JAKARTA - Pengalaman mudik naik Polytron Fox 500 dari Jakarta menuju Blitar menjadi tantangan tersendiri. Selain harus menghadapi perjalanan ratusan kilometer selama Ramadan, pengguna motor listrik juga dituntut pintar mengatur pengisian daya dan mencari Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Perjalanan mudik naik Polytron Fox 500 tersebut dibagikan oleh kreator otomotif Mas Rang yang mengantar istrinya pulang kampung ke Blitar. Berbeda dengan mudik menggunakan motor bensin, perjalanan kali ini dipenuhi rasa penasaran sekaligus kekhawatiran soal daya tahan baterai dan ketersediaan titik pengisian listrik.
Meski demikian, pengalaman mudik naik Polytron Fox 500 justru memberikan cerita menarik. Mulai dari baterai yang nyaris habis, proses mengisi daya di SPKLU, hingga biaya pengisian listrik yang ternyata jauh lebih murah dibandingkan bahan bakar konvensional.
Menjajal Mudik dengan Motor Listrik
Mas Rang mengawali perjalanan dari kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, dengan kondisi baterai Polytron Fox 500 berada di angka 97 persen.
Selama perjalanan, ia memilih menggunakan mode Drive dan Eco untuk menjaga konsumsi energi tetap efisien. Namun karena membawa penumpang dan barang bawaan, penggunaan daya baterai terasa lebih boros dibandingkan klaim pabrikan.
Saat memasuki wilayah Karawang, indikator baterai sudah turun menjadi 30 persen setelah menempuh sekitar 60 kilometer.
Kondisi tersebut membuatnya mulai mencari SPKLU terdekat menggunakan aplikasi PLN Mobile. Beruntung, tersedia titik pengisian di kawasan Klari yang menjadi lokasi pengisian daya pertama.
Baterai Tinggal 4 Persen Sebelum Menemukan SPKLU
Momen paling menegangkan terjadi ketika kapasitas baterai terus menurun hingga menyisakan 5 persen.
Dalam kondisi tersebut, sistem Polytron Fox 500 secara otomatis memaksa motor masuk ke mode Eco dan membatasi kecepatan maksimum sekitar 60 km/jam.
Ketika indikator baterai menyentuh angka 4 persen, Mas Rang mengaku mulai diliputi rasa khawatir. Apalagi jarak menuju SPKLU masih tersisa sekitar dua kilometer.
"Biasanya kalau motor bensin tidak terlalu khawatir. Tapi kalau motor listrik, masih ada rasa takut apakah bisa sampai ke tempat pengisian atau tidak," ungkapnya.
Beruntung, SPKLU di kawasan Klari berhasil ditemukan dan motor dapat segera diisi ulang.
Biaya Isi Daya Ternyata Sangat Murah
Pengalaman lain yang menarik adalah soal biaya pengisian baterai.
Saat menggunakan fasilitas SPLU, pengisian dilakukan menggunakan sistem token listrik. Dari hasil percobaan, baterai Polytron Fox 500 hanya membutuhkan sekitar 2 kWh untuk pengisian penuh.
Dengan tarif sekitar Rp3.000 per kWh, biaya yang dikeluarkan untuk mengisi baterai dari kosong hingga penuh diperkirakan hanya sekitar Rp6.000.
Namun karena sistem token minimum Rp20 ribu, sebagian saldo tidak dapat dikembalikan.
Untuk itu, pengguna disarankan memakai aplikasi PLN Mobile atau fasilitas SPKLU dengan metode pembayaran digital agar sisa saldo dapat tersimpan kembali di aplikasi.
Aplikasi Polytron EV Permudah Perjalanan Mudik
Polytron ternyata telah menyediakan aplikasi khusus bagi pengguna Fox 500.
Melalui aplikasi Polytron EV, pengguna dapat memantau kondisi baterai, suhu motor, status langganan baterai, hingga lokasi stasiun pengisian terdekat.
Menariknya lagi, aplikasi tersebut juga menyediakan rute mudik dari Jakarta menuju berbagai kota seperti Bandung, Cirebon, Semarang, Yogyakarta, hingga Surabaya.
Seluruh titik pengisian daya yang tersedia telah terintegrasi dengan Google Maps sehingga memudahkan pengguna selama perjalanan jauh.
Cruise Control Jadi Fitur Favorit
Selama melintasi jalur Pantura, Mas Rang mengaku sangat terbantu dengan fitur cruise control yang dimiliki Polytron Fox 500.
Fitur tersebut memungkinkan motor mempertahankan kecepatan konstan tanpa perlu terus memutar gas, sehingga tangan pengendara tidak cepat lelah.
Secara keseluruhan, pengalaman mudik menggunakan Polytron Fox 500 dinilai cukup menyenangkan. Meski membutuhkan perencanaan lebih matang dibandingkan motor bensin, keberadaan jaringan SPKLU yang semakin banyak membuat perjalanan jarak jauh menggunakan motor listrik semakin memungkinkan.
Editor : Axsha Zazhika