JAKARTA - Motor listrik murah IIMS 2026 menjadi sorotan pengunjung pameran otomotif tahun ini. Di tengah tren kendaraan listrik yang terus berkembang, sejumlah produsen menghadirkan motor listrik dengan harga yang bahkan setara smartphone kelas menengah, mulai Rp2 jutaan setelah subsidi pemerintah.
Fenomena motor listrik murah IIMS 2026 ini langsung memancing rasa penasaran masyarakat. Bagaimana tidak, dengan subsidi Rp7 juta dari pemerintah, beberapa motor listrik legal jalan raya kini dijual di bawah Rp10 juta. Namun di balik harga fantastis murah tersebut, ada sejumlah catatan penting soal kualitas, daya tahan baterai, hingga faktor keselamatan yang wajib diperhatikan konsumen.
Pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di JIExpo Kemayoran menjadi arena persaingan sengit berbagai merek motor listrik entry level. Brand seperti ZPT, Greentech, Exotic, Volta, hingga Polytron berlomba menghadirkan motor listrik murah dengan fitur yang cukup lengkap untuk kebutuhan harian masyarakat urban.
Baca Juga: Polytron Fox R Electric Resmi Meluncur, Motor Listrik Rp16,5 Juta Ini Bisa Ngebut hingga 90 Km/Jam
Subsidi Rp7 Juta Jadi Pemicu Harga Motor Listrik Anjlok
Program subsidi motor listrik dari pemerintah masih menjadi faktor utama turunnya harga kendaraan listrik roda dua di Indonesia. Setiap pembelian motor listrik yang memenuhi syarat mendapatkan potongan langsung sebesar Rp7 juta.
Namun, hanya motor listrik dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) minimal 40 persen dan diproduksi di Indonesia yang bisa memperoleh subsidi tersebut.
Strategi agresif produsen dalam memangkas biaya produksi juga membuat harga motor listrik semakin kompetitif. Salah satu caranya adalah penggunaan baterai SLA (Sealed Lead Acid) yang lebih murah dibanding baterai lithium.
Baca Juga: Review Polytron Fox R: Motor Listrik Rp20 Jutaan dengan Range 130 Km, Disebut Rasa Motor Rp40 Juta
Meski demikian, baterai SLA memiliki kelemahan berupa bobot yang lebih berat dan usia pakai yang lebih pendek dibanding teknologi lithium modern.
ZPT Nimbas Jadi Motor Listrik Termurah di IIMS 2026
Salah satu motor listrik yang paling mencuri perhatian adalah ZPT Nimbas. Setelah subsidi, harga motor ini hanya sekitar Rp2,9 jutaan sehingga menjadi salah satu motor listrik termurah di pasar Indonesia.
Dari sisi desain, ZPT Nimbas mengusung gaya skuter klasik ala Italia. Motor ini menggunakan motor penggerak 1.000 watt dengan kecepatan maksimal sekitar 60 km/jam di speedometer.
Baca Juga: Kopi Merapi Jogja Viral karena View Gunung Merapi, Waktu Terbaik Ngopi Ternyata Sebelum Jam 9 Pagi
Baterai yang digunakan masih berjenis SLA 48V 25Ah. Meski murah dalam penggantian, baterai tipe ini memiliki umur yang lebih singkat dibanding lithium.
Build quality motor ini juga tergolong sederhana dengan material bodi plastik tipis. Namun untuk penggunaan jarak dekat seperti ke pasar atau antar anak sekolah, motor ini dinilai masih cukup fungsional.
Greentech Unity dan Exotic Sterato Tawarkan Value Menarik
Naik sedikit ke kelas Rp5 jutaan, ada Greentech Unity yang menawarkan desain lebih modern dan build quality lebih baik dibanding motor ultra murah.
Motor ini menggunakan baterai SLA 60V32Ah dengan klaim jarak tempuh hingga 80-90 kilometer. Secara realistis, motor ini mampu menempuh sekitar 60 kilometer dalam sekali pengisian.
Greentech Unity juga memiliki ergonomi yang lebih nyaman untuk pengendara dewasa serta kualitas finishing yang dinilai lebih rapi.
Sementara itu, Exotic Sterato hadir dengan dimensi compact dan lincah untuk penggunaan di jalan perkotaan. Motor ini dibekali baterai 60V20Ah dan motor 800 watt.
Keunggulan Exotic Sterato terletak pada jaringan servis Pacific Bike yang sudah cukup luas di Indonesia. Fitur tambahan seperti remote alarm dan mode mundur juga menjadi nilai plus.
Volta 401 Lite dan United Avand Jadi Pilihan Lebih Serius
Bagi pengguna yang mengutamakan durabilitas dan kenyamanan lebih baik, Volta 401 Lite menjadi salah satu pilihan paling menarik di IIMS 2026.
Motor listrik ini memiliki dimensi layaknya motor bensin 110 cc dengan dek luas dan ground clearance tinggi. Volta juga menawarkan sistem swap battery yang memudahkan pengguna menukar baterai di berbagai titik stasiun penukaran.
Build quality Volta 401 Lite dinilai lebih kokoh dibanding motor listrik murah lain di kelas entry level. Karena itu, model ini cukup direkomendasikan untuk kebutuhan ojek online maupun kurir harian.
Di sisi lain, United menghadirkan Avand SC121 dan SC122 yang menyasar generasi muda. Motor ini menggunakan hub drive 1.200 watt dengan performa yang lebih responsif dibanding motor listrik Rp3 jutaan.
Polytron Fox S Jadi Raja Kenyamanan
Polytron Fox S menjadi salah satu motor listrik paling menarik di IIMS 2026. Dengan sistem sewa baterai, harga motor ini bisa ditekan menjadi belasan juta rupiah.
Motor bergaya maxi scooter ini menawarkan posisi berkendara nyaman ala Yamaha NMAX atau Honda PCX. Kecepatan maksimalnya mencapai sekitar 80 km/jam sehingga cocok untuk perjalanan jarak jauh maupun touring ringan.
Polytron juga memberikan garansi baterai seumur hidup selama pengguna tetap mengikuti sistem sewa baterai bulanan.
Konsumen Harus Waspadai Hidden Cost
Meski harga motor listrik murah IIMS 2026 sangat menggiurkan, konsumen tetap perlu memperhatikan kualitas komponen seperti controller, suspensi, sistem pengereman, hingga battery management system (BMS).
Pada motor listrik super murah, kualitas BMS sering kali sederhana sehingga baterai lebih cepat drop atau rusak jika pengisian daya dilakukan sembarangan.
Karena itu, memilih motor listrik sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan harga murah semata, tetapi juga biaya kepemilikan jangka panjang dan kualitas aftersales yang tersedia.
Editor : Divka Vance Yandriana