TRENGGALEK NJENGGELEK - Polytron kembali meramaikan pasar motor listrik nasional lewat kehadiran Polytron Fox 350.
Motor listrik terbaru ini diposisikan sebagai penerus Fox-R yang sebelumnya sukses besar di pasar Indonesia.
Dengan banderol mulai Rp15,5 juta menggunakan skema sewa baterai, Polytron Fox 350 langsung mencuri perhatian pecinta kendaraan listrik.
Motor listrik ini membawa beban besar. Pasalnya, seluruh lini Fox Series disebut sudah terjual sekitar 40 ribu unit sejak pertama meluncur pada 2023.
Dari jumlah tersebut, Fox-R menyumbang sekitar 70 persen penjualan atau hampir 30 ribu unit.
Harga murah menjadi salah satu daya tarik utama Polytron Fox 350. Konsumen bisa membawa pulang motor listrik ini dengan sistem sewa baterai Rp200 ribu per bulan.
Sementara jika ingin membeli sekaligus baterainya, harga yang ditawarkan sekitar Rp27,5 juta setelah mendapat subsidi dari Polytron.
Baca Juga: Skema WFH Masih Dikaji Belum Final, Susun Pola untuk Efisiensi
Performa Masih Jadi Andalan
Secara performa, Polytron Fox 350 masih mempertahankan spesifikasi mirip Fox-R. Motor listriknya memiliki tenaga 3 kW dengan peak power hingga 6,4 kW dan torsi puncak 187 Nm. Kecepatan maksimalnya mencapai 95 km/jam dengan klaim jarak tempuh hingga 135 kilometer.
Meski spesifikasinya mirip, ada sejumlah peningkatan penting. Salah satunya fitur regenerative brake yang membantu mengisi ulang baterai saat motor melakukan deselerasi. Sistem ini juga menghadirkan sensasi engine brake ringan ketika gas ditutup.
Respons akselerasi juga disebut lebih halus dibanding generasi sebelumnya. Pada Fox-R lama, bukaan gas awal terasa memiliki jeda sebelum tenaga keluar. Kini, tenaga terasa lebih linear sejak putaran awal hingga kecepatan puncak.
Menariknya lagi, performa motor tetap stabil meski kapasitas baterai mulai menipis. Saat baterai tinggal 25 persen hingga 5 persen, motor masih mampu melaju hingga 60 km/jam di mode D dan sekitar 90 km/jam di mode S.
Jarak Tempuh Jadi Nilai Jual
Salah satu aspek paling menarik dari Polytron Fox 350 adalah efisiensi baterainya. Dalam pengujian menggunakan mode D dengan kecepatan konstan 40-50 km/jam, motor ini mampu menempuh jarak hingga 136 kilometer dan masih menyisakan 4 persen baterai.
Jika digunakan agresif memakai mode S penuh, jarak tempuhnya tetap impresif yakni sekitar 92,7 kilometer. Angka itu masih tergolong sangat baik untuk motor listrik kelas Rp15 jutaan.
Baterai yang digunakan masih mengandalkan teknologi Lithium Iron Phosphate atau LFP. Jenis baterai ini dikenal lebih aman dan tahan lama. Waktu pengisian daya normal berkisar 4-5 jam menggunakan charger bawaan.
Polytron juga menyediakan opsi fast charging seharga Rp2,7 juta. Dengan perangkat tersebut, pengisian selama 10 menit diklaim bisa menambah jarak tempuh hingga 10 kilometer.
Posisi Berkendara Lebih Santai
Dari sisi kenyamanan, Polytron Fox 350 mendapat ubahan cukup signifikan dibanding Fox-R. Posisi kaki kini lebih santai karena area dek dibuat lebih rendah dan ergonomis.
Namun, kenyamanan tersebut masih dinilai belum menyamai motor premium seperti Honda PCX atau Yamaha NMAX. Bagian tengah motor yang besar karena menampung baterai membuat posisi kaki terasa agak melebar saat berkendara lama.
Jok motor juga terasa empuk saat pertama diduduki. Namun setelah digunakan sekitar 30-45 menit, bantalan jok mulai terasa tipis sehingga pengendara bisa cepat pegal.
Sektor suspensi turut mendapat sorotan. Karakter suspensi dianggap terlalu empuk dan mudah mentok ketika melewati polisi tidur atau jalan bergelombang. Walau nyaman di kecepatan rendah, pengendalian menjadi kurang meyakinkan saat motor dipacu lebih cepat.
Fitur Modern dan Harga Kompetitif
Polytron Fox 350 hadir dengan fitur cukup lengkap untuk kelasnya. Motor ini sudah menggunakan sistem keyless berbasis remote dan aplikasi smartphone. Bahkan smartphone dapat dijadikan kunci cadangan untuk menyalakan motor.
Fitur lain yang tersedia antara lain hill start assist, cruise control, hazard, mode mundur, USB Type-C charger, hingga alarm otomatis dengan pengunci roda belakang.
Bagasi bawah jok juga cukup luas dan mampu menampung helm open face. Sementara panel instrumennya sudah full digital meski tampilannya dinilai masih sederhana.
Meski kualitas finishing beberapa bagian masih dianggap kurang rapi, Polytron Fox 350 tetap dinilai menarik berkat kombinasi harga murah, fitur melimpah, serta jarak tempuh yang panjang.
Baca Juga: Skema WFH Masih Dikaji Belum Final, Susun Pola untuk Efisiensi
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan