JAKARTA - Polytron kembali mencoba menarik perhatian pasar motor listrik Tanah Air lewat Polytron Fox 350. Motor listrik terbaru ini hadir menggantikan Fox R yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu motor listrik terlaris di Indonesia.
Dalam sebuah review terbaru, Polytron Fox 350 disebut mengalami banyak pembaruan dibanding Fox R, mulai dari posisi duduk, fitur, hingga efisiensi daya. Dengan harga mulai Rp15 jutaan, motor listrik ini dinilai mulai cocok untuk masyarakat perkotaan yang mengandalkan kendaraan harian demi mencari nafkah.
“80 persen warga kita itu pejuang motor demi cuan,” ungkap reviewer dalam video tersebut. Karena itu, motor listrik murah dengan biaya operasional hemat mulai dianggap sebagai solusi alternatif di tengah kondisi ekonomi dan harga bahan bakar yang terus berubah.
Posisi Duduk Lebih Nyaman dari Fox R
Salah satu perubahan paling terasa di Polytron Fox 350 ada pada desain deck kaki. Kini bagian kanan dan kiri dibuat lebih rendah dibanding dek tengah, sehingga posisi kaki tidak lagi terlalu menekuk seperti Fox R.
Perubahan ini membuat riding position terasa lebih nyaman, terutama bagi pengendara dengan tinggi badan sekitar 170 cm ke atas.
Reviewer menyebut Fox R sebelumnya memiliki posisi duduk terlalu jongkok sehingga membuat kaki cepat pegal saat digunakan berkendara jauh. Di Fox 350, posisi berkendara terasa lebih natural dan santai.
Namun untuk kenyamanan jok, masih ada catatan. Meski busanya empuk, jok dinilai kurang menopang pinggang saat perjalanan jauh sehingga pengendara berpotensi cepat lelah.
Selain itu, posisi behel penumpang yang berada di bawah jok dianggap kurang ergonomis bagi pembonceng.
Handling Masih Lincah, Suspensi Belum Semewah NMAX
Untuk penggunaan harian di perkotaan, Polytron Fox 350 disebut masih lincah diajak bermanuver di tengah kemacetan.
Baca Juga: HP 120 Hz Murah 2026, Infinix Smart 10 Jadi Pilihan Paling Lengkap di Harga Rp1 Jutaan
Handling motor terasa lebih nyaman berkat dek kaki yang lebih lebar serta stang yang kini lebih besar. Namun konsekuensinya, pengendara harus lebih berhati-hati saat selap-selip karena dimensi motor menjadi terasa lebih lebar.
Di sisi lain, sektor suspensi masih menjadi kekurangan utama.
Jika dibandingkan dengan skutik premium seperti Yamaha NMAX atau Honda PCX, suspensi Polytron Fox 350 dinilai belum sekelas.
Karakter suspensinya cenderung keras sehingga hentakan polisi tidur atau jalan rusak masih cukup terasa hingga ke badan pengendara maupun pembonceng.
Performa Lebih Responsif dengan Mode Sport
Polytron Fox 350 hadir dengan dua mode berkendara, yakni mode D dan mode S atau Sport.
Pada mode D, tarikan motor terasa lebih halus dan cocok untuk penggunaan santai di dalam kota. Kecepatan maksimal mode ini berada di kisaran 60 km/jam.
Sementara bagi pengguna yang ingin akselerasi lebih agresif, tersedia mode Sport dengan top speed hingga 90 km/jam.
Reviewer menyebut performa Fox 350 terasa lebih responsif dibanding Fox R, terutama saat menggunakan mode Sport. Namun konsekuensinya, konsumsi daya menjadi lebih boros.
Konsumsi Daya Bisa Sangat Irit
Salah satu nilai jual utama Polytron Fox 350 adalah efisiensi baterainya.
Berdasarkan pengujian, konsumsi daya paling boros tercatat di angka 33,8 Wh per km dengan penggunaan mode campuran D dan S di area perkotaan.
Sementara konsumsi paling hemat mencapai 25 Wh per km saat menggunakan mode D secara dominan dan memanfaatkan fitur regenerative braking.
Dengan kapasitas baterai 3,7 kWh, angka tersebut bahkan memungkinkan motor menempuh jarak hingga 140 km dalam sekali pengisian daya, melewati klaim resmi Polytron yang berada di angka 130 km.
Fitur Modern Jadi Andalan
Polytron Fox 350 juga dibekali sejumlah fitur modern yang benar-benar terasa manfaatnya dalam penggunaan harian.
Mulai dari cruise control untuk menjaga kecepatan konstan, hill start assist saat berhenti di tanjakan, hingga regenerative braking yang membantu mengisi ulang baterai ketika deselerasi.
Namun reviewer menyoroti absennya indikator regenerative braking di panel speedometer. Selain itu, sistem regenerative braking juga belum memiliki pengaturan level seperti motor listrik premium lainnya.
Bagasi Luas, Tapi Laci Depan Kurang Praktis
Dalam hal kepraktisan, Fox 350 cukup unggul berkat bagasi luas yang mampu memuat helm half face dan jas hujan sekaligus.
Deck kaki yang lebih lebar juga memudahkan pengguna membawa barang belanjaan atau galon air.
Sayangnya, kompartemen depan dinilai kurang maksimal. Ukurannya terlalu kecil sehingga tidak mampu menampung botol minum atau tumbler. Pengguna hanya bisa memanfaatkan area tersebut untuk menyimpan ponsel atau kunci rumah.
Dengan berbagai peningkatan dibanding Fox R, Polytron Fox 350 kini mulai dianggap sebagai salah satu motor listrik paling menarik di kelas Rp15 jutaan, terutama bagi masyarakat perkotaan yang mencari kendaraan hemat dan modern.
Editor : Divka Vance Yandriana