JAKARTA - Polytron Fox 350 disebut membawa banyak peningkatan dibanding Fox R, mulai dari posisi duduk lebih nyaman, fitur regenerative braking, hingga konsumsi daya yang lebih efisien. Motor listrik Polytron Fox 350 bahkan diklaim mampu menempuh jarak hingga 140 kilometer dalam pengujian penggunaan harian.
Motor listrik terbaru dari Polytron tersebut hadir sebagai penerus Fox R yang sebelumnya menjadi salah satu motor listrik terlaris di Indonesia. Dalam video ulasan kanal YouTube, Fox 350 disebut dirancang lebih cocok untuk kebutuhan pekerja harian hingga pengendara perkotaan.
“80 persen warga kita itu pejuang motor demi cuan,” ujar reviewer dalam pembukaan video ulasannya.
Baca Juga: Rekomendasi Laptop Kuliah 2026 untuk Mahasiswa Office, Ini 5 Pilihan Terbaik dari Rp6 Jutaan
Polytron Fox 350 kini dijual mulai Rp15 jutaan dan membawa sejumlah revisi penting dibanding generasi sebelumnya. Salah satu perubahan paling terasa terdapat pada desain dek kaki dan posisi berkendara.
Posisi Duduk Polytron Fox 350 Kini Lebih Nyaman
Salah satu keluhan terbesar pengguna Fox R sebelumnya adalah posisi duduk yang terlalu jongkok akibat desain dek tengah yang tinggi. Pada Fox 350, Polytron mengubah area dek kaki sehingga bagian kanan dan kiri dibuat lebih rendah.
Perubahan tersebut membuat posisi kaki pengendara menjadi lebih rileks, terutama untuk pengguna dengan tinggi badan sekitar 170 cm ke atas.
“Sekarang jadi lebih manusiawi,” ujar reviewer saat mencoba langsung motor listrik tersebut.
Jok motor disebut memiliki karakter empuk dan nyaman untuk penggunaan dalam kota. Namun untuk perjalanan jauh, jok dinilai masih kurang menopang bagian pinggang sehingga berpotensi membuat pengendara cepat pegal.
Dari sisi handling, Polytron Fox 350 masih terasa lincah saat digunakan bermanuver di jalan perkotaan maupun kondisi macet. Stang yang kini lebih lebar juga membuat pengendalian terasa lebih stabil.
Meski demikian, pengendara diminta lebih berhati-hati ketika selap-selip di kemacetan karena dimensi stang dan dek kaki menjadi lebih lebar dibanding model sebelumnya.
Suspensi menjadi salah satu sektor yang masih mendapat catatan. Dibanding motor premium seperti Honda PCX atau Yamaha NMAX, suspensi Fox 350 disebut belum terlalu matang.
Karakter suspensinya cenderung keras sehingga getaran dari polisi tidur atau jalan bergelombang masih cukup terasa ke tubuh pengendara maupun penumpang belakang.
Konsumsi Daya Polytron Fox 350 Diklaim Lebih Irit
Keunggulan utama Polytron Fox 350 terletak pada efisiensi konsumsi daya dan jarak tempuhnya. Dalam pengujian penggunaan kombinasi mode D dan mode S di area perkotaan, konsumsi daya paling boros tercatat sebesar 33,8 Wh per kilometer.
Sementara dalam pengujian rute Bogor-Jakarta menggunakan dominasi mode D dan fitur regenerative braking, konsumsi daya mampu ditekan hingga 25 Wh per kilometer.
Dengan kapasitas baterai 3,7 kWh, angka tersebut membuat motor ini diperkirakan mampu menempuh jarak sekitar 140 kilometer dalam sekali pengisian penuh.
Angka itu bahkan melampaui klaim resmi Polytron yang menyebut Fox 350 mampu mencapai 130 kilometer.
Untuk performa, mode D dirancang lebih halus dan cocok digunakan di perkotaan dengan kecepatan tertahan di sekitar 60 km/jam. Sedangkan mode S atau sport mampu membawa motor melaju hingga 90 km/jam.
“Kalau mau lebih satset ya pakainya mode S,” kata reviewer.
Namun penggunaan mode sport tentu membuat konsumsi baterai menjadi lebih boros dibanding mode D.
Fitur Cruise Control hingga Hill Start Assist Jadi Andalan
Polytron Fox 350 juga dibekali sejumlah fitur modern yang mulai banyak dicari konsumen motor listrik. Tiga fitur yang paling disorot dalam pengujian adalah cruise control, hill start assist, dan regenerative braking.
Cruise control memungkinkan pengendara mempertahankan kecepatan tanpa perlu terus menarik gas. Fitur ini dinilai sangat membantu saat perjalanan jauh atau melintasi jalan lurus.
Sementara hill start assist membantu motor tetap tertahan ketika berhenti di tanjakan tanpa perlu terus menekan rem.
Regenerative braking juga disebut cukup membantu menghemat daya baterai karena mampu mengisi ulang energi saat motor melakukan deselerasi. Meski begitu, sistem ini belum memiliki pengaturan level maupun indikator khusus pada speedometer.
Dari sisi kepraktisan, bagasi Polytron Fox 350 cukup luas untuk menyimpan helm half face dan jas hujan sekaligus. Dek kaki yang kini lebih lebar juga membuat motor lebih fleksibel digunakan membawa barang belanjaan maupun galon air.
Namun bagian laci depan masih dianggap kurang maksimal karena tidak mampu menampung botol minum atau tumbler berukuran besar.
Dengan berbagai pembaruan tersebut, Polytron Fox 350 mulai dipandang sebagai salah satu motor listrik harian yang semakin kompetitif di pasar Indonesia, khususnya bagi pengguna yang ingin beralih dari motor bensin ke kendaraan listrik.
Editor : Divka Vance Yandriana