JAKARTA - United TX3000 menjadi salah satu motor listrik terbaru yang menarik perhatian pecinta kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. Hadir sebagai penerus dari seri TX1800, motor ini membawa sejumlah pembaruan mulai dari sektor tenaga, kapasitas baterai, hingga kenyamanan berkendara.
Dengan banderol sekitar Rp49,9 juta, United TX3000 menawarkan spesifikasi yang lebih bertenaga dibanding pendahulunya. Motor listrik ini mengusung dinamo BLDC 3.000 watt dan dibekali dua baterai lithium yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 120 kilometer dalam sekali pengisian penuh.
Desain United TX3000 sendiri masih mempertahankan tampilan khas seri TX1800. Namun terdapat sejumlah perbedaan pada sektor velg, ukuran ban, serta beberapa fitur tambahan yang membuatnya semakin menarik.
Baca Juga: Review Alva One XP di Indonesia, Motor Listrik Premium Ini Disebut Nyaman untuk Mobilitas Harian
Tampilan Mirip TX1800, Tetapi Lebih Berisi
Secara desain, United TX3000 masih mengadopsi bahasa desain skutik besar. Lampu depan sudah menggunakan teknologi LED lengkap dengan Daytime Running Light (DRL), lampu hazard, serta lampu sein yang menyatu dengan bagian depan.
Motor ini menggunakan velg berukuran 12 inci dengan ban yang lebih besar dibanding TX1800, yakni ukuran 120/70 untuk roda depan dan belakang. Dimensi ban yang lebih lebar tersebut membuat tampilannya terlihat lebih gagah.
Pada sektor pengereman, roda depan telah dibekali cakram dengan kaliper dual piston, sementara roda belakang menggunakan cakram dengan kaliper single piston.
Posisi Berkendara Nyaman untuk Touring
Salah satu keunggulan United TX3000 adalah posisi berkendara yang nyaman. Area pijakan kaki dibuat luas sehingga pengendara dapat selonjoran saat melakukan perjalanan jauh.
Posisi duduk penumpang belakang juga cukup nyaman sehingga motor ini dinilai cocok digunakan untuk touring maupun aktivitas harian.
Menariknya, bagian belakang telah dilengkapi bracket tambahan yang dapat dipasangi boks penyimpanan. Fitur ini tidak tersedia pada seri TX1800.
Suspensi belakang menggunakan per hidrolik dengan tabung tambahan yang diklaim mampu meningkatkan kenyamanan ketika melintasi jalan bergelombang.
Dibekali Motor 3.000 Watt dan Dua Baterai
Daya tarik utama United TX3000 terletak pada motor penggerak BLDC 3 kW atau 3.000 watt. Tenaga tersebut disalurkan untuk menghasilkan performa yang lebih responsif dibanding generasi sebelumnya.
Motor ini menggunakan dua baterai lithium berkapasitas 60 volt 28 Ah. Dengan kombinasi dua baterai, total kapasitas energi mencapai sekitar 3,4 kWh.
Panel instrumen digital yang dimiliki juga cukup lengkap. Pengendara dapat melihat indikator baterai secara terpisah, mode berkendara, trip meter, odometer, indikator regeneratif, hingga konsumsi arus listrik.
Tersedia tiga mode kecepatan yang dapat dipilih sesuai kebutuhan.
Pada mode pertama, kecepatan maksimal berada di kisaran 39 km/jam tanpa beban. Mode kedua mampu mencapai sekitar 62 km/jam, sedangkan mode ketiga sanggup menyentuh 96 km/jam berdasarkan pengujian tanpa beban.
Fitur Keyless hingga Speaker MP3
United TX3000 juga dibekali sistem keyless yang meningkatkan keamanan. Pengguna harus mengaktifkan remote terlebih dahulu sebelum motor dapat digunakan.
Fitur lain yang cukup unik adalah adanya speaker dan pemutar MP3 yang terintegrasi pada kompartemen depan. Selain itu, tersedia port USB untuk mengisi daya smartphone selama perjalanan.
Bagasi bawah jok juga cukup besar. Selain charger bawaan, ruang tersebut masih mampu menampung helm full face dan beberapa perlengkapan lain.
Pengisian Daya dan Kesan Berkendara
Pengisian daya dapat dilakukan langsung melalui motor maupun dengan melepas baterai untuk diisi secara terpisah. Jika dua baterai diisi bersamaan, waktu pengisian penuh diperkirakan membutuhkan sekitar empat jam.
Berdasarkan pengujian singkat, United TX3000 memberikan kenyamanan yang baik. Suspensi depan dan belakang terasa empuk, sedangkan tarikan motor cukup halus sehingga mudah dikendalikan, termasuk oleh pengendara wanita.
Meski pabrikan mengklaim jarak tempuh mencapai 120 kilometer, pengujian penggunaan dalam kondisi nyata masih akan menjadi faktor penentu apakah angka tersebut dapat dicapai secara optimal.
Editor : Axsha Zazhika