TRENGGALEK NJENGGALEK - Pengakuan jujur pembeli Polytron Fox 350 menjadi perhatian warganet setelah seorang pengguna motor listrik membagikan pengalaman dan alasan memilih motor tersebut sebagai kendaraan harian. Menariknya, pengguna ini bukan pendatang baru di dunia kendaraan listrik karena sebelumnya telah menggunakan motor listrik selama tiga tahun dengan jarak tempuh mencapai 16.000 kilometer.
Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube otomotif, pengguna yang dikenal sebagai Om Dono Andomo mengungkapkan berbagai pertimbangan sebelum akhirnya membeli Polytron Fox 350. Mulai dari sistem sewa baterai, performa berkendara, hingga biaya kepemilikan yang dinilai lebih ekonomis dibandingkan motor konvensional.
Pengakuan jujur pembeli Polytron Fox 350 ini menjadi menarik karena datang dari pengguna berpengalaman yang telah lama menggunakan motor listrik sebagai kendaraan sehari-hari.
Berawal dari Pengalaman Tiga Tahun Menggunakan Motor Listrik
Sebelum membeli Polytron Fox 350, Dono telah menggunakan motor listrik lain selama tiga tahun. Selama periode tersebut, motor yang digunakannya telah menempuh sekitar 16.000 kilometer.
Menurutnya, pengalaman selama tiga tahun cukup memuaskan. Ia mengaku tidak pernah mengalami mogok maupun harus menggunakan layanan towing. Bahkan kondisi kesehatan baterai atau state of health (SOH) masih berada di angka 94 persen setelah digunakan selama tiga tahun.
"Untuk baterai setelah tiga tahun dan 16.000 kilometer, SOH masih 94 persen," ungkapnya.
Pengalaman tersebut membuatnya semakin yakin untuk tetap menggunakan kendaraan listrik sebagai alat transportasi utama.
Alasan Memilih Polytron Fox 350
Salah satu faktor utama yang membuatnya tertarik pada Polytron Fox 350 adalah sistem sewa baterai yang ditawarkan.
Menurutnya, skema tersebut membuat risiko penurunan performa baterai sepenuhnya menjadi tanggung jawab produsen. Pengguna hanya perlu membayar biaya langganan tanpa harus memikirkan biaya penggantian baterai di masa depan.
Ia menyebut biaya sewa baterai sekitar Rp2,2 juta per tahun. Jika dihitung dalam jangka tiga tahun, total biaya yang dikeluarkan masih dianggap lebih ekonomis dibandingkan membeli unit dengan baterai milik sendiri.
Selain itu, baterai yang digunakan memiliki kapasitas lebih besar dibandingkan motor listrik yang sebelumnya ia gunakan.
"Risiko baterai bukan di saya, tapi di pabrikan. Itu salah satu alasan terbesar saya memilih sistem sewa baterai," ujarnya.
Baca Juga: DPRD Trenggalek Setujui Penyertaan Modal BPR Jwalita, Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat
Performa Dinilai Lebih Baik dari Generasi Sebelumnya
Dalam pengakuan jujur pembeli Polytron Fox 350 tersebut, aspek kenyamanan berkendara juga menjadi sorotan.
Ia mengaku pernah mencoba model Polytron sebelumnya dan merasa kurang cocok dengan karakter pengendaraannya. Namun setelah mencoba Fox 350, pendapatnya berubah.
Menurutnya, posisi duduk lebih nyaman, ruang kaki lebih lega, dan kualitas suspensi mengalami peningkatan dibanding generasi sebelumnya.
Bahkan ia menyebut Fox 350 layak menjadi penerus motor listrik yang selama ini digunakannya.
Selain itu, performa akselerasi juga dinilai jauh lebih baik. Motor mampu memberikan tarikan yang lebih responsif tanpa mengorbankan kenyamanan saat digunakan untuk perjalanan harian.
Sistem Pendinginan dan Teknologi Baterai Jadi Nilai Tambah
Pengguna juga menyoroti desain baterai yang tidak dapat dilepas atau non-removable.
Menurutnya, desain tersebut memiliki keuntungan karena memungkinkan sistem pendinginan bekerja lebih optimal. Baterai dilengkapi sirip pendingin yang membantu membuang panas secara lebih efektif.
Ia juga mengapresiasi penggunaan teknologi baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) yang dikenal memiliki tingkat keamanan lebih tinggi serta daya tahan yang baik untuk penggunaan jangka panjang.
Keunggulan lain yang disebutkan adalah dukungan pengisian daya cepat atau fast charging yang menurutnya menjadi nilai tambah bagi pengguna motor listrik modern.
Cocok untuk Pengguna Harian
Berdasarkan pengalaman awal menggunakan kendaraan tersebut, Dono menilai Polytron Fox 350 sangat cocok digunakan sebagai kendaraan harian.
Selain biaya operasional yang rendah, pajak tahunan motor listrik juga jauh lebih murah dibandingkan motor berbahan bakar bensin.
Ia mengungkapkan bahwa pajak tahunan motor listrik yang dimilikinya hanya sekitar Rp35 ribu. Angka tersebut dinilai sangat ringan jika dibandingkan biaya pajak kendaraan konvensional.
Selain itu, ruang penyimpanan dan area dek kaki yang lebih lapang membuat motor lebih praktis untuk membawa barang sehari-hari.
Meski demikian, ia mengakui masih perlu beradaptasi dengan sejumlah fitur digital seperti sistem keyless dan integrasi aplikasi yang tersedia pada motor tersebut.
Di akhir wawancara, ia menegaskan bahwa seluruh pendapat yang disampaikan merupakan pengalaman pribadi sebagai pengguna. Ia juga mengajak calon pembeli untuk mencari berbagai referensi sebelum menentukan pilihan motor listrik yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Editor : Gita Dwi Nuraini