TRENGGALEK NJENGGELEK - Persaingan motor listrik di Indonesia semakin panas.
Salah satu yang paling mencuri perhatian saat ini adalah Polytron Fox 350, motor listrik terbaru yang resmi menggantikan Fox Air.
Kehadiran motor ini langsung memancing rasa penasaran publik karena membawa banyak revisi dari generasi sebelumnya.
Polytron Fox 350 hadir dengan desain lebih modern, posisi duduk lebih nyaman, dan fitur yang lebih lengkap.
Namun di balik berbagai peningkatan tersebut, motor listrik ini ternyata masih menyimpan sejumlah kekurangan yang cukup terasa saat dipakai harian.
Dalam pengujian di area perkotaan, Polytron Fox 350 menunjukkan karakter yang cocok untuk mobilitas sehari-hari.
Motor ini terasa lebih ergonomis dibanding Fox Air berkat perubahan pada area deck kaki yang kini lebih rendah dan lebih luas.
Perubahan sederhana tersebut justru menjadi poin penting karena banyak pengguna Fox Air sebelumnya mengeluhkan posisi duduk terlalu jongkok.
Kini, posisi kaki terasa lebih natural sehingga pengendara dengan postur tinggi lebih nyaman saat berkendara.
Cocok untuk Dalam Kota
Saat digunakan di jalan perkotaan, handling motor listrik ini terasa cukup lincah.
Meski ukuran deck dan stang lebih lebar, motor tetap mudah dikendalikan ketika menghadapi lalu lintas padat.
Joknya juga terasa empuk untuk perjalanan singkat. Namun ketika dipakai lebih lama, bagian jok dinilai kurang menopang tubuh sehingga berpotensi membuat pinggang cepat pegal.
Bagi penumpang belakang, posisi pegangan tangan juga menjadi sorotan. Letak behel di bawah jok dianggap kurang ergonomis karena membuat penumpang merasa kurang aman saat berkendara.
Performa Lebih Buas dari Fox Air
Salah satu peningkatan paling terasa dari Polytron Fox 350 ada pada performanya. Motor ini memiliki dua mode berkendara, yakni mode D dan mode S.
Mode D dirancang untuk penggunaan santai dan hemat baterai. Pada mode ini, akselerasi terasa halus dengan kecepatan maksimal sekitar 60 km/jam.
Sementara bagi pengguna yang ingin tenaga lebih responsif, tersedia mode S yang memungkinkan motor melaju hingga 90 km/jam. Mode ini memberikan sensasi berkendara lebih agresif, meski konsumsi daya baterai tentu menjadi lebih boros.
Suspensi Keras dan Rem Kurang Konsisten
Meski performanya meningkat, Polytron Fox 350 ternyata masih memiliki kelemahan di sektor kenyamanan. Suspensi motor terasa cukup keras ketika melewati polisi tidur maupun jalan bergelombang.
Getaran dari suspensi bahkan terasa langsung ke badan pengendara dan penumpang. Jika dibandingkan dengan motor skutik premium seperti NMAX atau PCX, kenyamanan suspensinya masih tertinggal.
Sistem pengereman juga menjadi catatan tersendiri. Walau sudah menggunakan rem cakram depan dan belakang, respons rem disebut kurang konsisten. Dalam beberapa kondisi, tuas rem perlu ditarik lebih dalam agar pengereman terasa maksimal.
Fitur Modern Jadi Andalan
Di balik kekurangannya, Polytron Fox 350 tetap menawarkan fitur yang cukup menarik di kelas harga Rp15 jutaan. Tiga fitur yang paling menonjol adalah cruise control, hill start assist, dan regenerative braking.
Cruise control memungkinkan pengendara menjaga kecepatan tanpa terus memutar gas. Fitur ini cukup membantu saat berkendara jarak menengah.
Sementara hill start assist membantu motor tetap tertahan ketika berhenti di tanjakan. Pengendara tidak perlu terus menekan rem agar motor tidak mundur.
Fitur regenerative braking juga membantu pengisian daya baterai saat motor melakukan deselerasi. Sistem ini membantu efisiensi energi meski belum memiliki pengaturan level maupun indikator khusus di panel speedometer.
Jarak Tempuh Bisa Lebih dari Klaim
Dari hasil pengujian, konsumsi daya paling hemat tercatat di angka 25 Wh per kilometer. Dengan baterai berkapasitas 3,7 kWh, motor ini bahkan mampu mencapai jarak sekitar 140 kilometer dalam kondisi tertentu.
Angka tersebut lebih tinggi dibanding klaim resmi Polytron yang menyebut jarak tempuh motor berada di angka 130 kilometer.
Selain itu, bagasi luas menjadi salah satu nilai plus lain. Pengguna masih bisa menyimpan helm half face dan jas hujan sekaligus. Deck depan yang besar juga memudahkan membawa barang belanjaan harian.
Namun laci penyimpanan depan masih terbilang kecil. Bahkan untuk menyimpan botol minum saja tidak cukup.
Dengan kombinasi fitur modern, efisiensi baterai, dan harga yang kompetitif, Polytron Fox 350 mulai dilihat sebagai salah satu motor listrik yang cukup realistis untuk penggunaan harian masyarakat Indonesia.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan