JAKARTA - Honda CUV e menjadi salah satu motor listrik premium yang menarik perhatian masyarakat Indonesia. Motor listrik besutan PT Astra Honda Motor (AHM) tersebut hadir dengan berbagai fitur modern, performa bertenaga, serta teknologi RoadSync Duo yang menjadi pembeda dibanding motor listrik lainnya.
Pengalaman menggunakan Honda CUV e untuk kebutuhan harian pun mulai banyak dibagikan oleh para pengguna. Salah satunya datang dari kanal YouTube Dimzi Dims yang mencoba langsung varian tertinggi Honda CUV e RoadSync Duo dan membagikan impresinya setelah dipakai beraktivitas sehari-hari.
Menurutnya, Honda CUV e menawarkan kenyamanan berkendara yang cukup baik dengan karakter yang mirip skuter matik konvensional. Namun, ada sejumlah catatan penting yang wajib diketahui calon pembeli sebelum meminang motor listrik premium tersebut.
Ergonomi dan Suspensi Jadi Nilai Plus
Secara ergonomi, Honda CUV e memiliki posisi duduk yang disebut mirip Yamaha Grand Filano maupun Honda Stylo. Posisi berkendara terasa tegak dan nyaman digunakan untuk perjalanan harian.
Suspensi depan dan belakang menjadi salah satu aspek yang paling dipuji. Dibanding beberapa motor Honda lainnya, karakter bantingan Honda CUV e dinilai lebih nyaman baik saat digunakan sendirian maupun berboncengan.
"Produk global memang terasa berbeda. Suspensinya enak dan tidak terlalu keras," ungkapnya.
Karakter tersebut membuat motor listrik ini cocok digunakan sebagai kendaraan komuter perkotaan.
Baca Juga: Bukan Sekadar Juara Liga, Ini Proyek Ambisius Persib Bandung untuk Jadi Raksasa Sepak Bola Asia
Bagasi Kecil Jadi Kekurangan
Di balik kenyamanan yang ditawarkan, kapasitas bagasi menjadi salah satu kekurangan Honda CUV e.
Keberadaan dua baterai yang ditempatkan di bawah jok membuat ruang penyimpanan menjadi sangat terbatas. Bahkan, bagasi hanya cukup digunakan untuk menyimpan jas hujan berukuran kecil.
Hal tersebut berbeda dengan Honda ICON e yang memiliki bagasi lebih luas karena hanya menggunakan satu baterai yang ditempatkan di bagian bawah dek.
Performa 6 kW dan Torsi Instan
Honda CUV e mengandalkan motor penggerak side drive dengan tenaga sebesar 6 kW atau sekitar 7 hp. Karakter tenaga instan khas motor listrik menjadi salah satu keunggulan utama.
Pada mode Sport, seluruh tenaga langsung tersalurkan sejak putaran awal sehingga akselerasi terasa responsif. Bahkan, menurut reviewer tersebut, akselerasi awal Honda CUV e mampu memberikan sensasi yang lebih cepat dibanding motor bensin 160 cc dalam jarak pendek.
Untuk penggunaan normal, tersedia tiga mode berkendara yakni Econ, Standard, dan Sport yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengendara.
Jarak Tempuh Harus Disesuaikan
Meski memiliki performa yang cukup bertenaga, pengguna harus memperhatikan jarak tempuh.
Reviewer menyarankan agar perjalanan pulang-pergi tidak melebihi 75 km. Jika jarak komuter harian berada di kisaran 40 km pulang-pergi, Honda CUV e masih dinilai sangat ideal.
Namun untuk perjalanan yang lebih jauh, pengguna perlu melakukan perencanaan agar baterai tidak habis di tengah perjalanan.
RoadSync Duo Jadi Fitur Andalan
Fitur paling menarik dari Honda CUV e RoadSync Duo adalah sistem navigasi dan konektivitas yang terintegrasi dengan smartphone.
Pengguna dapat melihat peta secara langsung melalui panel instrumen, mengetahui lokasi battery swap station, hingga mengatur musik tanpa harus membuka ponsel.
Fitur tersebut menjadi salah satu keunggulan yang belum banyak dimiliki motor listrik lain di kelasnya.
Lebih Menarik Saat Harga Diskon
Varian tertinggi Honda CUV e RoadSync Duo memiliki harga normal sekitar Rp59 juta. Sementara tipe standar dijual sekitar Rp54 juta.
Namun pada Mei 2026, terdapat program diskon yang membuat harga motor listrik ini turun drastis hingga berada di kisaran Rp30 jutaan.
Dengan harga tersebut, reviewer menilai Honda CUV e menjadi pilihan yang cukup menarik berkat performa, fitur lengkap, biaya operasional yang hemat, serta jaringan battery swap Honda yang semakin luas.
Editor : Axsha Zazhika