TRENGGALEK NJENGGELEK - Motor listrik Indomobil Cutie resmi diperkenalkan di ajang Indonesia Motorcycle Show (IMS) 2026.
Skuter listrik bergaya retro modern ini langsung mencuri perhatian karena dibanderol mulai Rp15 jutaan lengkap dengan baterai lithium tanpa sistem sewa bulanan.
Kehadiran motor listrik Indomobil Cutie menjadi strategi baru Indomobil eMotor untuk menyasar pengguna harian, khususnya anak muda dan perempuan yang menginginkan kendaraan mungil, praktis, namun tetap stylish.
Dalam presentasinya di booth IMS 2026, pihak Indomobil menjelaskan bahwa nama “Cutie” berasal dari kata cute yang menggambarkan desain imut dan elegan.
Namun, nama tersebut juga diklaim memiliki filosofi quality technology atau teknologi berkualitas.
Varian standar motor listrik ini dijual sekitar Rp15 juta, sementara versi Pro dibanderol sekitar Rp18 jutaan.
Menariknya, seluruh unit sudah termasuk baterai lithium sehingga pengguna tidak perlu membayar biaya sewa baterai bulanan seperti beberapa motor listrik lain di pasaran.
Desain Retro Modern Jadi Daya Tarik
Secara tampilan, motor listrik Indomobil Cutie mengusung desain khas skuter Eropa dengan lekukan bodi membulat mirip Vespa modern.
Lampu depan bulat LED proyektor dipadukan dengan DRL bergaya kristal membuat tampilannya terlihat premium meski harganya tergolong terjangkau.
Pilihan warnanya juga cukup beragam. Total tersedia 12 warna, masing-masing enam warna untuk varian standar dan enam warna untuk tipe Pro.
Bagian kaki-kaki memakai roda 12 inci dengan suspensi teleskopik dan rem cakram depan. Meski masih ada beberapa detail yang dinilai belum terlalu rapi pada unit display, Indomobil memastikan versi produksi massal akan mengalami penyempurnaan.
Spesifikasi Motor Listrik Indomobil Cutie
Motor listrik ini menggunakan motor penggerak hub-drive 2 kW yang ditempatkan di roda belakang. Untuk varian standar, kapasitas baterainya sebesar 1,44 kWh dengan jarak tempuh hingga 70 kilometer.
Sementara versi Pro memakai dua baterai dengan total kapasitas 2,88 kWh. Dalam kondisi penuh, motor ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 135 kilometer.
Kecepatan maksimalnya juga berbeda. Tipe standar mampu melaju hingga 60 km/jam, sedangkan tipe Pro bisa mencapai 70 km/jam.
Mode berkendara tersedia dalam tiga pilihan. Saat diuji dengan baterai setengah terisi, mode pertama menghasilkan kecepatan sekitar 38 km/jam, mode kedua 49 km/jam, dan mode ketiga mendekati 68 km/jam.
Fitur Safety dan Teknologi Cukup Lengkap
Meski masuk kategori motor listrik murah, fitur yang dibawa ternyata cukup lengkap. Indomobil Cutie sudah dibekali reverse mode atau gigi mundur, alarm anti maling, wheel lock, NFC card, hingga emergency throttle.
Fitur emergency throttle memungkinkan motor tetap bisa dijalankan ketika throttle utama mengalami kerusakan. Selain itu, terdapat hill start assist khusus tipe Pro yang membantu motor tidak mundur saat berhenti di tanjakan.
Sistem regenerative braking juga tersedia pada varian Pro untuk membantu pengisian daya baterai ketika deselerasi.
Panel instrumennya memang masih menggunakan layar digital sederhana dan belum mendukung konektivitas smartphone. Namun informasi yang ditampilkan cukup lengkap mulai dari mode berkendara, kapasitas baterai, trip meter hingga odometer.
Nyaman untuk Harian dalam Kota
Saat dicoba berboncengan dengan total bobot sekitar 130 kilogram, tenaga motor listrik Indomobil Cutie dinilai masih cukup responsif untuk penggunaan perkotaan.
Posisi duduknya dibuat santai dengan jok lebar dan pijakan kaki panjang. Pengendara juga bisa selonjoran karena tersedia tambahan area pijakan di dek depan.
Bagasi bawah jok cukup dalam dan mampu menyimpan helm bawaan. Hal ini dimungkinkan karena posisi baterai ditempatkan di bawah dek pijakan kaki sehingga ruang penyimpanan menjadi lebih lega.
Secara keseluruhan, motor listrik Indomobil Cutie dinilai cocok untuk kebutuhan commuting jarak dekat hingga menengah di area perkotaan. Desain stylish, fitur cukup lengkap, dan harga kompetitif menjadi kombinasi yang berpotensi menarik perhatian pasar motor listrik Indonesia pada 2026.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan