JAKARTA - Motor listrik kini semakin banyak digunakan masyarakat Indonesia sebagai kendaraan harian. Salah satu yang cukup menarik perhatian adalah motor listrik Yadea G6. Setelah dipakai selama delapan bulan dengan jarak tempuh hampir 4.000 kilometer, seorang pengguna membagikan pengalaman lengkapnya, mulai dari biaya perawatan, performa, hingga masalah yang muncul selama pemakaian.
Dalam video yang diunggah kanal YouTube otomotif, pemilik motor listrik Yadea G6 tersebut mengaku masih puas menggunakan kendaraan listrik untuk aktivitas sehari-hari. Namun, ada beberapa catatan penting yang perlu diperhatikan calon pengguna motor listrik, terutama terkait perawatan baterai.
Motor listrik Yadea G6 sendiri dikenal sebagai salah satu skuter listrik yang menawarkan desain modern dengan fitur cukup lengkap. Selain bebas bensin dan minim servis, motor ini juga diklaim nyaman digunakan untuk mobilitas perkotaan.
Keluhan Pertama: Komstir dan Ban Bawaan Licin
Pemilik motor mengungkapkan bahwa masalah pertama yang muncul selama pemakaian adalah bagian komstir yang terasa berat. Awalnya ia mengira hal tersebut merupakan karakter bawaan motor listrik. Namun setelah dilakukan servis, kondisi komstir menjadi lebih ringan dan nyaman dikendarai.
Selain komstir, keluhan lain datang dari ban bawaan pabrik yang dianggap terlalu licin. Karena merasa kurang aman, ia akhirnya mengganti ban depan dan belakang menggunakan merek Michelin.
“Ban bawaan memang terasa licin, jadi akhirnya diganti biar lebih aman dipakai harian,” ujarnya dalam video tersebut.
Pergantian ban ternyata turut memengaruhi performa motor listrik Yadea G6. Jika sebelumnya top speed bisa menyentuh 70 km/jam di jalan lurus, kini kecepatan maksimal hanya berada di kisaran 65 km/jam.
Meski begitu, angka tersebut masih dianggap cukup baik karena klaim resmi motor hanya berada di sekitar 60 km/jam.
Baterai Pernah Kembung akibat Salah Cara Cas
Bagian paling menarik dari pengalaman pengguna ini adalah masalah baterai. Ia mengaku pernah mengalami baterai kembung akibat kesalahan saat melakukan pengisian daya.
Menurutnya, baterai SLA pada motor listrik seharusnya diisi dengan jeda tertentu agar lebih awet. Namun karena sering dicas terlalu lama hingga lima sampai enam jam tanpa pengawasan, baterai akhirnya mengalami overheat.
“Waktu itu lupa cabut charger, pas dicek sudah bau panas dan ternyata baterainya mengembung,” katanya.
Baterai kemudian dibawa ke bengkel resmi di kawasan Pantai Indah Kapuk. Proses penggantian memakan waktu sekitar 14 hari sebelum akhirnya diganti unit baru.
Pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting bagi pengguna motor listrik, terutama dalam menjaga kesehatan baterai agar usia pakainya lebih panjang.
Performa Harian Masih Nyaman Dipakai
Meski sempat mengalami kendala baterai, secara keseluruhan motor listrik Yadea G6 masih dianggap nyaman dipakai harian. Pengguna mengaku motor terasa halus, tidak banyak getaran, dan tarikan gas cukup lembut dibanding beberapa motor listrik lain.
Dalam pengujian di jalan, mode gear 1 mampu menyentuh kecepatan sekitar 47 km/jam. Sedangkan pada gear 2, motor masih bisa mencapai 61 km/jam meski kondisi jalan kurang mulus.
Kenyamanan suspensi juga dinilai cukup baik untuk ukuran motor listrik. Namun karakter suspensi depan masih terasa memantul saat melewati jalan bergelombang.
“Kalau jalan mulus sih enak banget. Halus dan nyaman dipakai,” tambahnya.
Selama delapan bulan penggunaan, pergantian sparepart juga tergolong minim. Selain ban dan kampas rem depan, belum ada komponen besar lain yang perlu diganti.
Motor Listrik Dinilai Lebih Hemat
Pengguna menilai motor listrik tetap worth it digunakan untuk mobilitas sehari-hari. Salah satu alasan utamanya adalah biaya operasional yang jauh lebih murah dibanding motor bensin.
Selain tidak perlu membeli BBM, pengguna juga tidak dipusingkan dengan penggantian oli maupun servis rutin seperti motor konvensional.
Dengan penggunaan harian sekitar 10 kilometer pulang-pergi, motor listrik dinilai sudah sangat mencukupi kebutuhan aktivitas perkotaan.
Tren penggunaan motor listrik di Indonesia sendiri terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Dukungan pemerintah terhadap kendaraan ramah lingkungan membuat masyarakat mulai melirik motor listrik sebagai alternatif kendaraan harian yang lebih hemat dan praktis.
Editor : Divka Vance Yandriana