TIMIKA – Rakit PC gaming Rp 12 jutaan masih menjadi pilihan menarik bagi gamer yang ingin mendapatkan performa tinggi tanpa harus mengeluarkan biaya terlalu besar. Salah satu contohnya adalah rakitan PC gaming pesanan seorang pelanggan asal Timika, Papua, yang mengutamakan performa gaming sekaligus kesiapan upgrade jangka panjang.
Rakitan PC gaming ini dirancang khusus untuk kebutuhan bermain game populer dengan resolusi Full HD. Menariknya, meski menggunakan kartu grafis bekas, performa yang ditawarkan masih tergolong kompetitif untuk berbagai game modern saat ini.
Pemilik PC menginginkan satu paket lengkap yang sudah mencakup monitor. Untuk mendukung pengalaman bermain yang lebih maksimal, dipilih monitor 24 inci ber-refresh rate 240 Hz yang cocok digunakan untuk game kompetitif seperti Counter-Strike 2 maupun Valorant.
Pada sektor dapur pacu, rakitan ini mengandalkan AMD Ryzen 5 7500F. Prosesor yang menggunakan platform AM5 tersebut memiliki konfigurasi 6 core dan 12 thread dengan kemampuan boost clock hingga 5 GHz.
Meski harga prosesor AM5 mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir, Ryzen 5 7500F masih dianggap sebagai salah satu prosesor gaming terbaik di kelas menengah. Alasan utama pemilihannya adalah potensi upgrade yang lebih panjang dibanding platform generasi sebelumnya.
Untuk motherboard, digunakan ASRock A620 yang merupakan chipset entry-level untuk platform AM5. Motherboard ini dinilai sudah cukup memadai bagi pengguna yang ingin membangun PC gaming modern tanpa menguras anggaran terlalu besar.
Sementara itu, sektor memori menggunakan RAM Kingston Fury DDR5 5600 MHz berkapasitas total 16 GB yang terdiri dari dua keping masing-masing 8 GB. Penggunaan DDR5 menjadi salah satu nilai tambah karena menawarkan performa lebih baik sekaligus relevan untuk beberapa tahun ke depan.
Penyimpanan mengandalkan SSD NVMe berkapasitas 512 GB yang mampu memberikan kecepatan baca dan tulis tinggi sehingga proses booting maupun loading game terasa lebih cepat.
Bagian yang cukup menarik perhatian adalah penggunaan kartu grafis Zotac Gaming RTX 2060 bekas. Pemilihan VGA second ini dilakukan untuk menekan biaya tanpa mengorbankan performa gaming secara signifikan.
Meski bukan lagi kartu grafis generasi terbaru, RTX 2060 masih mampu menjalankan banyak game modern dengan pengaturan grafis yang nyaman di resolusi 1080p.
Kombinasi Ryzen 5 7500F dan RTX 2060 dinilai masih menawarkan keseimbangan yang baik antara performa dan harga. Strategi ini juga memungkinkan pengguna mendapatkan platform terbaru AM5 tanpa harus mengurangi kualitas komponen utama lainnya.
Sementara itu, pendinginan prosesor dipercayakan kepada Jonsbo CR3000. Sedangkan suplai daya menggunakan PSU Segotep 650 watt bersertifikasi 80 Plus Bronze yang cukup aman untuk menopang seluruh komponen dalam sistem.
Sebelum dikirim ke Papua, rakitan PC tersebut terlebih dahulu menjalani serangkaian pengujian menggunakan game yang memang diminta oleh pemiliknya.
Beberapa judul yang diuji antara lain Counter-Strike 2, Valorant, PUBG Steam, God of War, hingga Naraka Bladepoint. Semua game tersebut telah dipasang dan diuji agar ketika unit tiba di lokasi tujuan, pemilik dapat langsung bermain tanpa perlu melakukan instalasi ulang.
Dari hasil pengujian, performa yang ditampilkan tergolong memuaskan. Game esports seperti Counter-Strike 2 dan Valorant mampu berjalan dengan frame rate tinggi sehingga dapat memanfaatkan refresh rate monitor 240 Hz secara optimal.
Sementara untuk game AAA seperti God of War dan Naraka Bladepoint, performanya masih nyaman dimainkan pada resolusi Full HD dengan pengaturan grafis yang sesuai.
Salah satu keunggulan terbesar rakitan ini bukan terletak pada kartu grafisnya, melainkan pada fondasi sistem yang sudah modern.
Dengan dukungan platform AM5 dan memori DDR5, pengguna memiliki banyak opsi upgrade di masa depan. Jika suatu saat ingin meningkatkan performa, pemilik hanya perlu mengganti kartu grafis ke RTX 4060, RTX 5060, atau bahkan seri yang lebih tinggi tanpa harus mengganti motherboard, RAM, maupun prosesor.
Konsep tersebut membuat rakitan ini dinilai memiliki value yang cukup baik di tengah kondisi harga hardware yang masih relatif tinggi.
Selain spesifikasi, proses pengiriman juga menjadi perhatian tersendiri. Paket PC lengkap beserta monitor dikirim ke Timika, Papua, menggunakan layanan ekspedisi JNE Trucking (JTR) dengan estimasi ongkos kirim sekitar Rp 1,3 juta. Waktu pengiriman diperkirakan mencapai tiga minggu hingga tiba di tangan pemilik.
Melihat spesifikasi dan hasil pengujian yang ditampilkan, rakitan PC gaming Rp 12 jutaan dengan Ryzen 5 7500F dan RTX 2060 bekas masih menjadi opsi menarik bagi gamer yang lebih mengutamakan platform jangka panjang dibanding mengejar kartu grafis terbaru dalam waktu dekat. (*)
Editor : Adinda Putri Sefiana