Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Review Polytron Fox R 2026: Motor Listrik Rp20 Jutaan Ini Punya Top Speed 97 Km/Jam, Tapi Ada Kekurangan yang Bikin Kaget

Divka Vance Yandriana • Kamis, 21 Mei 2026 | 15:45 WIB
Review Polytron Fox R ungkap top speed 97 km/jam, biaya operasional murah, tapi ada kekurangan pada respons gas dan posisi duduk.
Review Polytron Fox R ungkap top speed 97 km/jam, biaya operasional murah, tapi ada kekurangan pada respons gas dan posisi duduk.

JAKARTA - Review Polytron Fox R kembali menjadi perhatian pecinta otomotif setelah kanal Automotive TV mengulas langsung performa motor listrik Rp20 jutaan tersebut. Dengan top speed mencapai 97 km/jam, biaya operasional murah, dan desain bergaya maxi scooter, Polytron Fox R dinilai menarik untuk penggunaan harian, meski memiliki beberapa kekurangan pada kenyamanan dan respons tenaga.

Motor listrik Polytron Fox R disebut menjadi salah satu pilihan paling menarik di kelas motor listrik entry level. Harga yang relatif murah dibanding skutik bensin membuat motor ini banyak dilirik, terutama oleh pengguna harian seperti pekerja kantoran, kurir, hingga ojek online.

Dalam ulasan tersebut, reviewer menyoroti bahwa keunggulan utama Polytron Fox R memang berada pada kombinasi harga murah, performa cukup kencang, serta konsumsi energi yang sangat hemat.

Baca Juga: Pengeroyokan Maut di Petamburan! Pria Tewas Dilempar dari Lantai 2 Usai Bela Kekasih dari Pelecehan

Performa Polytron Fox R Diklaim Cukup Kencang untuk Harian

Polytron Fox R dibekali motor penggerak 3.000 watt dengan dua mode berkendara, yakni mode Drive (D) dan Sport (S). Pada mode D, motor listrik ini mampu mencapai top speed sekitar 64 km/jam. Sementara pada mode S, kecepatannya bisa menembus 97 km/jam berdasarkan speedometer.

Reviewer Automotive TV menyebut akselerasi motor ini cukup impresif untuk penggunaan perkotaan. Berdasarkan pengujian menggunakan alat Racebox, akselerasi 0-60 km/jam tercatat sekitar 7,76 detik.

“Untuk harian menurut saya cukup banget sih buat nyalip dan selap-selip di jalan kota,” ujar Rangga dalam video review tersebut.

Baca Juga: Siap-Siap! Polytron Fox 350 Resmi Meluncur di 2026, Inilah Versi Sempurna Pengganti Fox R yang Punya Fitur Hill Start Assist

Selain itu, baterai berkapasitas 3,7 kWh diklaim mampu menempuh jarak hingga 101 kilometer dalam mode D dengan gaya berkendara agresif. Sementara klaim resmi dari Polytron mencapai 130 kilometer dengan kecepatan rata-rata 40 km/jam.

Pengisian daya dari 0 hingga 100 persen membutuhkan waktu sekitar lima jam menggunakan charger onboard 840 watt. Dengan konsumsi listrik tersebut, biaya operasional Polytron Fox R disebut hanya sekitar Rp41 hingga Rp56 per kilometer.

Angka itu jauh lebih murah dibanding motor bensin konvensional yang rata-rata menghabiskan biaya sekitar Rp150 per kilometer.

Baca Juga: Perbedaan Polytron Fox 350 vs Fox R: Fitur Makin Canggih dan Suspensi Jauh Lebih Empuk, Siap Geser Dominasi Motor Listrik Murah?

Kekurangan Polytron Fox R Ada di Respons Gas dan Posisi Duduk

Meski memiliki performa cukup baik, review Polytron Fox R juga menyoroti beberapa kekurangan yang dianggap cukup mengganggu.

Salah satu yang paling disorot adalah adanya jeda tenaga saat pengendara kembali membuka gas setelah melakukan pengereman. Reviewer menyebut terdapat delay hampir satu detik sebelum tenaga kembali muncul.

“Kalau habis nutup gas terus mau jalan lagi itu kosong dulu baru jedut. Jadi enggak natural,” ungkap reviewer dalam video.

Sistem cut off saat rem ditekan juga dianggap terlalu sensitif. Bahkan sentuhan ringan pada tuas rem sudah membuat tenaga motor terputus. Kondisi ini dinilai kurang nyaman, terutama saat menghadapi tikungan atau kondisi lalu lintas padat.

Selain itu, posisi duduk juga menjadi kritik utama. Jarak antara jok dan dek kaki dianggap terlalu dekat sehingga membuat posisi berkendara terasa seperti jongkok.

Reviewer menyebut kondisi tersebut cukup melelahkan saat digunakan dalam perjalanan jauh. Pengguna dengan tinggi badan sekitar 173 cm bahkan mengaku lutut mudah mentok saat bermanuver.

Pada sektor suspensi, bagian depan disebut terasa keras dengan travel pendek sehingga mudah mentok ketika melewati jalan bergelombang atau polisi tidur. Meski handling motor dinilai stabil dan lincah, kenyamanan suspensinya masih kalah dibanding beberapa rival di kelas motor listrik premium.

Harga Murah Jadi Senjata Utama Polytron Fox R

Di balik berbagai kekurangan tadi, harga Polytron Fox R tetap menjadi daya tarik terbesar. Motor listrik ini dijual sekitar Rp20,5 juta on the road Jabodetabek dengan sistem sewa baterai.

Artinya, konsumen perlu membayar biaya sewa baterai sekitar Rp200 ribu per bulan. Sistem ini membuat harga awal motor menjadi jauh lebih murah dibanding motor listrik lain dengan spesifikasi serupa.

Reviewer menilai sistem sewa baterai masih cukup masuk akal apabila motor digunakan setiap hari untuk aktivitas rutin. Namun, jika hanya dipakai sesekali, biaya bulanan tersebut dianggap kurang ekonomis.

“Kalau sering dipakai buat kerja atau ngojek masih worth it. Tapi kalau motor kedua yang jarang dipakai jadi mikir lagi,” ujar reviewer.

Secara keseluruhan, Polytron Fox R dianggap cocok bagi pengguna yang mencari motor listrik murah dengan performa memadai untuk kebutuhan harian di perkotaan. Kecepatan tinggi, biaya operasional rendah, dan desain modern menjadi nilai jual utama motor ini.

Namun, calon pembeli tetap perlu mempertimbangkan kekurangan pada riding position, kualitas detail finishing, hingga respons tenaga yang masih terasa kurang halus dibanding beberapa kompetitornya.

Editor : Divka Vance Yandriana
#Review Polytron Fox #Polytron Fox R #motor listrik