TRENGGALEK NJENGGELEK- Samsung Galaxy A56 5G resmi hadir sebagai penerus lini Galaxy A Series yang selalu ramai peminat. Membawa desain baru yang lebih premium, chipset Exynos 1580, fast charging 45W, dan dukungan update hingga enam tahun, Samsung Galaxy A56 5G disebut tetap menjadi salah satu HP midrange paling aman untuk dibeli tahun ini. Namun, absennya fitur Galaxy AI penuh menjadi sorotan terbesar.
Animo terhadap Samsung Galaxy A56 5G memang sangat tinggi sejak pertama kali diperkenalkan di ajang MWC Barcelona awal Maret lalu. Banyak pengguna penasaran apakah HP ini benar-benar membawa peningkatan besar dibanding Galaxy A55 atau hanya sekadar penyegaran biasa.
Dalam ulasan kanal YouTube Project Review, Galaxy A56 dinilai tetap mempertahankan karakter Samsung yang fokus pada pengalaman software stabil, kamera konsisten, dan desain premium. Sayangnya, Samsung dianggap masih kurang agresif menghadapi persaingan smartphone midrange dari brand China yang terus menghadirkan inovasi besar.
Baca Juga: Motor Listrik Murah Disebut Jadi Kendaraan Masa Depan, Hemat Biaya dan Cocok untuk Kota Besar
Samsung Galaxy A56 5G Hadir dengan Desain Lebih Premium dan Ringan
Samsung membawa perubahan desain cukup signifikan pada Galaxy A56 5G. Ukurannya kini sedikit lebih tinggi dan lebar dibanding Galaxy A55, tetapi bodinya lebih tipis dan ringan.
Perubahan paling mencolok terlihat pada modul kamera belakang yang kini dibuat menyatu dalam satu frame. Desain ini disebut membuat tampilannya lebih premium dan mirip seri flagship Samsung seperti Galaxy Z Fold.
Material yang digunakan juga masih mempertahankan kesan mewah. Samsung sudah memakai Gorilla Glass Victus Plus di bagian depan dan belakang, serta frame aluminium dengan finishing brushed metal.
Galaxy A56 juga tetap dibekali sertifikasi IP67 yang membuatnya tahan debu dan air hingga kedalaman satu meter selama 30 menit. Meski belum menggunakan IP68 atau IP69 seperti beberapa kompetitor, perlindungan ini dinilai sudah cukup untuk kebutuhan mayoritas pengguna.
Pada bagian layar, Samsung meningkatkan ukuran panel dari 6,6 inci menjadi 6,7 inci. Bezel dibuat sedikit lebih tipis, sementara tingkat kecerahan layar kini mencapai 1.200 nits sehingga lebih nyaman dipakai di luar ruangan.
Secara visual, layar AMOLED 120Hz milik Galaxy A56 masih dianggap sangat nyaman untuk scrolling media sosial, menonton video, hingga bermain game.
Exynos 1580 dan One UI 7 Jadi Kekuatan Samsung Galaxy A56 5G
Samsung Galaxy A56 5G menggunakan chipset Exynos 1580 fabrikasi 4nm dengan pilihan RAM 8GB dan 12GB. Dalam pengujian benchmark, performanya mampu menembus angka 900 ribuan poin, yang tergolong tinggi untuk kelas midrange.
Meski masih banyak pengguna yang skeptis terhadap chipset Exynos, performa harian Galaxy A56 disebut sudah sangat lancar. Aktivitas multitasking, editing video ringan, hingga gaming berjalan mulus berkat optimalisasi One UI 7 berbasis Android 15.
Untuk game seperti Mobile Legends, Galaxy A56 sudah mampu menjalankan refresh rate hingga 90Hz secara stabil. Sedangkan game berat seperti Zenless Zone Zero masih bisa dimainkan dengan setting medium.
Namun saat digunakan gaming intensif selama satu jam, suhu perangkat bisa meningkat hingga di atas 40 derajat Celsius.
Di sektor baterai, Samsung tetap mempertahankan kapasitas 5.000 mAh. Peningkatan justru hadir pada pengisian daya yang kini mendukung fast charging 45W, lebih cepat dibanding generasi sebelumnya.
Samsung juga menjanjikan dukungan update software hingga enam tahun. Artinya, Galaxy A56 diprediksi masih mendapatkan pembaruan sistem sampai tahun 2031.
One UI 7 di Galaxy A56 hadir tanpa iklan dan membawa tampilan yang semakin mirip seri flagship Samsung, termasuk fitur Now Bar yang sebelumnya populer di Galaxy S Series.
Kamera Samsung Galaxy A56 5G Tetap Jadi Andalan, Tapi Galaxy AI Belum Turun
Samsung masih mempertahankan konfigurasi tiga kamera belakang berupa kamera utama 50MP, ultrawide, dan macro lens. Di kamera depan, resolusinya memang turun dibanding generasi sebelumnya, tetapi kini sudah mendukung perekaman video HDR.
Hasil foto Galaxy A56 dinilai tetap konsisten dengan karakter khas Samsung. Warna terlihat natural, dynamic range luas, dan detail tetap baik di berbagai kondisi pencahayaan.
Kamera depannya juga menjadi salah satu peningkatan paling terasa berkat fitur HDR video yang membuat hasil vlog terlihat lebih stabil dan seimbang saat melawan cahaya.
Untuk perekaman low light, white balance memang kadang berubah-ubah, tetapi kualitas videonya masih dianggap sangat baik di kelas midrange.
Samsung juga menghadirkan fitur AI seperti Best Face, Auto Trim, dan filter berbasis AI. Namun fitur Galaxy AI penuh seperti Interpreter, Notes Assist, dan kemampuan Object Eraser canggih masih belum tersedia di Galaxy A56.
Reviewer menilai Samsung sengaja membedakan fitur AI antara lini flagship dan midrange. Karena itu, pengguna yang ingin merasakan Galaxy AI secara lebih lengkap disarankan mempertimbangkan Galaxy S24 FE.
Meski begitu, Samsung Galaxy A56 5G tetap dianggap sebagai salah satu smartphone midrange paling aman untuk dipilih saat ini. Desain premium, software matang, kamera stabil, dan update panjang menjadi alasan utama mengapa seri Galaxy A tetap memiliki banyak penggemar di Indonesia.
Baca Juga: One UI 8.5 Samsung Galaxy A56 Bawa Banyak Fitur Baru, Tapi Masih Kalah dari Galaxy A57 di Bagian Ini
Editor : Cholifatun Nisak