Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Review Polytron Fox 350: Motor Listrik Pengganti Fox Air yang Lebih Nyaman, Tapi Suspensinya Masih Keras

Muhamad Ahsanul Wildan • Rabu, 20 Mei 2026 | 16:03 WIB
Review Polytron Fox 350, motor listrik terbaru pengganti Fox Air dengan fitur modern dan jarak tempuh 140 km. (Ilustrasi Gemini AI)
Review Polytron Fox 350, motor listrik terbaru pengganti Fox Air dengan fitur modern dan jarak tempuh 140 km. (Ilustrasi Gemini AI)

TRENGGALEK NJENGGELEK - Persaingan motor listrik di Indonesia makin panas.

Salah satu yang kini ramai dibicarakan adalah Polytron Fox 350, motor listrik terbaru yang resmi menggantikan posisi Fox Air di pasar otomotif nasional.

Polytron Fox 350 hadir membawa sejumlah perubahan penting, mulai dari desain ergonomi, fitur modern, hingga peningkatan performa.

Motor listrik ini juga dibanderol di kisaran Rp15 jutaan sehingga cukup menarik perhatian masyarakat yang ingin beralih dari motor bensin.

Di tengah kondisi ekonomi dan kebutuhan mobilitas harian yang tinggi, motor listrik mulai dianggap sebagai solusi kendaraan hemat biaya operasional. Polytron mencoba menjawab kebutuhan itu lewat Fox 350.

Salah satu pembaruan terbesar ada pada desain deck kaki yang kini dibuat lebih rendah dibanding generasi sebelumnya.

Perubahan ini ternyata berdampak besar terhadap kenyamanan posisi duduk pengendara.

Baca Juga: Review Polytron Fox 350: Motor Listrik Penerus Fox Air Ini Lebih Kencang, Tapi Suspensi dan Rem Masih Jadi Sorotan

Fox 350 Lebih Nyaman dari Fox Air

Pada Fox Air, banyak pengguna mengeluhkan posisi duduk terlalu jongkok sehingga kurang nyaman dipakai harian. Kini, Polytron Fox 350 mencoba memperbaiki kelemahan tersebut.

Hasilnya, posisi kaki terasa lebih rileks, terutama bagi pengendara dengan tinggi badan di atas 170 cm. Jok motor juga terasa empuk saat dipakai berkendara di area perkotaan.

Namun kenyamanan itu belum sepenuhnya sempurna. Untuk perjalanan jauh, jok dinilai kurang menopang bagian pinggang sehingga membuat tubuh cepat pegal.

Keluhan lain juga datang dari posisi behel penumpang yang berada di bawah jok. Kondisi itu membuat pembonceng merasa kurang aman ketika motor melaju di jalan bergelombang.

Handling Masih Lincah di Perkotaan

Meski dimensinya kini lebih besar, Polytron Fox 350 masih terasa lincah diajak bermanuver di jalan macet. Stang yang lebih lebar membuat pengendalian motor terasa stabil.

Tetapi pengendara harus lebih berhati-hati saat selap-selip karena ukuran stang dan deck yang melebar meningkatkan risiko bersenggolan dengan kendaraan lain.

Sektor suspensi menjadi salah satu bagian yang paling banyak mendapat sorotan. Saat melewati polisi tidur kecil, getaran terasa cukup keras hingga ke badan pengendara.

Jika dibandingkan dengan motor skutik premium seperti PCX dan NMAX, kualitas suspensi Fox 350 memang belum terasa semewah kompetitor di kelas harga lebih tinggi.

Sistem pengereman juga masih dianggap kurang konsisten. Kadang rem terasa pakem, namun di kondisi tertentu pengendara perlu menarik tuas lebih dalam agar motor bisa berhenti optimal.

Performa dan Fitur Jadi Senjata Utama

Di balik kekurangan tersebut, performa Polytron Fox 350 justru mengalami peningkatan signifikan dibanding Fox Air.

Motor ini memiliki dua mode berkendara, yakni D dan Sport. Mode D cocok untuk penggunaan santai di kota dengan kecepatan maksimal sekitar 60 km/jam.

Sedangkan mode Sport mampu membawa motor melaju hingga 90 km/jam dengan akselerasi lebih responsif.

Polytron Fox 350 juga dibekali fitur modern seperti cruise control, regenerative braking, dan hill start assist.

Cruise control membantu pengendara menjaga kecepatan secara stabil tanpa harus terus memutar gas. Sementara hill start assist memudahkan saat berhenti di tanjakan.

Fitur regenerative braking juga membantu menghemat baterai karena mampu mengisi ulang daya ketika motor melakukan deselerasi.

Bisa Tempuh Hingga 140 Kilometer

Dalam pengujian penggunaan campuran mode D dan Sport di perkotaan, konsumsi daya motor ini mencapai sekitar 33,8 Wh per kilometer.

Namun saat dominan memakai mode D dan memanfaatkan regenerative braking, konsumsi daya bisa ditekan hingga 25 Wh per kilometer.

Dengan baterai berkapasitas 3,7 kWh, Polytron Fox 350 bahkan diklaim mampu menempuh jarak hingga 140 kilometer dalam sekali pengisian penuh.

Selain efisien, motor listrik ini juga cukup praktis karena memiliki bagasi luas yang mampu menyimpan helm half face dan barang bawaan lainnya.

Deck kaki yang lebih lebar membuat pengguna lebih leluasa membawa barang belanjaan harian.

Baca Juga: Review Polytron Fox 350: Motor Listrik Penerus Fox Air Ini Lebih Kencang, Tapi Suspensi dan Rem Masih Jadi Sorotan

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
#fox air #fitur regenerative braking #polytron fox 350 #motor listrik polytron #baterai motor listrik