JAKARTA - Polytron Fox R kembali menjadi perbincangan setelah seorang pengguna membagikan pengalaman memakai motor listrik tersebut selama kurang lebih satu tahun. Dalam video yang diunggah di kanal YouTube otomotif, pemilik mengulas berbagai kekurangan Polytron Fox R setelah menempuh jarak sekitar 8.400 kilometer.
Meski secara umum motor listrik ini masih dianggap nyaman dan layak dipakai harian, ada beberapa catatan penting yang muncul setelah penggunaan jangka panjang. Mulai dari suspensi keras, setir oblak, hingga beberapa komponen yang mulai berkarat.
Review Polytron Fox R ini menarik perhatian karena membahas kondisi motor secara realistis setelah dipakai rutin selama setahun. Apalagi, baterai dan controller motor disebut masih dalam kondisi normal dan masih menggunakan komponen bawaan pabrik.
Baca Juga: Wisata Malang Batu Lagi Viral, dari Mikotopia hingga Kafe Sawah Pujon yang Cocok Buat Healing
Upgrade Minor Jadi Solusi Kenyamanan
Pemilik mengaku sudah melakukan beberapa upgrade minor sejak dua minggu setelah pembelian motor. Salah satu perubahan utama adalah mengganti shock belakang menggunakan milik Yamaha NMAX.
Menurutnya, penggantian shock belakang membuat kenyamanan berkendara meningkat cukup signifikan. Selain itu, pijakan kaki penumpang juga dipindahkan menggunakan adapter tambahan agar posisi lebih nyaman.
Namun ada kendala pada kualitas adapter yang dipasang. Setelah satu tahun pemakaian, baut dan beberapa bagian adapter mulai berkarat karena material dianggap kurang bagus.
“Untuk baut-bautnya memang enggak tahan lama, jadi mudah berkarat,” ungkap pemilik dalam video tersebut.
Selain shock belakang, pengguna juga memasang stabilizer setang untuk membantu kestabilan berkendara.
Shock Depan Polytron Fox R Dinilai Terlalu Keras
Salah satu kekurangan Polytron Fox R yang paling disorot adalah bagian shock depan. Meski per dalam sudah diganti menggunakan milik NMAX, karakter suspensi depan tetap terasa keras.
Baca Juga: Poco C71 Bikin Geger, HP Rp1 Jutaan Ini Sudah Pakai Layar 120 Hz dan Kamera 32 MP
Menurut pemilik, setelah pemakaian sekitar satu bulan pasca modifikasi, bantingan shock depan masih belum nyaman terutama saat melewati jalan rusak atau polisi tidur.
Karena itu, pengguna menyarankan pemilik lain untuk mempertimbangkan penggantian shock depan jika memiliki dana lebih. Beberapa komponen aftermarket yang disebut bisa plug and play antara lain milik Honda Vario hingga Yamaha King.
Karakter suspensi keras ini memang sebelumnya juga banyak dikeluhkan pengguna motor listrik Polytron Fox R, terutama untuk penggunaan jarak jauh di jalan perkotaan yang tidak rata.
Setir Oblak dan Behel Berisik Jadi Keluhan
Selain suspensi, masalah lain yang mulai muncul setelah satu tahun pemakaian adalah bagian setir yang terasa oblak. Gejala ini paling terasa saat motor melewati polisi tidur atau jalan bergelombang.
Setelah dicek ke bengkel, pengguna mendapat informasi bahwa masalah berasal dari bagian komstir yang perlu diganti. Bahkan pihak bengkel menyebut sektor komstir memang menjadi salah satu kelemahan khas Polytron Fox R.
Tak hanya itu, bagian behel belakang juga mulai mengeluarkan bunyi berisik akibat getaran saat motor berjalan. Penyebabnya diduga karena material behel terlalu tipis sehingga mudah bergetar.
Pemilik berencana mengganti behel dengan model aftermarket berbahan besi yang kini mulai banyak dijual di marketplace.
Standar Motor Mulai Seret dan Semi Berkarat
Masalah lain yang muncul setelah pemakaian setahun adalah bagian standar samping dan standar tengah yang mulai seret. Pengguna menyebut kedua komponen terasa keras saat digunakan dan seperti semi berkarat.
Saat standar diturunkan, posisi tidak bisa kembali sempurna tanpa bantuan kaki tambahan. Kondisi ini membuat penggunaan standar terasa kurang praktis dibanding saat motor masih baru.
Karena itu, pemilik berencana melakukan servis ringan seperti pelumasan engsel-engsel dan pengecekan bagian kaki-kaki agar kenyamanan motor kembali optimal.
Baterai Masih Awet dan Jadi Nilai Plus
Di balik sejumlah kekurangan tersebut, baterai Polytron Fox R justru mendapat pujian. Setelah satu tahun penggunaan dan menempuh 8.400 kilometer, kondisi baterai masih disebut normal tanpa kendala berarti.
Pengguna menyebut kualitas baterai bawaan Polytron cukup baik karena sudah menggunakan teknologi lithium ferro phosphate atau LiFePO4 yang dikenal lebih awet dan stabil.
Selain itu, sistem sewa baterai juga dianggap menguntungkan karena pengguna tidak perlu khawatir jika sewaktu-waktu baterai mengalami kerusakan. Selama masih berlangganan, baterai bisa langsung diservis atau diganti di service center resmi Polytron.
Dengan beberapa upgrade minor sekitar Rp500 ribuan, pengguna menilai Polytron Fox R tetap worth it untuk dipakai harian. Terutama bagi pengguna yang mengutamakan biaya operasional murah dan kendaraan ramah lingkungan.
Editor : Divka Vance Yandriana