JAKARTA - Kehadiran Alfa Servo motor listrik buatan Indonesia kembali menjadi sorotan setelah tim media berkesempatan mengunjungi langsung fasilitas produksinya di Cikarang, Jawa Barat. Pabrikan ini berada di bawah naungan Grup Indika dan diklaim sebagai salah satu proyek kendaraan listrik nasional yang paling serius dikembangkan saat ini.
Alfa Servo motor listrik buatan Indonesia tidak hanya dipasarkan sebagai kendaraan listrik biasa, tetapi juga ditopang dengan fasilitas produksi lokal yang disebut telah mencapai tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sekitar 43 persen. Pihak perusahaan menegaskan bahwa desain, pengembangan, hingga perakitan dilakukan dengan kolaborasi berbagai pihak di dalam dan luar negeri.
Kunjungan langsung ke pabrik tersebut memperlihatkan bahwa Alfa Servo motor listrik buatan Indonesia diproduksi melalui sistem manufaktur modern berbasis smart factory. Proses produksi telah terintegrasi secara digital, mulai dari pengelolaan komponen, perakitan motor, hingga pengecekan akhir sebelum unit dikirim ke konsumen.
Pabrik Canggih di Cikarang dan Sistem Produksi Otomatis
Pabrik Alfa Servo yang berada di Cikarang disebut memiliki luas bangunan sekitar 12.000 meter persegi dari total lahan 17.000 meter persegi. Di dalamnya, proses produksi dirancang menyerupai sistem otomatis dengan bantuan automated guided system untuk distribusi komponen ke lini perakitan.
Menurut penjelasan pihak pabrik, kapasitas produksi fasilitas ini bisa mencapai 100.000 unit per tahun untuk seluruh lini produk. Saat ini, sistem produksi sudah mampu merakit sekitar 20 unit per jam, sehingga konsumen di wilayah Jakarta disebut bisa menerima unit dalam waktu sekitar tiga hari setelah pemesanan.
Menariknya, tenaga kerja yang digunakan juga berasal dari hasil rekrutmen dan pelatihan SMK sekitar wilayah Cikarang. Para operator mendapatkan pelatihan khusus agar mampu mengoperasikan sistem produksi modern yang berbasis standar kualitas ketat.
Smart Manufacturing dan Kontrol Kualitas Ketat
Setiap unit Alfa Servo motor listrik buatan Indonesia dipastikan melewati proses quality control berbasis teknologi. Sistem digital memungkinkan setiap proses produksi terlacak, sehingga jika terjadi masalah pada unit, riwayat produksi dapat ditelusuri secara detail.
Pabrik juga menerapkan standar torsi pengencangan berbasis sensor, sehingga setiap baut dan komponen terpasang sesuai ukuran teknis yang telah ditentukan. Hal ini dilakukan untuk memastikan kualitas dan keamanan kendaraan sebelum sampai ke tangan konsumen.
Selain itu, proses pengujian dilakukan langsung di fasilitas internal, termasuk uji fungsi, kecepatan, hingga sistem pengereman.
Uji Kemampuan: Tanjakan hingga Genangan 50 Cm
Dalam sesi pengujian, Alfa Servo menunjukkan kemampuan melewati tanjakan hingga 17 derajat. Tidak hanya itu, motor listrik ini juga diuji melewati genangan air dengan kedalaman 30 hingga 50 cm.
Pihak pabrik menjelaskan bahwa sistem kelistrikan dan drainase baterai dirancang agar air dapat cepat keluar, sehingga motor tetap aman digunakan saat melewati banjir ringan. Namun demikian, pengendara tetap disarankan berhati-hati dan tidak sengaja menerjang banjir demi alasan keselamatan.
Target Produksi dan Distribusi Cepat
Dengan sistem produksi yang sudah berjalan, Alfa Servo menargetkan distribusi cepat ke konsumen tanpa inden panjang. Bahkan untuk wilayah tertentu, pengiriman disebut bisa dilakukan dalam hitungan hari.
Pabrik ini juga menegaskan bahwa sebagian besar komponen sudah diproduksi di dalam negeri, termasuk rangka, suspensi, dan sistem pengereman, sementara beberapa komponen elektronik masih mengandalkan impor.
Editor : Divka Vance Yandriana