Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Masalah ECU Polytron Fox 350 Bikin Pemilik Kesal, Speedometer Mati hingga Dugaan Antrean Titipan di SC Bandung Disorot

Muhamad Ahsanul Wildan • Jumat, 15 Mei 2026 | 20:28 WIB
Masalah ECU Polytron Fox 350 bikin pemilik kecewa, speedometer mati hingga antrean SC Bandung disorot. (Ilustrasi Gemini AI)
Masalah ECU Polytron Fox 350 bikin pemilik kecewa, speedometer mati hingga antrean SC Bandung disorot. (Ilustrasi Gemini AI)

TRENGGALEK NJENGGELEK - Permasalahan pada motor listrik Polytron Fox 350 kembali menjadi sorotan setelah seorang pemilik mengeluhkan gangguan serius pada unit kendaraannya.

Keluhan tersebut viral usai diunggah melalui kanal YouTube Koni Mura dan membahas masalah ECU Polytron Fox 350 yang muncul tanpa kode error.

Dalam video tersebut, pemilik motor menceritakan bahwa motor listrik berwarna merah miliknya tiba-tiba mengalami gangguan saat digunakan di jalan.

Lampu indikator ECU menyala mendadak, sementara speedometer tidak berfungsi normal.

Tak hanya itu, mode berkendara D dan S juga tidak muncul di panel dashboard.

Kondisi motor disebut seperti dibatasi kecepatannya dan hanya mampu melaju sekitar 20 km per jam.

Karena lokasi gangguan cukup dekat dengan service center, pemilik langsung membawa unitnya ke SC Polytron Bandung untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Teknisi awalnya menduga masalah berasal dari soket dashboard yang kendor sehingga komunikasi data antara baterai, motor, dan panel instrumen menjadi terlambat atau delay.

Namun, masalah ECU Polytron Fox 350 ternyata belum selesai meski perbaikan awal telah dilakukan.

Baca Juga: Polytron Fox 350 Dibongkar Habis-Habisan, Motor Listrik Pengganti Fox Air Ini Ternyata Punya Kelebihan dan Kekurangan

ECU Menyala Lagi Setelah Pulang dari Bengkel

Pemilik mengaku kecewa karena setelah motor diperbaiki dan dibawa pulang, indikator ECU kembali menyala tanpa kode error.

Bahkan speedometer kembali menunjukkan angka nol dan performa motor terasa dibatasi.

Ia kemudian memastikan bahwa pembayaran sewa baterai sudah dilakukan tepat waktu sehingga bukan berasal dari tunggakan layanan baterai.

Keesokan harinya, motor kembali dibawa ke SC Polytron Bandung. Teknisi kembali membongkar beberapa bagian motor, termasuk area bawah jok dan bagian depan kendaraan untuk melakukan pengecekan menyeluruh.

“Katanya kemarin soket longgar, ternyata sekarang tidak longgar lagi,” ungkap pemilik motor dalam videonya.

Meski motor telah diperiksa selama kurang lebih empat jam setengah, gangguan ECU kembali muncul saat kendaraan dipakai pulang. Bahkan baru menempuh sekitar 7 kilometer, lampu indikator kembali menyala.

Antrean Service Center Polytron Bandung Jadi Sorotan

Selain masalah teknis, pemilik motor juga menyoroti sistem antrean di service center tersebut. Ia mengaku datang sejak pukul 10 pagi saat pertama kali mengalami gangguan, namun disebut sudah tidak bisa dilayani karena antrean penuh hingga nomor 10.

Menurutnya, kasus motor error seharusnya mendapat prioritas pemeriksaan karena termasuk kondisi darurat dan bukan servis ringan seperti ganti kampas rem atau ban.

Setelah mencoba masuk ke bagian front office, akhirnya ia tetap mendapatkan nomor antrean 11. Namun ia harus menunggu hingga sekitar pukul 15.30 sebelum motornya ditangani.

Ironisnya, proses pemeriksaan awal disebut hanya berlangsung sekitar 15 menit karena teknisi menduga masalah berasal dari soket longgar.

Pada hari berikutnya, pengalaman serupa kembali terjadi. Meski datang lebih pagi sebelum bengkel dibuka, ia lagi-lagi mendapatkan antrean nomor 11.

Dugaan Antrean Titipan Bikin Konsumen Kecewa

Hal lain yang membuat pemilik motor kecewa adalah dugaan adanya sistem “titipan antrean” di service center tersebut. Ia mengaku melihat beberapa pelanggan yang baru datang justru langsung memperoleh nomor antrean lebih depan.

Menurut pengakuannya, ada konsumen yang datang lebih belakangan namun memperoleh antrean nomor delapan. Sementara dirinya yang datang lebih pagi tetap berada di nomor 11.

Kondisi itu membuatnya mempertanyakan transparansi sistem antrean di SC Polytron Bandung. Ia juga menilai pelayanan terhadap konsumen dengan masalah teknis serius seharusnya lebih diprioritaskan.

“Yang bikin kecewa itu ada yang baru datang malah langsung masuk antrean depan,” ujarnya.

Keluhan tersebut kini ramai diperbincangkan di kalangan pengguna motor listrik, khususnya komunitas pengguna Polytron Fox 350.

Polytron Siapkan Pemeriksaan Lebih Lanjut

Setelah beberapa kali pengecekan belum menemukan sumber masalah, pihak service center akhirnya menawarkan solusi lanjutan. Motor diminta menginap di bengkel untuk dilakukan pemeriksaan lebih mendalam.

Pemilik motor juga dijanjikan motor pengganti sementara dari kantor service center selama proses investigasi berlangsung.

Kasus ECU Polytron Fox 350 ini pun memunculkan perhatian pengguna motor listrik terkait kualitas aftersales dan kesiapan layanan servis untuk kendaraan listrik di Indonesia.

Terlebih, gangguan ECU tanpa kode error dinilai cukup membingungkan karena sulit dideteksi secara cepat oleh teknisi.

Kini publik menunggu kelanjutan hasil pemeriksaan motor tersebut sekaligus tanggapan resmi terkait pelayanan antrean di service center Polytron Bandung.

Baca Juga: Polytron Fox 350 Dibongkar Habis-Habisan, Motor Listrik Pengganti Fox Air Ini Ternyata Punya Kelebihan dan Kekurangan

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
#masalah ECU Polytron Fox 350 #SC Polytron Bandung #speedometer motor listrik #polytron fox 350 #motor listrik polytron