Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Review Yadea G6 Setelah 8 Bulan dan 5.000 Km: Baterai Pernah Kembung, Tapi Motor Listrik Ini Tetap Dianggap Worth It

Divka Vance Yandriana • Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:51 WIB
Review Yadea G6 setelah 8 bulan pemakaian. Baterai sempat kembung, tapi motor listrik ini tetap nyaman dan worth it.
Review Yadea G6 setelah 8 bulan pemakaian. Baterai sempat kembung, tapi motor listrik ini tetap nyaman dan worth it.

JAKARTA - Motor listrik semakin diminati masyarakat Indonesia, terutama untuk kebutuhan harian di perkotaan. Salah satu model yang cukup menarik perhatian adalah Yadea G6, motor listrik premium yang dikenal memiliki desain futuristis dan fitur modern. Namun, bagaimana performanya setelah dipakai berbulan-bulan?

Seorang pengguna sekaligus kreator konten otomotif membagikan pengalaman menggunakan Yadea G6 selama kurang lebih delapan bulan dengan jarak tempuh hampir 5.000 kilometer. Dari pengalamannya, ada beberapa keluhan yang muncul, mulai dari baterai hingga sektor kaki-kaki.

Meski begitu, secara keseluruhan motor listrik Yadea G6 masih dianggap nyaman dan layak dipakai harian. Terlebih lagi, biaya operasionalnya dinilai jauh lebih hemat dibanding motor bensin konvensional.

Baca Juga: Review Smooth Zuzu, Motor Listrik Mirip Vespa Sprint Ini Ternyata Punya Fitur Canggih dan Baterai Swap, Tapi Ada Kekurangannya

Baterai Pernah Kembung karena Salah Cara Charging

Salah satu masalah terbesar yang dialami pengguna adalah baterai yang sempat kembung. Hal itu terjadi karena proses pengisian daya dilakukan terlalu lama tanpa jeda.

Pengguna mengaku sering melakukan charging hingga lima sampai enam jam nonstop. Padahal, baterai SLA pada motor listrik disarankan diisi dengan jeda tertentu agar suhu tetap stabil dan umur baterai lebih panjang.

“Awalnya saya enggak terlalu mikirin. Kadang dicas terus sampai lupa dicabut. Pas dicek sudah bau panas dan ternyata baterainya mengembung,” ujarnya.

Baca Juga: Review Lengkap Smooth Zuzu: Motor Listrik Tanpa Cas dengan Baterai Swap Gratis Seumur Hidup, Desain Futuristik dan Tangguh di Tanjakan

Baterai kemudian dibawa ke bengkel resmi dan diganti baru setelah menunggu sekitar 14 hari. Beruntung, proses klaim berjalan lancar.

Pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting bagi pengguna motor listrik agar lebih disiplin dalam proses pengisian daya, terutama untuk baterai jenis SLA yang masih sensitif terhadap panas berlebih.

Performa Masih Nyaman untuk Harian

Meski sempat mengalami masalah baterai, performa Yadea G6 disebut masih cukup memuaskan. Motor listrik ini menggunakan dinamo BLDC 2.000 watt dan baterai 72 volt 38 Ah dengan klaim jarak tempuh hingga 100 kilometer.

Baca Juga: Gila! Daftar Lengkap Pemain Incaran Persija Jakarta 2026-2027: Ada Ole Romeny, Sergio Oliveira hingga Loris Karius, Macan Kemayoran Siap Guncang Bursa Transfer!

Untuk kecepatan maksimal, Yadea G6 mampu mencapai sekitar 65 km/jam. Bahkan saat baru digunakan, motor ini sempat menyentuh angka 70 km/jam di jalan lurus.

Namun setelah ban diganti menggunakan ban Michelin yang lebih besar, top speed sedikit menurun menjadi sekitar 65 km/jam. Pengguna menduga perubahan ukuran dan bobot ban mempengaruhi performa akselerasi motor.

Walau demikian, angka tersebut masih dianggap cukup untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari di dalam kota.

“Buat harian sih masih nyaman banget. Tarikannya halus, enggak nyentak, dan buat dipakai pulang pergi kerja masih enak,” katanya.

Desain Jadi Nilai Jual Utama

Selain performa, desain menjadi salah satu daya tarik utama Yadea G6. Motor ini diketahui dirancang oleh perusahaan desain ternama KISKA dan pernah memenangkan Red Dot Award untuk kategori desain motor listrik terbaik.

Tampilan depannya terlihat modern dengan lampu LED berbentuk khas logo Yadea. Sementara bodinya dibuat lebih sporty dibanding motor listrik lain di kelasnya.

Bagasi motor juga cukup luas hingga mampu menyimpan helm full face. Pada bagian dek kaki, ruang yang tersedia cukup lega untuk membawa barang bawaan harian.

Motor ini juga sudah dilengkapi fitur modern seperti remote keyless, alarm anti maling, USB charging port, hingga regenerative braking yang membantu mengisi ulang daya baterai saat deselerasi.

Keluhan pada Komstir dan Ban Bawaan

Selama pemakaian delapan bulan, ada beberapa komponen yang perlu mendapat perhatian. Salah satunya komstir yang sempat terasa berat saat digunakan.

Setelah dilakukan servis, masalah tersebut berhasil diatasi dan handling motor kembali normal. Selain itu, ban bawaan juga dianggap terlalu licin sehingga pengguna memutuskan mengganti ban depan dan belakang.

Untuk sektor pengereman, kampas rem depan sudah sekali diganti karena mulai menipis. Selebihnya, motor masih dalam kondisi normal tanpa kerusakan berarti.

Pengguna juga mengakui suspensi depan masih terasa sedikit memantul ketika melewati jalan bergelombang. Namun secara keseluruhan, kenyamanan berkendara masih cukup baik untuk motor listrik di kelasnya.

Tetap Dianggap Worth It

Walaupun ada beberapa kekurangan, pengguna tetap menganggap Yadea G6 sebagai motor listrik yang worth it untuk dimiliki.

Alasannya sederhana. Pengguna tidak perlu lagi mengeluarkan biaya rutin untuk bensin, ganti oli, maupun servis berkala seperti motor konvensional.

Dengan biaya operasional yang lebih hemat dan pengalaman berkendara yang senyap serta nyaman, motor listrik premium ini dinilai cocok untuk kebutuhan mobilitas harian masyarakat perkotaan.

Editor : Divka Vance Yandriana
#Motor Listrik Yadea #Yadea G6 #motor listrik