JAKARTA - Honda Icon e menjadi salah satu motor listrik terbaru yang tengah menarik perhatian pecinta otomotif di Indonesia. Dalam sesi test ride yang dilakukan tim motor Fis, Honda Icon e langsung diuji dari berbagai aspek mulai dari kenyamanan, handling, hingga performa harian di jalanan perkotaan. Motor ini juga hadir bersamaan dengan model lain seperti Honda CUVE yang ikut diperkenalkan sebagai bagian dari lini kendaraan listrik Honda.
Dalam pengujian tersebut, Honda Icon e disebut sebagai motor listrik yang dirancang untuk kebutuhan mobilitas harian di perkotaan. Dimensinya yang kompak membuat motor ini mudah dikendalikan di jalan sempit maupun saat menghadapi kemacetan. Bobotnya yang hanya sekitar 89 kg (tanpa baterai) juga menjadi nilai tambah, sehingga pengendara merasa lebih ringan saat bermanuver di kepadatan lalu lintas.
Selain itu, Honda Icon i juga dinilai memiliki karakter berkendara yang ramah pengguna, terutama bagi pemula. Tinggi jok yang hanya 742 mm membuat pengendara dengan postur rata-rata 170 cm dapat menapak dengan mudah. Hal ini membuat motor ini terasa lebih aman dan stabil, terutama saat berhenti di lampu merah atau kondisi lalu lintas padat.
Desain Kompak dan Fungsional untuk Harian
Secara desain, Honda Icon i mengusung konsep motor listrik praktis dengan dek kaki yang sangat lega. Ruang ini bahkan cukup untuk membawa barang seperti galon air mineral atau dus kecil, menjadikannya unggul untuk kebutuhan harian. Selain itu, motor ini juga dilengkapi bagasi berkapasitas 21 liter yang mampu menampung helm, tas, hingga perlengkapan kecil lainnya.
Fitur tambahan seperti laci depan dengan port USB Type-A juga menjadi nilai lebih. Pengguna dapat mengisi daya smartphone saat berkendara. Tidak hanya itu, terdapat juga gantungan barang di bagian tengah yang menambah aspek kepraktisan.
Performa dan Pengendalian di Jalan
Dari sisi performa, Honda Icon i dibekali motor listrik hub drive dengan tenaga maksimum sekitar 1,81 kW atau setara 2,46 PS. Torsi puncaknya mencapai 85 Nm yang hadir di putaran rendah, membuat akselerasi awal terasa cukup responsif untuk penggunaan dalam kota.
Motor ini memiliki dua mode berkendara, yaitu Economical dan Standard. Mode Economical dirancang untuk efisiensi daya, namun memiliki respons gas yang lebih lambat. Sementara mode Standard memberikan tenaga lebih responsif dengan kecepatan puncak mencapai sekitar 58–59 km/jam.
Namun, terdapat catatan pada sistem pengereman. Saat tuas rem ditekan, tenaga motor langsung terputus sehingga sedikit mengganggu pengendalian dalam kondisi tertentu seperti macet atau jalan menurun. Meski begitu, secara umum motor ini masih nyaman digunakan untuk mobilitas harian.
Baterai, Charging, dan Efisiensi
Sektor baterai menjadi salah satu sorotan utama pada Honda Icon i. Motor ini menggunakan baterai lithium 48 volt dengan kapasitas 30,6 Ah yang sudah memiliki standar keamanan UN R136. Artinya, baterai ini telah diuji untuk keamanan tinggi termasuk risiko overheat dan ledakan.
Sistem pengisian daya dibuat fleksibel dengan dua opsi, yaitu direct charging langsung ke motor atau melepas baterai untuk diisi di rumah. Waktu pengisian dari 0 hingga 100 persen memakan waktu sekitar 7 jam 20 menit. Sementara dari 25 hingga 75 persen hanya sekitar 3 jam 30 menit.
Dengan konsumsi daya yang efisien dan desain yang praktis, Honda Icon i dinilai cocok untuk pengguna dengan mobilitas harian seperti pelajar, pekerja kantoran, hingga pengantaran jarak dekat di bawah 50 km per perjalanan.
Editor : Divka Vance Yandriana