JAKARTA - Alva One masih menjadi salah satu motor listrik yang banyak dibicarakan di Indonesia. Motor listrik buatan dalam negeri yang berada di bawah grup Indika Energy ini dikenal memiliki desain futuristis dan performa yang tergolong kencang di kelasnya.
Alva One menawarkan karakter sporty yang berbeda dibanding sebagian besar motor listrik lainnya. Tidak hanya tampil menarik, motor ini juga dibekali tenaga besar, dua baterai, serta fitur modern yang membuatnya mampu bersaing dengan skutik premium bermesin bensin.
Meski demikian, Alva One juga memiliki beberapa kekurangan yang cukup terasa saat digunakan sehari-hari. Mulai dari posisi berkendara hingga karakter suspensi yang tergolong keras.
Desain Futuristis Jadi Daya Tarik Utama
Secara tampilan, Alva One memang berhasil mencuri perhatian. Warna bodi yang memiliki efek seperti bunglon membuat tampilannya semakin menarik ketika terkena cahaya dari sudut tertentu.
Bagian depan dilengkapi lampu LED dengan desain modern lengkap dengan daytime running light (DRL). Sementara velg dan ban berukuran 14 inci dari IRC membuat tampilannya semakin gagah.
Penggunaan lengan ayun tunggal (single arm) pada roda belakang juga memberikan kesan premium dan berbeda dari motor listrik kebanyakan.
Build quality secara keseluruhan tergolong baik, meskipun beberapa bagian plastik dinilai masih terasa kurang solid dibanding motor premium Jepang.
Fitur Modern dan Dua Baterai Sekaligus
Alva One sudah menggunakan sistem keyless dan panel instrumen digital dengan tampilan yang dapat berubah sesuai mode berkendara.
Tersedia tiga pilihan mode, yaitu Eco, Urban, dan Sport. Bahkan terdapat tombol Boost yang mampu memberikan tambahan tenaga sesaat untuk akselerasi lebih agresif.
Motor ini dibekali dua baterai yang bekerja bersamaan. Dalam kondisi ideal, Alva mengklaim jarak tempuh bisa mencapai 120 kilometer.
Namun dalam penggunaan nyata, jarak tempuh sekitar 80 hingga 100 kilometer dinilai lebih realistis.
Bagasi motor juga tergolong besar dan mampu memuat helm bawaan Alva beserta charger. Selain itu, motor ini terhubung dengan aplikasi smartphone yang memungkinkan pengguna memantau lokasi kendaraan serta kondisi baterai.
Performa Jadi Salah Satu yang Terbaik di Kelasnya
Salah satu keunggulan utama Alva One adalah performanya. Motor listrik ini menggunakan sistem mid drive dengan transmisi belt, berbeda dengan motor hub drive yang umum digunakan pada motor listrik lainnya.
Karakter akselerasi terasa halus, tetapi tetap memberikan dorongan tenaga yang kuat. Saat tombol Boost diaktifkan, performanya semakin agresif, meskipun hanya bekerja selama beberapa detik untuk mencegah overheat.
Karakter sporty tersebut membuat Alva One menjadi salah satu motor listrik favorit bagi pengguna yang menyukai akselerasi instan dan kecepatan tinggi.
Bahkan secara rasa berkendara, motor ini dinilai mampu bersaing dengan Yamaha NMAX maupun Honda PCX jika dibekali mesin bensin.
Suspensi Keras Jadi Catatan
Di balik performa yang impresif, Alva One memiliki kekurangan pada sektor kenyamanan. Suspensi bawaan terasa keras, terutama di bagian belakang.
Banyak pengguna memilih mengganti shockbreaker standar agar motor menjadi lebih nyaman digunakan sehari-hari.
Posisi kaki juga cukup melebar karena penempatan baterai di bagian tengah. Hal ini membuat pengendara maupun pembonceng terkadang kurang nyaman ketika berhenti atau saat kaki diturunkan.
Selain itu, karakter handling bawaan dinilai masih kurang maksimal. Posisi setang yang relatif pendek membuat motor terasa sedikit canggung ketika bermanuver cepat.
Alva Cervo Q Jadi Alternatif Lebih Menarik
Kini Alva menghadirkan generasi terbaru bernama Alva Cervo Q. Model terbaru tersebut sudah dibekali fitur ABS serta teknologi fast charging.
Dengan kemampuan pengisian daya dari 30 persen hingga 80 persen dalam waktu sekitar 30 menit, Alva Cervo Q dianggap menjadi pilihan yang lebih menarik bagi calon konsumen.
Meski demikian, Alva One tetap menjadi salah satu motor listrik premium yang menawarkan desain futuristis, performa kencang, serta sensasi berkendara sporty yang sulit ditandingi para rivalnya di kelas motor listrik Indonesia.
Editor : Axsha Zazhika