JAKARTA – Eco Mine One Pro menjadi salah satu smartphone Android yang paling banyak diperbincangkan belakangan ini. Bukan karena spesifikasi yang tinggi, melainkan karena desain uniknya yang berbeda dari kebanyakan ponsel Android di pasaran.
Hadir dengan konsep futuristis, Eco Mine One Pro menawarkan kamera flip, sistem operasi ganda, hingga fitur internet gratis berbasis kecerdasan buatan (AI).
Namun di balik keunikan tersebut, terdapat sejumlah catatan yang membuat calon pembeli perlu berpikir dua kali.
Desain Jadi Daya Tarik Utama
Saat pertama kali dibuka, Eco Mine One Pro langsung mencuri perhatian lewat desain kotak yang ringkas dan minimalis. Smartphone ini tampil dengan warna Jet Black serta bobot yang tergolong ringan, yakni sekitar 136 gram.
Keunikan paling mencolok terletak pada modul kameranya yang bisa diputar ke depan maupun ke belakang. Dengan sistem kamera flip tersebut, pengguna dapat memanfaatkan kamera utama untuk kebutuhan selfie maupun fotografi biasa.
Dalam paket penjualannya, pengguna mendapatkan pelindung layar tambahan berupa tempered glass dan screen protector, kabel USB-C braided, serta soft case transparan.
Meski terlihat premium, Eco Mine One Pro tidak menyertakan adaptor pengisian daya di dalam kotak penjualan, mengikuti tren yang kini banyak diterapkan produsen smartphone.
Dual OS Jadi Pembeda
Salah satu fitur yang membuat Eco Mine One Pro berbeda adalah keberadaan dua sistem operasi dalam satu perangkat.
Selain menjalankan Android 15, smartphone ini juga dibekali sistem operasi khusus bernama Eco AIOS. Pengguna dapat berpindah sistem operasi melalui tombol khusus yang tersedia di sisi perangkat.
Pada mode Eco AIOS, pengguna akan menemukan berbagai layanan berbasis kecerdasan buatan yang menjadi andalan perangkat ini.
Beberapa aplikasi AI yang tersedia antara lain AI Chat, AI Podcast, AI Translate, AI Study, dan AI Note.
AI Chat memungkinkan pengguna berinteraksi dengan model kecerdasan buatan untuk menjawab berbagai pertanyaan. Sementara AI Podcast mampu mengubah artikel, PDF, maupun teks menjadi audio layaknya podcast.
Fitur AI Study juga cukup menarik karena dapat membantu menyelesaikan soal pelajaran hanya dengan memotret pertanyaan menggunakan kamera.
Klaim Internet Gratis Jadi Sorotan
Fitur yang paling banyak menarik perhatian publik adalah adanya layanan internet gratis yang disebut NovaLink.
Namun setelah ditelusuri, internet gratis tersebut ternyata hanya dapat digunakan pada aplikasi AI yang tersedia di Eco AIOS. Fitur ini juga tidak berlaku untuk penggunaan internet secara umum seperti media sosial, streaming video, atau browsing bebas.
Selain itu, Eco Mine One Pro mengandalkan teknologi virtual SIM (V-SIM) yang memungkinkan pengguna mengakses layanan data internasional tanpa harus membeli kartu SIM lokal saat bepergian ke luar negeri.
Meski terdengar menarik, biaya paket data internasional yang ditawarkan dinilai cukup mahal. Beberapa paket bahkan mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah tergantung wilayah dan kebutuhan penggunaan.
Layar AMOLED, Performa Masih Standar
Eco Mine One Pro dibekali layar AMOLED berukuran 4,02 inci dengan resolusi 1240 x 1080 piksel serta refresh rate 90Hz.
Kualitas warna yang dihasilkan cukup baik dan tajam. Bahkan layar perangkat ini telah menggunakan perlindungan safir yang diklaim lebih kuat dibanding kaca biasa.
Untuk dapur pacunya, smartphone ini mengandalkan chipset MediaTek Helio G99 yang dipadukan RAM 8 GB dan penyimpanan internal 256 GB.
Spesifikasi tersebut sebenarnya masih cukup untuk kebutuhan sehari-hari seperti media sosial, chatting, hingga multitasking ringan.
Namun untuk perangkat yang dibanderol hampir Rp18 juta, performanya dianggap kurang kompetitif dibanding pesaing di kelas harga yang sama.
Kamera dan Baterai Jadi Titik Lemah
Meski mengusung konsep kamera flip yang unik, kualitas hasil foto dari sensor Sony 50 MP dinilai biasa saja.
Perekaman video juga hanya mendukung resolusi Full HD 30 fps dan belum menawarkan stabilisasi yang optimal saat digunakan berjalan atau membuat vlog.
Selain kamera, sektor baterai juga menjadi perhatian. Eco Mine One Pro hanya dibekali baterai berkapasitas 2.200 mAh.
Dalam pengujian penggunaan harian, daya tahan layar aktif atau screen on time hanya berkisar 2,5 jam. Pengisian daya dari kosong hingga penuh membutuhkan waktu sekitar satu jam.
Harga Jadi Faktor Penentu
Jika dilihat dari sisi inovasi, desain, dan konsep yang ditawarkan, Eco Mine One Pro memang berhasil tampil berbeda di tengah pasar smartphone Android yang cenderung seragam.
Namun harga menjadi tantangan terbesar. Berdasarkan informasi di situs resminya, smartphone ini dibanderol sekitar Rp17,8 juta dalam masa preorder.
Dengan spesifikasi yang tergolong menengah, banyak calon konsumen mempertanyakan apakah harga tersebut sebanding dengan fitur yang ditawarkan.
Meski demikian, bagi pengguna yang mengutamakan desain unik, fitur AI terintegrasi, serta pengalaman berbeda dari smartphone pada umumnya, Eco Mine One Pro tetap menjadi perangkat yang menarik untuk dilirik. (*)
Editor : Isna Dzikirianti