JAKARTA - Honda CUV e menjadi salah satu motor listrik yang paling banyak diperbincangkan sejak diperkenalkan PT Astra Honda Motor (AHM). Motor listrik premium tersebut menawarkan teknologi modern, rasa berkendara yang diklaim sangat natural, namun di sisi lain menuai perhatian terkait harga dan jarak tempuhnya.
Honda CUV e hadir dalam dua varian, yakni tipe standar dan versi RoadSync Duo. Harga Honda CUV e dibanderol mulai Rp54 jutaan hingga Rp59 jutaan on the road Jakarta, termasuk dua unit baterai Honda Mobile Power Pack.
Kehadiran Honda CUV e membuat persaingan motor listrik premium di Indonesia semakin menarik. Dengan desain yang berbeda dari motor listrik kebanyakan, Honda mencoba menawarkan pengalaman berkendara yang menyerupai motor bensin konvensional.
Panel TFT 7 Inci dan Fitur Canggih
Salah satu daya tarik utama Honda CUV e adalah penggunaan layar TFT full color berukuran 7 inci. Panel digital tersebut menampilkan berbagai informasi, mulai dari kecepatan, jarak tempuh, mode berkendara hingga navigasi.
Pada varian RoadSync Duo, pengendara bahkan dapat menikmati fitur navigasi lengkap yang menampilkan peta seperti Google Maps. Sistem tersebut terhubung dengan smartphone dan memungkinkan pengguna menerima panggilan telepon, mengontrol musik hingga melihat lokasi battery swap station.
Honda juga menyediakan tiga mode berkendara, yaitu Econ, Standard dan Sport. Semua pengaturan dapat diakses melalui tombol pada setang kiri dan tampilan digital yang responsif.
Baca Juga: Bukan Sekadar Juara Liga, Ini Proyek Ambisius Persib Bandung untuk Jadi Raksasa Sepak Bola Asia
Pengalaman Berkendara Disebut Paling Mirip Motor Bensin
Saat diuji di area test ride AHM, Honda CUV e memberikan impresi yang cukup positif. Posisi berkendara terasa natural dengan setang yang tidak terlalu lebar sehingga memudahkan manuver di area perkotaan.
Motor listrik ini menggunakan penggerak berkekuatan sekitar 6 kW dengan torsi mencapai 22 Nm. Dalam pengujian, kecepatan maksimal yang dicapai berada di kisaran 70 km/jam, meski secara teori mampu mendekati 80 km/jam.
Karakter akselerasinya juga disebut halus dan mudah dikendalikan. Bahkan sensasi membuka gas serta pengereman disebut sangat menyerupai motor bensin pada umumnya.
Namun demikian, suspensi Honda CUV e tergolong cukup keras. Setelan tersebut memang membuat motor lebih stabil saat bermanuver, tetapi kenyamanan saat melintasi jalan bergelombang menjadi sedikit berkurang.
Bagasi Jadi Salah Satu Kekurangan
Di balik berbagai kelebihan yang ditawarkan, Honda CUV e memiliki kompromi pada kapasitas bagasi.
Motor ini menggunakan dua baterai berkapasitas masing-masing 1,4 kWh sehingga ruang penyimpanan di bawah jok menjadi sangat terbatas. Bagasi hanya cukup digunakan untuk menyimpan jas hujan atau barang berukuran kecil.
Pengguna bahkan tidak dapat menyimpan helm maupun sepatu di dalam bagasi karena sebagian besar ruang sudah ditempati rumah baterai.
Harga Premium, Jarak Tempuh Masih Dipertanyakan
Aspek yang paling banyak menjadi perbincangan adalah perbandingan antara harga dan jarak tempuh.
Honda mengklaim CUV e mampu menempuh jarak hingga 80 kilometer dalam kondisi baterai penuh. Namun berdasarkan pengujian awal, estimasi jarak yang muncul pada panel instrumen berada di kisaran 75 kilometer.
Angka tersebut dianggap masih kalah dibandingkan sejumlah motor listrik lain yang menawarkan jarak tempuh lebih jauh dengan harga lebih terjangkau.
Meski demikian, kualitas material menjadi nilai jual utama Honda CUV e. Bodi terasa kokoh, finishing rapi, dan karakter berkendaranya disebut lebih premium dibanding sebagian besar motor listrik yang beredar di Indonesia saat ini.
Dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya, Honda CUV e tampaknya lebih menyasar konsumen yang mengutamakan kualitas, kenyamanan, serta pengalaman berkendara khas Honda dibanding sekadar mengejar jarak tempuh yang panjang.
Editor : Axsha Zazhika