebih baik?

Dari sisi desain dan ergonomi, Polytron Fox 350 membawa perubahan yang cukup terasa dibanding pendahulunya. Salah satu pembaruan paling signifikan ada pada posisi deck kaki yang kini dibuat lebih rendah di bagian kanan dan kiri. Perubahan ini membuat posisi duduk pengendara menjadi lebih rileks dan tidak lagi terasa “jongkok” seperti yang banyak dikeluhkan pengguna Fox Air.

Baca Juga: Infinix Note 60 Pro Pecah Rekor Harga, Debut Snapdragon Pertama di Seri Note Malah Bikin Publik Kaget

Bagi pengendara dengan tinggi badan sekitar 170 cm ke atas, posisi berkendara motor listrik ini terasa lebih nyaman untuk penggunaan harian di area perkotaan. Joknya juga cukup empuk untuk perjalanan pendek. Namun untuk perjalanan jauh, jok dinilai masih kurang menopang bagian pinggang sehingga berpotensi membuat tubuh cepat pegal.

Handling Lebih Nyaman, Tapi Suspensi Masih Keras

Dalam pengujian di jalan raya perkotaan, Polytron Fox 350 masih terasa lincah saat digunakan di tengah kemacetan. Motor ini cukup mudah dikendalikan untuk selap-selip di antara kendaraan lain.

Baca Juga: Chevrolet Spin Diesel LT 2013 Dijual Rp75 Juta, Body Original dan Mesin Halus Jadi Buruan Pencari Mobil Keluarga

Handling motor juga terasa meningkat karena posisi deck lebih lebar dan stang dibuat lebih panjang. Kombinasi ini membuat posisi tangan dan kaki lebih santai saat berkendara.

Meski begitu, sektor suspensi masih menjadi catatan penting. Jika dibandingkan dengan skutik premium bermesin bensin seperti Yamaha NMAX atau Honda PCX, suspensi Polytron Fox 350 masih terasa lebih keras. Saat melewati polisi tidur atau jalan bergelombang, hentakan cukup terasa hingga ke badan pengendara maupun penumpang.

Sistem pengereman depan dan belakang sudah menggunakan cakram. Namun karakter rem disebut belum konsisten karena kadang membutuhkan tarikan tuas lebih dalam agar terasa pakem.

Baca Juga: Infinix Note 60 5G Bocor Sebelum Rilis, HP Rp4 Jutaan Ini Bikin Redmi Note 15 Pro Ketar-ketir karena Wireless Charging dan Frame Metal

Performa Lebih Kencang dari Fox Air

Soal performa, Polytron Fox 350 mengalami peningkatan dibandingkan Fox Air. Motor ini memiliki dua mode berkendara, yakni mode D dan mode S.

Mode D menawarkan akselerasi yang lebih halus dan cocok digunakan untuk mobilitas perkotaan dengan kecepatan maksimal sekitar 60 km/jam. Sementara mode S atau sport memberikan tenaga lebih responsif dengan top speed hingga 90 km/jam.

Baca Juga: Chevrolet Spin Diesel 2013 Dijual Rp89 Jutaan, MPV Tiga Baris Irit dan Interior Lega Jadi Buruan

Namun penggunaan mode sport tentu membuat konsumsi daya menjadi lebih boros. Untuk penggunaan harian di dalam kota, mode D dinilai sudah cukup efisien dan nyaman.

Konsumsi Daya Bisa Tembus 140 Kilometer

Salah satu daya tarik utama Polytron Fox 350 ada pada efisiensi baterainya. Berdasarkan hasil pengujian, konsumsi daya paling hemat tercatat di angka 25 Wh per km dengan penggunaan dominan mode D serta memanfaatkan fitur regenerative braking.

Baca Juga: Vivo Y300 Pro Dibanderol Rp4,5 Jutaan, Baterai Tahan 2 Hari dan Kamera 50 MP Jadi Daya Tarik Utama

Dengan kapasitas baterai 3,7 kWh, motor listrik ini bahkan mampu menempuh jarak hingga 140 kilometer dalam kondisi tertentu. Angka tersebut melampaui klaim resmi jarak tempuh dari Polytron yang berada di angka 130 kilometer.

Sementara untuk penggunaan paling boros dengan kombinasi mode D dan S di area perkotaan, konsumsi daya tercatat sekitar 33,8 Wh per km.

Fitur Modern Jadi Nilai Tambah

Polytron Fox 350 juga dibekali beberapa fitur modern yang cukup membantu penggunaan harian. Salah satunya cruise control yang memungkinkan pengendara mempertahankan kecepatan tanpa perlu terus memutar gas.

Baca Juga: Vivo Y300 Pro 5G Resmi Meluncur, Bodi Super Tipis Dibekali Baterai 6.500 mAh dan Layar AMOLED 120 Hz

Selain itu ada hill start assist yang membantu saat berhenti di tanjakan karena motor akan menahan rem otomatis beberapa saat. Fitur regenerative braking juga tersedia untuk membantu mengisi ulang baterai saat deselerasi.

Namun sistem regenerative braking pada motor ini belum memiliki pengaturan level dan tidak tersedia indikator khusus di panel speedometer.

Untuk kepraktisan, bagasi motor cukup luas karena mampu menyimpan helm half face dan jas hujan sekaligus. Area deck yang lebih lebar juga membuat motor ini cukup nyaman dipakai membawa barang belanjaan atau galon air.

Baca Juga: Vivo Y300 Pro 5G Resmi Meluncur, Bodi Super Tipis Dibekali Baterai 6.500 mAh dan Layar AMOLED 120 Hz

Meski begitu, laci depan masih terasa kurang maksimal karena tidak cukup besar untuk menyimpan botol minum atau tumbler.

Dengan berbagai pembaruan tersebut, Polytron Fox 350 mulai menunjukkan diri sebagai motor listrik yang lebih matang dibanding Fox Air. Tinggal apakah konsumen Indonesia sudah benar-benar siap beralih dari motor bensin ke motor listrik.

 

 

Editor : Dyah Wulandari
#fox air #polytron fox 350 #review Polytron Fox 350 #motor listrik polytron #motor listrik indonesia