Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Review Yadea G6 Lite Setelah Dipakai 3.000 Km, Suspensi Disebut Paling Enak di Kelas Motor Listrik

Divka Vance Yandriana • Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:57 WIB
Review Yadea G6 Lite setelah 3.000 km, suspensi dipuji paling nyaman namun baterai SLA masih jadi sorotan pengguna.
Review Yadea G6 Lite setelah 3.000 km, suspensi dipuji paling nyaman namun baterai SLA masih jadi sorotan pengguna.

JAKARTA - Motor listrik Yadea G6 Lite kembali mencuri perhatian setelah sejumlah reviewer otomotif dan pengguna mulai membagikan pengalaman berkendara mereka di media sosial maupun YouTube. Salah satu yang menarik perhatian datang dari ulasan channel otomotif yang menyebut Yadea G6 Lite sebagai motor listrik dengan suspensi paling nyaman dibanding rival di kelasnya.

Motor listrik flagship milik Yadea tersebut memang dikenal memiliki desain premium dan build quality yang rapi. Tak heran, banyak pengguna langsung jatuh hati saat melihat unitnya secara langsung.

Salah satu pemilik Yadea G6 Lite bernama Adi mengaku sudah menggunakan motor listrik tersebut sejak Oktober 2023. Hingga kini, odometer motornya sudah menembus sekitar 3.000 kilometer dan masih dalam kondisi standar pabrik.

Baca Juga: Review Smooth Zuzu 72 Volt, Motor Listrik Bergaya Vespa Ini Ternyata Kuat Diajak Touring Bekasi-Bogor, Segini Konsumsi Baterainya

“Paling cuma ubah bagian look saja seperti windshield dan stiker. Mesin sama baterai masih standar,” ujar Adi dalam video review tersebut.

Yadea G6 Lite dibanderol sekitar Rp27 jutaan sebelum subsidi pemerintah. Namun saat pertama kali dibeli, harga motor listrik ini disebut turun menjadi sekitar Rp18,5 juta setelah mendapatkan subsidi dan potongan dari dealer.

Build Quality Yadea G6 Lite Dipuji

Dalam ulasan tersebut, reviewer langsung menyoroti kualitas finishing Yadea G6 Lite yang dianggap lebih rapi dibanding banyak motor listrik lain di Indonesia.

“Build quality-nya paling bagus, bodinya glossy semua dan terlihat premium,” ujar reviewer.

Baca Juga: Megawati Hangestri Hyundai Hill State Guncang Liga Voli Korea 2026, Fans Heboh! Duel Panas Lawan Red Sparks dan Kontrak Fantastis Terungkap

Motor listrik ini menggunakan motor BLDC 2.000 watt dengan baterai SLA 72V 38Ah. Yadea mengklaim motor ini mampu menempuh jarak hingga 100 kilometer dalam kondisi baterai penuh.

Desain lampu LED di seluruh bagian juga menjadi daya tarik tersendiri. Mulai dari headlamp, lampu sein, hingga stoplamp belakang menggunakan teknologi LED dengan bentuk khas logo Yadea.

Bagasi besar menjadi nilai tambah lain yang cukup menarik perhatian. Reviewer menyebut bagasi Yadea G6 Lite mampu memuat helm, charger, hingga barang bawaan lain dengan mudah.

Baca Juga: Persija Jakarta Bursa Transfer 2026-2027: Daftar Lengkap Pemain yang Dilepas dan 3 Incaran Bintang Dunia, Ada Nama Gelandang Eropa Rp13 Miliar!

Tak hanya itu, dek kaki yang luas juga dianggap nyaman untuk penggunaan harian. Bahkan pengguna dengan ukuran sepatu besar disebut masih leluasa saat berkendara.

Suspensi Jadi Nilai Plus Utama

Hal yang paling dipuji dari Yadea G6 Lite adalah kenyamanan suspensinya. Reviewer yang sehari-hari menggunakan motor listrik lain mengaku cukup terkejut dengan kenyamanan bawaan pabrik motor ini.

“Rasanya kok motor bawaan pabrik sudah seenak ini,” katanya.

Menurutnya, banyak motor listrik lain memiliki karakter suspensi yang terlalu keras atau kurang nyaman saat digunakan di jalan tidak rata. Namun Yadea G6 Lite justru dinilai lebih stabil dan nyaman sejak pertama dicoba.

Motor ini menggunakan double shock belakang lengkap dengan preload adjuster. Sementara sistem pengereman depan dan belakang sudah memakai cakram.

Akselerasi motor juga disebut terasa halus atau smooth, terutama saat digunakan di mode berkendara pertama. Hand grip yang tebal turut membuat pengalaman berkendara terasa lebih nyaman.

Meski begitu, reviewer tetap menemukan beberapa kekurangan pada motor listrik tersebut.

Baterai SLA Jadi Catatan Pengguna

Salah satu catatan utama pada Yadea G6 Lite adalah penggunaan baterai SLA. Jenis baterai ini dinilai memiliki penurunan tenaga ketika kapasitas baterai mulai berkurang.

“Kalau baterai penuh sama saat mulai habis, tenaganya terasa beda,” ujarnya.

Selain itu, proses pengisian daya baterai SLA juga disebut lebih lama dibanding baterai lithium modern. Karena itu, beberapa pengguna yang gemar touring memilih melakukan upgrade baterai ke jenis LFP agar pengisian lebih cepat dan performa lebih stabil.

Kekurangan lain yang disorot adalah sistem rem cut off. Saat tuas rem ditarik, tenaga motor langsung terputus sehingga dinilai kurang nyaman saat menghadapi kondisi macet atau tanjakan.

Posisi kaki pengendara dengan tinggi sekitar 175 cm juga disebut sedikit kurang nyaman untuk perjalanan jauh karena bagian paha terasa kurang tersangga sempurna.

Meski memiliki beberapa catatan, reviewer tetap menilai Yadea G6 Lite sebagai salah satu motor listrik paling nyaman untuk penggunaan harian. Ditambah jaringan dealer yang sudah cukup luas karena berada di bawah naungan Indomobil, motor ini dinilai masih menjadi pilihan menarik di pasar motor listrik Indonesia.

Editor : Divka Vance Yandriana
#Motor Listrik Yadea #Yadea G6 #motor listrik