TRENGGALEK NJENGGELEK - Era baru mobilitas ramah lingkungan di tanah air kini kedatangan penantang berat yang siap menggeser dominasi skutik konvensional. Melalui perkenalan merek global di bawah bendera CF Moto, lini kendaraan otonom berlabel Zeeho sukses menggemparkan pasar domestik. Menawarkan performa ekstrem yang jarang ditemui pada kendaraan bertenaga setrum biasa, unit ini langsung dinobatkan sebagai kandidat kuat Motor Listrik Tercepat di Indonesia berkat semburan akselerasi instan yang menakjubkan.
Antusiasme kaum urban terhadap kendaraan otonom premium ini sangat besar lantaran membawa lompatan teknologi yang revolusioner. Lini Zeeho dari CF Moto ini dirancang dengan standar kualitas tinggi khas pabrikan global yang biasa merakit moge papan atas, termasuk kemitraan strategis dengan brand otomotif asal Austria. Tidak heran jika Motor Listrik Tercepat di Indonesia ini tidak hanya menjual efisiensi baterai, melainkan juga durabilitas material bodi dan penyelesaian akhir yang sangat presisi di setiap sudutnya.
Ketertarikan para pencinta kecepatan dipicu oleh kedewasaan racikan sasis dan sistem penggerak yang dibawa oleh Motor Listrik Tercepat di Indonesia ini. Desain eksteriornya tampil sangat keluar dari pakem, menyerupai kendaraan konsep masa depan yang kerap muncul dalam film fiksi ilmiah. Dengan kombinasi performa liar yang dikontrol dengan sangat matang, unit ini siap memberikan pengalaman berkendara yang belum pernah dirasakan sebelumnya di aspal tanah air.
Desain Out of the Box dan Ergonomi Nyaman Kelas Premium
Melihat tampilannya secara langsung, bodi luar skutik ini mengusung konsep futuristik dengan bentuk spakbor depan masif yang hampir menutupi setengah lingkaran roda berdiameter 12 inci. Fasia depannya dilengkapi lampu utama LED berdimensi besar yang berpadu manis dengan garis DRL yang tajam. Pada bagian buritan, lampu sein diletakkan menggantung mirip sayap pesawat (winglet) berlubang, sementara lampu rem tersembunyi rapi di bawah jok model melayang (floating seat), memberikan kesan estetika yang sangat berani dan radikal.
Meskipun secara dimensi fisiknya tergolong kompak seperti skutik harian perkotaan, posisi berkendara yang disajikan sangat santai dan memanjakan pengendara. Desain joknya dirancang lebar dengan busa tebal yang empuk, ditunjang dek kaki yang lapang sehingga memungkinkan kaki pengendara selonjoran dengan maksimal ke area depan. Seluruh komponen fungsional diletakkan secara terpusat di area tengah bodi untuk menghasilkan pusat gravitasi yang ideal, membuat bobot total kendaraan seberat 120 kilogram ini tetap terasa sangat lincah dan enteng saat diajak bermanuver tajam di kemacetan kota.
Pada area kemudi, panel instrumen digital minimalis berbentuk kotak dapat diaktifkan tanpa anak kunci konvensional, melainkan menggunakan kartu pintar berbasis teknologi NFC. Tombol-tombol kontrol pada setang dibuat sangat premium dengan umpan balik yang lembut layaknya tombol pada sepeda motor mewah Eropa. Pengendara dapat dengan mudah mengakses berbagai informasi berkendara, melakukan pengaturan menu, hingga mengaktifkan fitur penahan kecepatan otomatis atau cruise control saat melintasi trek lurus yang panjang.
Performa Monster dengan Manajemen Pendingin Cairan
Dapur pacu kendaraan otonom ini mengandalkan dinamo listrik berkekuatan standar 5 kW dengan lonjakan daya puncak mencapai 12,5 kW. Hebatnya, sistem penggerak ini disokong oleh mekanisme pendinginan cairan tangguh yang menggunakan komponen radiator di kolong depan untuk menjaga suhu dinamo tetap stabil. Di atas kertas, torsi maksimal yang mampu dimuntahkan menyentuh angka fantastis 218 Nm, sebuah angka monster yang setara dengan dua kali lipat torsi motor sport berkubikasi 1.000 cc.
Penyaluran tenaga ke roda belakang dikawal oleh sistem sabuk (belt) dan lengan ayun kokoh yang mampu menyalurkan tenaga secara responsif namun tetap halus pada bukaan gas pertama. Tersedia tiga mode berkendara dinamis: mode Eco dengan batas kecepatan 60 kilometer per jam, mode Street untuk kelincahan harian hingga 76 kilometer per jam, dan mode Sport yang mampu melesat kilat hingga batas kecepatan maksimal 97 kilometer per jam. Akselerasi dari posisi diam hingga kecepatan 50 kilometer per jam sanggup dituntaskan dalam waktu kurang dari 3 detik saja.
Sektor daya disokong oleh dua buah baterai berspesifikasi 69 Volt 32 Ah yang diletakkan di bawah kompartemen jok. Dalam pengujian dengan mode efisiensi, kedua baterai tersebut sanggup menempuh jarak total hingga 190 kilometer dengan waktu pengisian daya yang relatif singkat, yakni sekitar 4 jam. Kinerja pengereman roda depan telah dikawal oleh kaliper Brembo performa tinggi yang sangat pakem, memberikan jaminan keamanan optimal untuk mengimbangi keliaran tenaga yang dihasilkan oleh skutik listrik premium ini.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula