Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Review Polytron Fox 350, Motor Listrik Rp15 Jutaan yang Diklaim Lebih Baik dari Fox Air, Benarkah Sudah Layak Tinggalkan Motor Bensin?

Cholifatun Nisak • Selasa, 2 Juni 2026 | 18:12 WIB
Review Polytron Fox 350 terbaru. Simak kelebihan, kekurangan, konsumsi listrik, dan alasan motor ini disebut lebih baik dari Fox Air.
(screenshot pinterest)
Review Polytron Fox 350 terbaru. Simak kelebihan, kekurangan, konsumsi listrik, dan alasan motor ini disebut lebih baik dari Fox Air. (screenshot pinterest)

 

TRENGGALEK NJENGGELEKPolytron Fox 350 hadir sebagai penerus Fox Air yang sebelumnya menjadi salah satu motor listrik terlaris di Indonesia. Sejak peluncuran model terbaru ini, Polytron bahkan menghentikan penjualan Fox Air dan menggantikannya sepenuhnya dengan Fox 350 yang membawa berbagai pembaruan.

Perubahan tersebut membuat banyak calon konsumen penasaran. Apakah Polytron Fox 350 benar-benar lebih baik dibanding pendahulunya dan cukup meyakinkan pengguna motor bensin untuk beralih ke kendaraan listrik?

Berdasarkan pengujian langsung di berbagai kondisi jalan, motor listrik ini menawarkan sejumlah peningkatan penting, terutama pada sektor ergonomi, performa, hingga fitur yang lebih lengkap.

Posisi Duduk Lebih Nyaman Dibanding Fox Air

Salah satu keluhan terbesar pengguna Fox Air sebelumnya adalah posisi duduk yang terasa terlalu tinggi sehingga membuat kaki pengendara seperti dalam posisi jongkok.

Masalah tersebut coba diatasi Polytron pada Fox 350. Area dek kaki kini dirancang lebih rendah di sisi kanan dan kiri sehingga posisi kaki terasa lebih natural saat berkendara.

Bagi pengendara dengan tinggi badan sekitar 170 sentimeter ke atas, perubahan ini memberikan kenyamanan yang cukup signifikan. Posisi berkendara terasa lebih santai dan tidak membuat kaki cepat pegal saat digunakan dalam perjalanan harian.

Jok motor juga tergolong empuk untuk penggunaan perkotaan. Namun untuk perjalanan jarak jauh, bantalan jok dinilai masih kurang menopang area pinggang sehingga berpotensi menimbulkan rasa lelah jika digunakan berkendara dalam waktu lama.

Dari sisi penumpang, posisi behel yang berada di bawah jok juga dianggap kurang ideal dibanding desain yang menempatkan pegangan di bagian atas jok.

Baca Juga: Jajanan Khas Jawa Timur Ini Masih Jadi Buruan hingga Sekarang, Rasanya Legendaris dan Sulit Ditemukan di Daerah Lain

Suspensi dan Rem Masih Menjadi Catatan

Meski menawarkan banyak peningkatan, Polytron Fox 350 masih memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan.

Salah satunya adalah karakter suspensi yang masih terasa cukup keras. Saat melintasi polisi tidur atau jalan bergelombang, guncangan masih cukup terasa hingga ke tubuh pengendara maupun penumpang.

Jika dibandingkan dengan skutik premium bermesin bensin seperti Yamaha NMAX atau Honda PCX, tingkat kenyamanan suspensi Fox 350 dinilai belum setara.

Selain itu, performa pengereman juga mendapat sorotan. Sistem rem cakram depan dan belakang memang sudah tersedia, namun karakter pengeremannya dianggap kurang konsisten. Pada beberapa kondisi, pengendara perlu menarik tuas rem lebih dalam untuk mendapatkan daya pengereman yang optimal.

Performa Lebih Bertenaga dan Cocok untuk Mobilitas Harian

Sektor performa menjadi salah satu area yang mengalami peningkatan dibanding Fox Air.

Polytron Fox 350 menawarkan dua mode berkendara, yakni mode D dan mode S. Pada mode D, karakter akselerasi dibuat lebih halus dengan kecepatan maksimum sekitar 60 hingga 61 km/jam.

Sementara itu, mode S memberikan respons yang lebih agresif dengan kecepatan puncak mencapai sekitar 90 km/jam.

Karakter tersebut membuat pengguna dapat menyesuaikan penggunaan motor sesuai kebutuhan. Mode D cocok digunakan untuk mobilitas perkotaan yang mengutamakan efisiensi baterai, sedangkan mode S dapat dipilih ketika membutuhkan performa lebih tinggi.

Handling motor juga dinilai lebih baik berkat posisi dek yang lebih luas dan stang yang lebih lebar. Meski demikian, dimensi yang lebih besar membuat pengendara perlu lebih berhati-hati saat bermanuver di sela-sela kemacetan.

Baca Juga: DPRD Trenggalek Setujui Penyertaan Modal BPR Jwalita, Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat

Konsumsi Listrik Efisien, Jarak Tempuh Bisa Tembus 140 Km

Salah satu daya tarik utama Polytron Fox 350 adalah efisiensi energinya.

Dalam pengujian, konsumsi daya paling boros tercatat sekitar 33,8 Wh per kilometer saat menggunakan kombinasi mode D dan mode S di dalam kota.

Sementara pada penggunaan yang lebih santai dengan dominasi mode D dan memanfaatkan fitur regenerative braking, konsumsi energi mampu ditekan hingga sekitar 25 Wh per kilometer.

Dengan kapasitas baterai sekitar 3,7 kWh, angka tersebut secara teoritis memungkinkan motor menempuh jarak hingga 140 kilometer dalam sekali pengisian penuh. Hasil itu bahkan melampaui klaim resmi Polytron yang menyebut jarak tempuh mencapai 130 kilometer.

Fitur Praktis dan Bagasi Luas Jadi Nilai Tambah

Polytron Fox 350 juga dibekali sejumlah fitur yang dinilai sangat berguna dalam penggunaan sehari-hari.

Fitur cruise control membantu menjaga kecepatan motor secara konstan saat berkendara. Hill Start Assist mempermudah saat berhenti di tanjakan karena motor tidak langsung mundur ketika rem dilepas.

Selain itu terdapat regenerative braking yang membantu mengisi ulang baterai saat deselerasi sehingga meningkatkan efisiensi penggunaan energi.

Dari sisi kepraktisan, bagasi motor tergolong luas dan mampu menampung helm half face, jas hujan, hingga perlengkapan harian lainnya. Area dek kaki yang lebih besar juga memudahkan pengguna membawa barang belanjaan atau galon air.

Meski demikian, kompartemen depan masih menjadi kekurangan karena ukurannya relatif kecil dan kurang mampu menampung botol minum atau barang berukuran sedang.

Secara keseluruhan, Polytron Fox 350 menawarkan peningkatan signifikan dibanding Fox Air. Dengan harga sekitar Rp15,5 juta melalui skema sewa baterai, motor listrik ini menjadi salah satu pilihan menarik bagi masyarakat yang mulai mempertimbangkan beralih dari motor bensin ke kendaraan listrik.

Baca Juga: Samsung Galaxy A06 5G Jadi HP Samsung Paling Laris? Harga Rp1 Jutaan, Spek Makin Gahar dan Mirip Flagship

Editor : Cholifatun Nisak
#polytron fox 350 #review Polytron Fox 350 #motor listrik polytron #Polytron Fox Air #motor listrik indonesia