JAKARTA - Motor listrik semakin banyak dilirik masyarakat Indonesia sebagai kendaraan harian yang hemat biaya operasional. Salah satu yang cukup ramai dibicarakan adalah Polytron Fox 350, motor listrik bergaya skutik yang dijual mulai Rp15 jutaan dengan skema subscription baterai.
Seorang pengguna membagikan pengalaman setelah memakai Polytron Fox 350 selama kurang lebih dua bulan. Pengalaman ini menarik karena mengulas langsung kelebihan dan kekurangan motor listrik tersebut untuk penggunaan harian.
Motor ini dibeli dari dealer Polytron di Bekasi dengan masa inden sekitar dua pekan. Awalnya pengguna menginginkan warna abu-abu, namun akhirnya memilih warna putih karena unit lebih cepat tersedia.
Dalam pemakaian dua bulan, odometer motor sudah menembus sekitar 965 kilometer. Pengguna mengaku tertarik membeli Polytron Fox 350 setelah melihat sejumlah review yang membandingkan motor ini dengan merek motor listrik lain.
Posisi Berkendara Jadi Alasan Utama
Salah satu alasan utama memilih Polytron Fox 350 adalah desain deck kaki yang lebih rendah dibanding generasi sebelumnya, yakni Fox Air.
Pada model lama, posisi deck dianggap terlalu tinggi sehingga pengendara seperti duduk di sofa. Di Fox 350, posisi kaki terasa lebih natural dan nyaman untuk pengendara bertubuh besar.
Pengguna dengan tinggi sekitar 170 cm dan bobot 100 kilogram mengaku posisi berkendara motor ini terasa nyaman. Posisi stang juga dinilai pas karena tidak terlalu dekat maupun terlalu jauh dari badan.
Bahkan secara kenyamanan, posisi berkendara Polytron Fox 350 disebut lebih enak dibanding Yamaha Lexi yang sebelumnya digunakan sehari-hari.
Baca Juga: Perbandingan Infinix Note 60 vs Infinix Note 60 Pro, Selisih Rp1,5 Juta Ternyata Cuma Dapat Ini?
Performa Responsif dan Praktis
Polytron Fox 350 dibekali dua mode berkendara, yakni mode D dan mode S. Pada mode D, motor dibatasi hingga sekitar 60 km/jam sehingga cocok untuk penggunaan santai di perkotaan.
Sedangkan mode S memberikan respons gas jauh lebih agresif dan instan. Akselerasinya disebut mirip motor bensin 150 cc sehingga cukup menyenangkan dipakai di jalanan kota.
Fitur lain yang dianggap praktis adalah cruise control, gigi mundur, serta sistem keyless. Motor juga bisa dihidupkan menggunakan aplikasi smartphone melalui koneksi Bluetooth.
Dari sisi jarak tempuh, pengguna menyebut baterai motor mampu mencapai sekitar 100 hingga 120 kilometer tergantung gaya berkendara. Angka itu dinilai cukup untuk kebutuhan harian seperti antar jemput anak atau aktivitas perkotaan.
Keluhan pada Rem dan Sistem Keyless
Meski cukup puas dengan performanya, pengguna menemukan beberapa kekurangan yang mulai terasa setelah pemakaian dua bulan.
Baca Juga: Perbandingan Infinix Note 60 vs Infinix Note 60 Pro, Selisih Rp1,5 Juta Ternyata Cuma Dapat Ini?
Salah satu yang paling disorot adalah minyak rem depan dan belakang yang cepat berkurang. Padahal motor masih tergolong baru dan belum menempuh jarak jauh.
Selain itu, rem belakang juga mulai mengeluarkan bunyi meski motor baru digunakan kurang dari 1.000 kilometer.
Pengguna menduga hal ini berkaitan dengan karakter motor listrik yang minim engine brake sehingga rem lebih sering bekerja dibanding motor bensin.
Baca Juga: Perbandingan Infinix Note 60 vs Infinix Note 60 Pro, Selisih Rp1,5 Juta Ternyata Cuma Dapat Ini?
Keluhan lain datang dari sistem keyless. Remote disebut harus berada sangat dekat dengan motor agar tetap terdeteksi.
Bahkan saat remote berada di kantong celana ketika berkendara, motor kadang mengeluarkan bunyi peringatan karena dianggap kehilangan koneksi dengan kunci.
“Jadi harus benar-benar dekat banget sama motornya,” ujar pengguna dalam pengalamannya.
Windscreen dan Baut Jadi Catatan
Beberapa bagian fisik motor juga mendapat kritik. Windscreen depan disebut cukup sering berbunyi dan pernah copot di beberapa unit.
Selain itu, ada baut-baut yang dinilai kurang kencang sejak awal pembelian.
Namun di luar kekurangan tersebut, pengguna tetap menganggap Polytron Fox 350 sangat layak dibeli untuk penggunaan harian, terutama melihat harga jualnya yang cukup murah di kelas motor listrik.
Lebih Irit untuk Pemakaian Harian
Pengguna memilih skema subscription baterai dengan biaya Rp200 ribu per bulan. Menurutnya, biaya tersebut kurang lebih setara dengan pengeluaran bensin motor konvensional yang sebelumnya dipakai.
Bedanya, motor listrik tidak membutuhkan servis rutin seperti ganti oli sehingga biaya perawatan menjadi lebih ringan.
Pengguna juga menilai Polytron punya keunggulan dari sisi aftersales karena sudah banyak dipakai perusahaan dan kendaraan operasional harian.
Hal itu membuat kepercayaan terhadap durabilitas dan kemudahan servis menjadi lebih tinggi dibanding beberapa merek motor listrik pendatang baru.
Dengan harga Rp15 jutaan, fitur modern, serta jarak tempuh yang cukup jauh, Polytron Fox 350 dianggap menjadi salah satu motor listrik paling worth it untuk penggunaan harian di Indonesia saat ini.
Editor : Dyah Wulandari