JAKARTA - Anggapan bahwa motor listrik hanya cocok untuk mobilitas jarak pendek atau harus dikendarai dengan mode "eco" yang lambat perlahan mulai runtuh. Sebuah eksperimen touring jarak jauh dari Jakarta menuju Bandung membuktikan bahwa kendaraan elektrik, khususnya Polytron Fox R, mampu melibas jalanan menanjak dan menempuh ratusan kilometer dengan performa yang tetap mumpuni.
Bukan sekadar mengandalkan keiritan baterai, touring ini justru mengusung konsep "anti-hemat" atau gaspol. Pengendara secara sengaja memacu motor listrik Polytron Fox R dalam mode drive dengan kecepatan tinggi, menantang mitos bahwa motor listrik akan cepat kehabisan daya jika tidak dikendarai secara santai. Hasilnya pun cukup mengejutkan, performa motor tetap terjaga meski melibas tanjakan ekstrem di jalur puncak.
Penggunaan Polytron Fox R dalam perjalanan ini juga memberikan gambaran nyata mengenai efisiensi biaya operasional. Di tengah harga BBM yang fluktuatif, biaya pengisian daya listrik untuk perjalanan jarak jauh terbukti sangat murah. Untuk menempuh jarak total yang cukup panjang, pengendara hanya perlu merogoh kocek sekitar Rp14.000 untuk pengisian daya di SPKLU PLN. Angka ini tentu sangat kontras dibandingkan dengan biaya bahan bakar minyak (BBM) dan penggantian oli yang harus dikeluarkan motor bensin untuk jarak tempuh serupa.
Baca Juga: 5 HP 2 Jutaan Terbaik Juni 2026, Redmi Note 15 Masih Jadi Raja, Poco M7 Punya Baterai 7000 mAh
Bukan Sekadar Irit: Mental "Gaspol" di Motor Listrik
Salah satu poin menarik dari perjalanan ini adalah penolakan terhadap gaya berkendara "eco-driving". Pengendara tetap memacu motor dengan kecepatan rata-rata 60 hingga 70 kilometer per jam di jalur arteri. Bahkan, pada tanjakan-tanjakan sulit, motor tetap bisa diandalkan.
Meskipun motor listrik tidak memiliki engine brake layaknya motor bensin, penggunaan rem depan dan belakang secara presisi menjadi kunci keamanan. Selain itu, pengendara melakukan beberapa modifikasi ringan pada bagian shock breaker untuk meningkatkan stabilitas dan kenyamanan, mengingat karakteristik motor listrik yang cukup responsif.
Efisiensi Biaya dan Infrastruktur Charging
Keberadaan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) milik PLN di sepanjang jalur Jakarta-Bandung menjadi faktor krusial yang mendukung touring ini. Pengendara memanfaatkan fasilitas pengisian daya cepat (fast charging) di kantor-kantor PLN wilayah Bogor hingga Raja Mandala.
Fasilitas pengisian daya yang tersedia kini semakin memadai. Dengan sistem pengisian yang cepat, pengendara hanya perlu meluangkan waktu sekitar 30 menit hingga satu jam untuk mengisi daya kembali. Ruang tunggu yang nyaman, fasilitas AC, dan keramahan petugas PLN di titik-titik pengisian menjadi nilai tambah yang membuat perjalanan motor listrik semakin praktis dan tidak melelahkan.
Tantangan Cuaca dan Kondisi Jalan
Tentu saja, perjalanan dari Jakarta menuju Bandung tidak luput dari tantangan. Kondisi cuaca ekstrem, seperti hujan deras yang mengguyur di tengah perjalanan, sempat menjadi ujian tersendiri. Namun, Polytron Fox R terbukti mampu melewati genangan air tanpa kendala teknis yang berarti pada sektor kelistrikan.
Catatan penting yang perlu diperhatikan bagi pemilik motor listrik yang ingin melakukan touring adalah kesiapan perangkat pendukung. Penggunaan top box untuk barang bawaan, jas hujan, serta pemahaman mengenai batas kemampuan baterai saat menanjak menjadi hal mutlak. Pengendara juga menegaskan pentingnya memiliki alat fast charger bawaan dan konektor yang sesuai agar proses pengisian daya di perjalanan berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Perjalanan ini membuktikan bahwa dengan infrastruktur yang mulai tumbuh dan performa motor listrik yang terus berkembang, touring jarak jauh menggunakan motor listrik bukan lagi sekadar wacana. Bagi Anda yang ingin beralih, efisiensi yang ditawarkan, baik dari segi biaya maupun kemudahan pengisian daya, menjadi modal utama untuk kenyamanan berkendara di masa depan.
Editor : Vicky Permana Saputra