JAKARTA – Pasar otomotif tanah air kian memanas dengan kehadiran mobil listrik kompak yang memikat banyak perhatian, yakni VinFast VF 3. Dengan tampilan yang sekilas mirip dengan SUV legendaris Jimny, mobil ini menjadi perbincangan hangat bagi para pecinta otomotif yang mendambakan kendaraan listrik (EV) dengan harga terjangkau. Tidak heran jika banyak yang penasaran dengan performa serta fitur yang ditawarkan oleh VinFast VF 3 dalam penggunaan harian.
Secara visual, desain VinFast VF 3 memang memiliki karakter yang kuat. Mobil ini hadir dengan bentuk kotak atau boxy yang memberikan kesan tangguh, meski ukurannya tergolong mungil. Pada bagian eksterior, desainnya tampak fungsional dengan penggunaan material plastik keras (hard plastic) yang kasar pada bumper depan, belakang, hingga side body molding. Hal ini memberikan kesan "pekerja keras" dan durabilitas tinggi, meskipun harus diakui bahwa finishing ini memberikan kontras warna yang cukup mencolok dengan bodi utamanya.
Pada bagian depan, mobil ini menggunakan lampu bohlam standar dan belum dilengkapi dengan lampu kabut (fog lamp). Logo "V" yang khas terpampang jelas, diapit oleh aksen krom yang memanjang, memberikan identitas yang kuat pada mobil listrik ini. Di bagian kaki-kaki, VinFast VF 3 dibalut dengan ban berukuran 175/75 ring 16, yang menambah kesan proporsional untuk mobil berukuran ringkas.
Baca Juga: HP Kamera 1 Jutaan Terbaik 2026: 5 Rekomendasi HP Murah Hasil Foto Jernih, Cocok Buat Sosmed
Interior Minimalis yang Fungsional
Masuk ke bagian interior, Anda akan disambut dengan kabin yang dirancang secara minimalis namun modern. Penggunaan material plastik mendominasi dasbor dan door trim, yang memang disesuaikan dengan segmentasi harganya. Meski begitu, perpaduan warna dasbor yang kontras memberikan nuansa segar dan tidak membosankan.
Salah satu fitur unggulan yang membuat VinFast VF 3 menarik adalah sistem hiburan di bagian tengah. Head unit yang disematkan tidak hanya berfungsi untuk hiburan, tetapi juga berperan sebagai speedometer dan odometer. Fitur ini sudah mendukung Apple CarPlay dan Android Auto, meski masih memerlukan koneksi kabel. Bagi pengendara perkotaan, fitur-fitur dasar seperti konektivitas Bluetooth dan pengaturan AC yang mudah dijangkau sudah lebih dari cukup untuk menunjang kenyamanan harian.
Untuk posisi berkendara, mobil ini menawarkan ergonomi yang cukup baik bagi pengemudi, meski setirnya belum dilengkapi fitur tilt maupun teleskopik. Namun, kenyamanan tetap terjaga selama mobil digunakan dalam rute dalam kota yang padat. Untuk baris kedua, ruang kaki memang terasa agak sempit bagi orang dewasa dengan tinggi badan di atas 170 cm, namun masih bisa ditoleransi untuk perjalanan singkat.
Performa dan Pengalaman Berkendara
Saat diajak melaju di jalan raya, karakter tenaga instan khas mobil listrik langsung terasa. VinFast VF 3 memberikan akselerasi yang sangat responsif, terutama saat melakukan stop-and-go di tengah kemacetan kota. Setir yang ringan, yang didukung oleh pengaturan software pabrikan, membuat mobil ini sangat lincah saat bermanuver.
Dari sisi teknis, mobil ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 215 km untuk sekali pengisian daya penuh. Port pengisian daya terletak di sisi kanan dan mendukung pengisian DC, yang memudahkan pemilik untuk melakukan pengisian di stasiun pengisian kendaraan listrik umum.
Skema Kepemilikan yang Fleksibel
Salah satu poin paling krusial yang ditawarkan VinFast VF 3 adalah skema kepemilikannya. Konsumen diberikan pilihan yang fleksibel: membeli unit secara penuh dengan sistem baterai beli putus di angka Rp190 jutaan, atau memilih skema sewa baterai dengan biaya bulanan sekitar Rp2 jutaan. Pilihan ini tentu menjadi angin segar bagi konsumen yang ingin memiliki mobil listrik dengan harga lebih terjangkau di awal.
Secara keseluruhan, bagi Anda yang mencari mobil listrik untuk mobilitas dalam kota dengan desain ikonik dan biaya operasional yang efisien, VinFast VF 3 adalah kandidat yang sangat menarik. Mobil ini menawarkan keseimbangan yang pas antara harga, performa, dan gaya yang tidak dimiliki oleh kompetitor di kelasnya.
Editor : Vicky Permana Saputra