JAKARTA - Honda Brio Satya 2026 masih menjadi salah satu mobil LCGC yang paling diminati masyarakat Indonesia. Selain desain yang kompak dan konsumsi bahan bakar yang irit, mobil ini juga menawarkan beberapa pilihan varian yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran konsumen.
Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah perbedaan antara Honda Brio Satya 2026 tipe S CVT dan tipe E CVT. Pasalnya, kedua varian ini memiliki selisih harga sekitar Rp28 juta, namun sekilas terlihat sangat mirip baik dari sisi desain maupun spesifikasi mesin.
Bagi calon pembeli Honda Brio Satya 2026, memahami perbedaan kedua tipe ini penting agar tidak salah memilih varian yang sesuai kebutuhan.
Mesin dan Performa Tidak Ada Perbedaan
Jika berbicara soal performa, Honda Brio Satya tipe S CVT maupun tipe E CVT sebenarnya menggunakan mesin yang sama.
Keduanya dibekali mesin bensin 1.200 cc empat silinder SOHC yang mampu menghasilkan tenaga hingga 90 PS pada 6.000 rpm dan torsi maksimal 110 Nm pada 4.800 rpm. Tenaga tersebut disalurkan ke roda depan melalui transmisi otomatis CVT.
Dengan spesifikasi yang identik, performa akselerasi, konsumsi bahan bakar, serta karakter berkendara kedua model ini tidak memiliki perbedaan berarti.
Perbedaan Eksterior yang Paling Mencolok
Perbedaan pertama terlihat pada bagian lampu depan.
Honda Brio Satya tipe S CVT masih menggunakan lampu senja LED biasa yang posisinya berada di bagian bawah. Sementara tipe E CVT sudah mendapatkan Daytime Running Light (DRL) yang berada di bagian atas lampu utama sehingga tampil lebih modern dan agresif.
Selain itu, Brio E juga memperoleh velg two-tone polished yang terlihat lebih sporty. Sedangkan Brio S masih menggunakan velg berwarna silver polos.
Di bagian kap mesin, tipe E juga sudah dilengkapi peredam mesin meski hanya sebagian. Fitur ini tidak tersedia pada tipe S.
Sementara pada bagian belakang, perbedaan paling mudah dikenali adalah keberadaan rear wiper. Honda Brio Satya tipe E sudah dibekali wiper belakang, sedangkan tipe S belum memilikinya.
Menariknya, kedua tipe tetap mendapatkan sensor parkir belakang dua titik sebagai fitur standar.
Interior Brio E Lebih Lengkap
Masuk ke dalam kabin, perbedaan kembali terlihat cukup jelas.
Honda Brio Satya tipe S hadir dengan desain dashboard serba hitam tanpa aksen tambahan. Setirnya juga masih polos tanpa tombol pengaturan audio.
Sementara itu, tipe E memperoleh sentuhan aksen silver pada dashboard yang membuat tampilannya terasa lebih premium. Setirnya juga sudah dilengkapi audio steering switch yang memudahkan pengemudi mengatur sistem audio tanpa melepaskan tangan dari kemudi.
Selain itu, sun visor pada tipe E sudah dilengkapi kaca cermin untuk pengemudi dan penumpang depan. Fitur sederhana ini tidak tersedia pada tipe S.
Meski demikian, ukuran head unit kedua model tetap sama, begitu pula dengan sistem AC digital yang sudah tersedia bahkan pada varian termurah.
Baris Kedua dan Bagasi Nyaris Identik
Pada area kursi belakang, perbedaan kembali terbilang minim.
Tipe E mendapatkan tambahan seatback pocket di belakang kursi depan serta grab handle untuk penumpang belakang. Sedangkan tipe S belum memiliki fitur tersebut.
Di luar itu, ruang kaki, headroom, kapasitas kabin, hingga konfigurasi kursi tetap sama.
Bagasi kedua model juga identik. Keduanya menawarkan ruang penyimpanan yang cukup besar untuk ukuran mobil LCGC dan sudah dilengkapi ban cadangan di bawah lantai bagasi.
Mana yang Lebih Layak Dipilih?
Bagi konsumen yang mencari mobil pertama dengan harga paling ekonomis, Honda Brio Satya tipe S CVT masih menjadi pilihan menarik karena menawarkan mesin, performa, dan kenyamanan yang sama dengan tipe E.
Namun bagi yang menginginkan tampilan lebih modern serta fitur tambahan seperti DRL, rear wiper, audio steering switch, aksen interior premium, dan velg two-tone, maka Honda Brio Satya tipe E CVT bisa menjadi pilihan yang lebih menarik.
Pada akhirnya, keputusan kembali pada kebutuhan dan anggaran masing-masing konsumen. Sebab secara fundamental, kedua varian Honda Brio Satya 2026 tetap menawarkan karakter yang sama sebagai city car yang irit, lincah, dan mudah digunakan untuk aktivitas harian.
Editor : Divka Vance Yandriana