JAKARTA - Honda Icon e menjadi salah satu motor listrik terbaru yang menarik perhatian masyarakat Indonesia. Dibanderol sekitar Rp28 juta, Honda Icon e disebut menawarkan pengalaman berkendara yang lebih natural dan nyaman dibandingkan Honda EM1 e yang lebih dulu hadir di pasar.
Honda Icon e bahkan disebut lebih worth it karena mampu menghadirkan sensasi berkendara layaknya skuter matik bermesin bensin. Karakter tersebut menjadi nilai lebih bagi pengguna yang ingin beralih ke kendaraan listrik tanpa perlu beradaptasi terlalu lama.
Dengan harga Rp28 jutaan, Honda Icon e sudah mendapatkan baterai dan charger dalam paket pembelian. Hal tersebut membuat motor listrik Honda ini dinilai semakin menarik bagi konsumen yang mencari kendaraan harian untuk mobilitas di perkotaan.
Posisi Berkendara Nyaman dan Lincah di Jalanan Kota
Berdasarkan impresi pengujian, posisi berkendara Honda Icon e mirip dengan Honda EM1 e. Dek kaki memang cukup tinggi karena keberadaan baterai di bagian bawah, namun masih terasa nyaman untuk pengendara dengan tinggi badan sekitar 164 cm.
Stang yang tidak terlalu lebar membuat motor ini mudah dikendalikan saat bermanuver di tengah kemacetan. Kelincahannya juga menjadi salah satu keunggulan utama Honda Icon e.
Saat diajak berpindah jalur dan melewati tikungan tajam, motor listrik ini tetap mudah dikendalikan. Bobot yang ringan membuat pengendalian terasa sangat responsif dan minim beban.
Karakter Gas Lebih Halus Dibanding Motor Listrik Lain
Honda Icon e dibekali motor listrik dengan tenaga 2,4 PS dan torsi 85 Nm. Meski angka torsinya cukup besar, tenaga yang disalurkan terasa halus dan tidak memberikan hentakan berlebihan.
Karakter ini menjadi pembeda dibandingkan sejumlah motor listrik murah yang beredar di pasaran. Bukaan gas pada Honda Icon e disebut lebih mudah diatur sehingga pengendara dapat mengontrol akselerasi dengan nyaman.
Keunggulan lainnya, pengendara masih dapat memainkan rem dan gas secara bersamaan tanpa mengurangi kenyamanan berkendara. Sensasi tersebut membuat Honda Icon e terasa seperti skutik konvensional.
"Pengendaliannya sangat natural seperti motor bensin biasa," demikian kesan yang disampaikan dalam pengujian tersebut.
Suspensi Cenderung Keras, Tetapi Jok Cukup Empuk
Di balik pengendaliannya yang lincah, suspensi Honda Icon e memiliki karakter cukup keras. Bantingan yang dihasilkan terasa lebih kaku saat melintasi jalan bergelombang.
Namun, kekurangan tersebut berhasil diimbangi oleh jok yang memiliki busa empuk sehingga kenyamanan berkendara masih tetap terjaga.
Meski wheelbase tergolong pendek, kestabilan motor saat melaju dalam kecepatan tinggi masih cukup baik. Kendati demikian, pengendara tidak disarankan melakukan manuver ekstrem atau menikung dalam kecepatan tinggi karena bodi motor mulai terasa bergoyang.
Keamanan Jadi Nilai Tambah Honda Icon e
Selain kenyamanan, aspek keamanan menjadi salah satu nilai jual utama Honda Icon e. Honda disebut menghadirkan karakter pengereman yang lebih natural dibandingkan beberapa motor listrik lain.
Respons rem terasa lembut dan mudah dikontrol sehingga memberikan rasa percaya diri bagi pengendara, terutama bagi pengguna yang baru beralih dari motor bensin ke motor listrik.
Menariknya lagi, Honda Icon e tidak menggunakan rangka eSAF seperti beberapa model skutik Honda lainnya. Hal tersebut membuat banyak pengguna merasa lebih tenang terkait kekuatan dan kestabilan struktur rangka.
Dengan karakter pengendalian yang natural, pengereman yang nyaman, serta paket pembelian yang sudah termasuk baterai dan charger, Honda Icon e menjadi salah satu pilihan motor listrik yang layak dipertimbangkan untuk kebutuhan mobilitas harian di perkotaan.
Editor : Axsha Zazhika