TRENGGALEK NJENGGELEK - Motor listrik kini makin banyak dilirik masyarakat karena dianggap lebih hemat dan praktis untuk mobilitas harian.
Salah satu yang tengah ramai dibicarakan adalah Polytron Fox 350 setelah muncul pengujian jarak tempuh real yang cukup mengejutkan.
Dalam sebuah video ulasan di YouTube, seorang pengguna mencoba mengetes langsung kemampuan baterai Polytron Fox 350 untuk mengetahui konsumsi daya sebenarnya di jalan raya.
Pengujian dilakukan menggunakan mode D tanpa pernah berpindah ke mode S, dengan bobot pengendara sekitar 100 kilogram.
Hasilnya cukup menarik. Motor listrik Polytron Fox 350 mampu menempuh lebih dari 100 kilometer dalam sekali pengisian baterai dengan sisa daya yang masih tersisa.
Pengujian dimulai ketika baterai menunjukkan angka 100 persen dan trip meter direset ke nol.
Pengendara mengaku tidak menggunakan gaya berkendara hemat maupun agresif.
Kecepatan rata-rata berada di kisaran 40 hingga 60 km/jam sesuai batas maksimal mode D.
Tes 10 Km Pertama, Baterai Masih Awet
Pada 10 kilometer pertama, indikator baterai turun menjadi 91 persen. Namun penguji menjelaskan bahwa kondisi pengisian sebelumnya belum benar-benar penuh sempurna karena lampu charger portable masih berwarna merah meski indikator sudah menunjukkan 100 persen.
Menurutnya, jika pengisian dilakukan hingga lampu charger berubah hijau, daya tahan baterai jauh lebih awet. Dalam pengujian sebelumnya, indikator baterai baru turun dari 100 persen ke 99 persen setelah motor dipakai hampir 6 kilometer.
Meski demikian, performa konsumsi daya Polytron Fox 350 tetap dianggap cukup impresif. Motor dipakai dalam kondisi jalan perkotaan dengan banyak manuver menyalip kendaraan dan beberapa tanjakan ringan.
Performa Nyaman untuk Perjalanan Jauh
Saat jarak tempuh menyentuh 40 kilometer, baterai masih tersisa 63 persen. Penguji juga sempat menyoroti kenyamanan jok dan posisi riding motor listrik ini.
Menurutnya, posisi duduk dan ergonomi Polytron Fox 350 terasa nyaman untuk perjalanan menengah hingga jauh. Kaki masih bisa selonjor dengan santai walaupun sudah dipakai berkendara puluhan kilometer.
Namun, bagian busa jok dinilai sedikit kurang tebal, terutama untuk pengendara berbobot besar sekitar 100 kilogram. Meski begitu, kulit jok disebut tetap terasa empuk dan nyaman dipakai harian.
Pengujian kemudian dilanjutkan dengan kecepatan stabil sekitar 60 km/jam. Dalam kondisi tersebut, penurunan baterai disebut berlangsung cukup lambat.
Baterai Tetap Awet di Kecepatan 60 Km/Jam
Ketika trip meter mencapai 70 kilometer, indikator baterai masih menunjukkan angka 37 persen. Penguji mengaku cukup terkejut karena konsumsi daya terasa lebih hemat dibanding beberapa motor listrik lain yang pernah dicobanya.
Ia menjelaskan bahwa motor dipacu stabil di angka 60 km/jam dalam waktu lama, tetapi persentase baterai tidak cepat terkuras.
“Turunnya lama banget,” ujar penguji dalam video tersebut saat membahas konsumsi baterai Polytron Fox 350.
Menariknya lagi, saat baterai menyentuh angka 22 persen, sistem motor otomatis mengunci mode berkendara di mode D. Pengguna tidak lagi bisa berpindah ke mode S dan layar dashboard langsung menampilkan estimasi sisa jarak tempuh.
Pada kondisi itu, estimasi perjalanan yang tersisa masih mencapai sekitar 30 kilometer.
Tembus 100 Kilometer, Masih Sisa Baterai
Pengujian terus dilakukan hingga baterai turun ke angka 10 persen. Saat itu, trip meter menunjukkan jarak hampir 99 kilometer dengan estimasi sisa perjalanan sekitar 14 kilometer lagi.
Akhirnya, tes dihentikan ketika motor berhasil menempuh jarak 100,5 kilometer dengan sisa baterai 9 persen dan estimasi jarak tambahan sekitar 12 kilometer.
Hasil ini membuat banyak warganet terkejut karena kemampuan baterai Polytron Fox 350 dinilai cukup realistis untuk kebutuhan harian maupun perjalanan jarak menengah.
Selain itu, penguji juga menegaskan bahwa hasil tersebut diperoleh dengan bobot pengendara sekitar 100 kilogram dan penggunaan mode D secara penuh tanpa teknik eco riding khusus.
Dengan performa tersebut, Polytron Fox 350 dinilai mampu menjadi salah satu pilihan motor listrik menarik di kelasnya, terutama bagi pengguna yang mencari kendaraan hemat dengan jarak tempuh cukup panjang dalam sekali pengisian daya.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan