JAKARTA - Motor listrik Yadea G6 kembali menjadi sorotan setelah sejumlah pengguna mengeluhkan performa baterai yang menurun drastis meski usia pemakaian belum genap satu tahun. Keluhan tersebut ramai dibahas di kanal YouTube otomotif yang mengulas pengalaman pemilik Yadea G6 setelah digunakan selama beberapa bulan.
Yadea G6 sendiri dikenal sebagai motor listrik flagship dari merek asal China tersebut. Desain modern, fitur lengkap, serta klaim jarak tempuh hingga 100 kilometer membuat motor ini cukup diminati di pasar Indonesia. Namun di balik desain premiumnya, beberapa pengguna mulai mengeluhkan masalah pada baterai hingga performa motor yang tiba-tiba drop.
Salah satu pemilik Yadea G6 mengaku mulai mengalami penurunan performa setelah motor digunakan sekitar tujuh bulan. Awalnya motor terasa normal dan nyaman digunakan untuk aktivitas harian seperti perjalanan rumah ke stasiun dengan jarak sekitar 10 hingga 15 kilometer per hari.
“Awal pemakaian sampai bulan keenam masih nyaman banget. Shock empuk, tarikan enak, enggak ada masalah sama sekali,” ujar pemilik motor dalam video tersebut.
Namun memasuki bulan ketujuh, indikator baterai mulai menunjukkan gejala aneh. Pengguna mengaku motor yang sebelumnya hanya perlu dicas beberapa hari sekali mendadak harus lebih sering diisi ulang. Bahkan, indikator baterai disebut cepat turun meski jarak tempuh belum jauh.
Performa Yadea G6 Mendadak Melemah
Keluhan paling banyak disorot adalah performa motor yang tiba-tiba melemah ketika digunakan di jalan menanjak. Pemilik motor menyebut Yadea G6 miliknya sempat tidak kuat menanjak saat digunakan berboncengan, padahal kondisi baterai terlihat masih tersisa.
Tak hanya itu, indikator baterai juga disebut sering berkedip secara tiba-tiba. Anehnya, ketika kecepatan diturunkan, indikator kembali normal dan tenaga motor sedikit membaik.
“Kadang baterainya kedip-kedip merah, tapi motor masih bisa jalan 40 kilometer per jam. Begitu dipelankan, indikatornya naik lagi,” katanya.
Pengguna lain juga mengeluhkan proses pengisian daya yang terasa tidak normal. Dalam salah satu kasus, baterai disebut sudah menunjukkan indikator penuh hanya dalam waktu sekitar tiga hingga empat jam, padahal normalnya membutuhkan waktu pengisian lebih lama.
Kondisi tersebut membuat pengguna curiga ada masalah pada sistem baterai atau komponen lain di motor listrik tersebut.
Baterai Tidak Kembung, Tapi Tenaga Drop
Menariknya, saat dilakukan pengecekan manual menggunakan alat pengukur tegangan, kondisi baterai disebut masih normal. Tegangan baterai masih berada di kisaran standar dan fisik baterai juga tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan seperti menggembung.
Hal itu justru membuat pemilik semakin bingung karena performa motor berbeda jauh dibanding kondisi awal pemakaian.
“Secara voltase normal, fisiknya juga enggak kembung. Tapi performanya drop banget,” ungkap pengguna.
Dalam video lain, pengguna Yadea G6 juga sempat membagikan pengalaman baterai motor yang pernah menggembung akibat kebiasaan mengecas terlalu lama tanpa jeda. Setelah klaim garansi dilakukan, baterai akhirnya diganti baru setelah menunggu sekitar dua minggu.
Meski begitu, sebagian pengguna mengaku kesulitan saat ingin melakukan klaim garansi. Ada yang menyebut pihak bengkel hanya menyarankan penggunaan timer saat charging tanpa langsung mengganti baterai yang mulai melemah.
Desain dan Fitur Yadea G6 Tetap Dipuji
Di tengah berbagai keluhan tersebut, banyak pengguna tetap mengakui kualitas desain dan kenyamanan Yadea G6. Motor listrik ini memang dikenal memiliki desain premium hasil garapan Kiska Design dari Jerman dan pernah memenangkan penghargaan Red Dot Award.
Yadea G6 dibekali motor listrik 2.000 watt dengan baterai 72V 38Ah. Motor ini diklaim mampu mencapai kecepatan maksimal hingga 65 kilometer per jam dengan jarak tempuh sekitar 100 kilometer.
Selain itu, fitur seperti double disc brake, regenerative braking, lampu LED, bagasi luas hingga port USB charging menjadi nilai tambah yang masih diapresiasi pengguna.
Suspensi belakang yang empuk dan handling stabil juga menjadi salah satu alasan mengapa motor ini masih dianggap nyaman untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak menengah.
Meski demikian, sejumlah pengguna berharap Yadea Indonesia dapat memberikan respons lebih cepat terhadap keluhan baterai dan klaim garansi agar kepercayaan konsumen tetap terjaga di tengah persaingan motor listrik yang semakin ketat.
Editor : Divka Vance Yandriana