JAKARTA - Tren kendaraan listrik di Indonesia kembali mencuri perhatian setelah seorang pengguna membagikan pengalaman panjangnya menggunakan United MX 1200 selama satu bulan penuh. Motor listrik ini telah menempuh jarak sekitar 600 kilometer, menggantikan peran motor bensin yang sebelumnya ia gunakan, Honda Vario 125 tahun 2014.
Keputusan beralih ke United MX 1200 bukan tanpa alasan. Pengguna mengaku biaya perawatan motor bensin yang semakin tinggi serta harga BBM yang terus naik menjadi pemicu utama. Dalam sebulan terakhir sebelum dijual, Vario miliknya bahkan memakan biaya servis hingga Rp500 ribu. Dari situ, ia mulai mempertimbangkan motor listrik sebagai solusi hemat dan efisien.
Pilihan akhirnya jatuh pada United MX 1200 setelah membandingkan beberapa opsi seperti Yadea dan Yoinfly. Faktor desain, harga, serta build quality menjadi penentu utama. Motor ini dibanderol sekitar Rp10 juta di Bandung, dengan variasi harga lebih murah di beberapa kota lain. Selain itu, desain skuter bergaya balap membuatnya tampil berbeda dibanding kompetitor yang dinilai terlalu mirip dengan motor konvensional.
Baca Juga: Review Alva One XP di Indonesia, Motor Listrik Premium Ini Disebut Nyaman untuk Mobilitas Harian
Desain dan Performa United MX 1200
Secara tampilan, United MX 1200 mengusung desain skuter modern dengan kesan sporty. Material bodinya dinilai cukup tebal dan presisi. Dari sisi performa, motor ini dibekali dinamo 1200 watt (peak hingga 2000 watt) yang masih cukup bertenaga untuk penggunaan harian, termasuk membawa penumpang.
Motor ini juga menggunakan ban kecil 10 inci yang memberikan efek torsi lebih terasa. Namun, kekurangannya adalah rem belakang yang masih menggunakan tromol, belum cakram seperti motor listrik kelas atas.
Fitur dan Mode Berkendara
United MX 1200 memiliki tiga mode berkendara: Eco, Mode 2 (urban), dan Mode 3 (sport). Kecepatan maksimum mencapai sekitar 60 km/jam dalam kondisi penggunaan normal. Mode Eco menjadi yang paling hemat dengan kecepatan terbatas, sementara mode sport memberikan akselerasi paling agresif.
Speedometer motor ini tergolong akurat jika dibandingkan dengan GPS, dengan selisih hanya sekitar 2–3 km/jam. Namun indikator baterai dinilai kurang presisi sehingga pengguna menambahkan voltmeter eksternal untuk memantau daya lebih akurat.
Baterai SLA dan Efisiensi Biaya
Salah satu sorotan utama dari United MX 1200 adalah penggunaan baterai SLA (Sealed Lead Acid) 72V 20Ah. Jenis ini merupakan kelas paling dasar dalam motor listrik, menyerupai aki yang disusun secara seri. Kapasitasnya diklaim mampu menempuh sekitar 60–75 km, meski dalam praktiknya pengguna hanya mendapatkan sekitar 61 km per pengisian penuh.
Dari sisi efisiensi, biaya pengisian sangat murah. Dengan penggunaan harian sekitar 600 km per bulan, total konsumsi listrik hanya sekitar 15 kWh atau setara puluhan ribu rupiah saja. Jauh lebih hemat dibandingkan motor bensin yang bisa menghabiskan ratusan ribu rupiah untuk jarak yang sama.
Namun, baterai SLA memiliki kelemahan pada umur pakai yang relatif pendek, yakni 1,5 hingga 2 tahun. Selain itu, waktu pengisian juga cukup lama, sekitar 8–9 jam untuk kondisi kosong hingga penuh.
Setelah satu bulan penggunaan, United MX 1200 dinilai cukup memuaskan untuk kebutuhan mobilitas dalam kota dengan jarak pendek. Motor ini menawarkan efisiensi biaya, desain menarik, serta fitur yang cukup lengkap di kelasnya. Meski demikian, beberapa kekurangan seperti suspensi keras, baterai SLA, dan rem tromol masih menjadi catatan penting.
Editor : Axsha Zazhika