JAKARTA - BYD Atto 1 semakin menarik perhatian pasar otomotif Indonesia setelah ditawarkan dengan harga mulai Rp199 juta. Mobil listrik mungil ini tidak hanya mengandalkan banderol yang kompetitif, tetapi juga menawarkan garansi baterai hingga 8 tahun, biaya pengisian daya yang rendah, serta berbagai fitur modern yang biasanya ditemukan pada mobil dengan harga lebih tinggi.
Dengan harga yang berada di bawah Rp200 juta, BYD Atto 1 mulai dibandingkan dengan sejumlah mobil Low Cost Green Car (LCGC). Kehadiran mobil listrik ini dinilai mampu menjadi alternatif bagi konsumen yang menginginkan kendaraan hemat energi dengan fitur lebih lengkap.
Bahkan, sejumlah dealer menawarkan program pembiayaan dengan uang muka mulai 20 persen, bunga 0 persen, hingga cicilan sekitar Rp3 jutaan per bulan.
BYD Atto 1 Tawarkan Harga Terjangkau dengan Beragam Kemudahan
Salah satu daya tarik utama BYD Atto 1 adalah harga jualnya yang dimulai dari Rp199 juta untuk varian dasar. Angka tersebut membuatnya masuk ke segmen yang selama ini didominasi mobil LCGC berbahan bakar bensin.
Selain harga, konsumen juga mendapat sejumlah keuntungan berupa garansi baterai hingga 8 tahun. Hal ini menjadi nilai tambah penting bagi calon pengguna kendaraan listrik yang masih khawatir mengenai umur baterai.
"Dengan garansi 8 tahun, konsumen tidak perlu terlalu khawatir soal daya tahan baterai," ungkap tenaga penjual dalam video promosi yang beredar.
Baca Juga: Infinix Hot 60 Pro Plus Bikin Heboh! HP 2 Jutaan Super Tipis 5,95 mm, Kamera 50 MP, AnTuTu 460 Ribu
Untuk pembelian secara kredit, tersedia opsi uang muka mulai 20 persen dari harga kendaraan. Menariknya, terdapat pula program bunga 0 persen yang membuat skema kepemilikan menjadi lebih ringan.
Data yang disampaikan dealer menunjukkan cicilan mobil ini dapat dimulai dari kisaran Rp3 jutaan per bulan, tergantung tenor dan program pembiayaan yang dipilih.
Biaya Operasional Murah Jadi Senjata Utama Mobil Listrik Ini
Selain harga beli yang kompetitif, BYD Atto 1 juga menawarkan biaya operasional yang jauh lebih rendah dibanding kendaraan konvensional.
Mobil listrik ini memiliki dua pilihan jarak tempuh, yakni sekitar 300 kilometer untuk varian standar dan hingga 380 kilometer untuk varian premium dalam kondisi baterai penuh.
Menurut penjelasan tenaga penjual, biaya pengisian daya penuh hanya sekitar Rp60 ribuan. Dengan jarak tempuh hingga ratusan kilometer, angka tersebut menjadi salah satu daya tarik terbesar bagi pengguna harian.
Tak hanya itu, kendaraan listrik juga memperoleh sejumlah insentif nonfinansial. Salah satunya adalah bebas aturan ganjil-genap di sejumlah wilayah tertentu.
Pajak tahunan kendaraan ini juga disebut sangat rendah. Dalam video promosi disebutkan bahwa pajak tahunannya berada di kisaran Rp143 ribu.
Baca Juga: HP 2 Jutaan Kamera OIS Terbaik 2026: 7 Rekomendasi Paling Worth It, Foto Makin Stabil dan Tajam!
Angka tersebut bahkan lebih murah dibanding sebagian sepeda motor bermesin konvensional yang beredar saat ini.
Fitur Modern Jadi Pembeda dari Mobil Konvensional Seharga Sama
Meski masuk kategori mobil listrik terjangkau, BYD Atto 1 dibekali berbagai fitur yang cukup lengkap.
Pada bagian eksterior, mobil ini sudah menggunakan lampu LED, velg berukuran 16 inci, spion elektrik, spoiler belakang, kamera mundur, serta sensor parkir.
Masuk ke kabin, pengguna akan menemukan layar sentuh berukuran besar yang mendukung Android Auto dan Apple CarPlay. Sistem hiburan juga mendukung aplikasi musik hingga fitur karaoke yang menjadi salah satu ciri khas mobil listrik BYD.
Baca Juga: HP Kamera 1 Jutaan Terbaik 2026: 5 Rekomendasi HP Murah Hasil Foto Jernih, Cocok Buat Sosmed
Fitur lain yang tersedia meliputi wireless charging, cruise control, kamera mundur, mode berkendara Eco, Normal, dan Sport, serta berbagai informasi kendaraan yang ditampilkan secara digital.
Jok berlapis kulit, konektivitas USB Type-A dan Type-C, serta ruang kabin yang cukup lega untuk lima penumpang turut menjadi nilai jual tambahan.
Pada baris kedua, lantai kabin dibuat rata atau flat floor, karakteristik yang umum ditemukan pada mobil listrik karena tidak memerlukan terowongan transmisi seperti kendaraan bermesin konvensional.
Dengan kombinasi harga terjangkau, biaya operasional rendah, dan fitur yang relatif lengkap, BYD Atto 1 menjadi salah satu mobil listrik yang berpotensi memperluas pasar kendaraan listrik di Indonesia.
Meski demikian, keputusan pembelian tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing konsumen, terutama terkait pola penggunaan kendaraan dan ketersediaan infrastruktur pengisian daya di wilayah tempat tinggal.
Editor : Axsha Zazhika