Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

First Ride Yamaha Neos 2026: Sensasi Berkendara Halus ala Motor Konvensional, Siap Jegal Dominasi Spesifikasi Honda EM1 e:!

Cholifatun Nisak • Jumat, 26 Juni 2026 | 22:23 WIB
Impresi perdana First Ride Yamaha Neos. Skuter listrik lincah dengan posisi berkendara ergonomis, dek karet keset, dan bagasi yang muat helm!
Impresi perdana First Ride Yamaha Neos. Skuter listrik lincah dengan posisi berkendara ergonomis, dek karet keset, dan bagasi yang muat helm!

 

TRENGGALEK NJENGGELEK– Pasar motor listrik tanah air kedatangan penantang baru dari pabrikan garpu tala, yaitu Yamaha Neos. Setelah sempat diperkenalkan pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS), motor listrik kompak ini sukses menarik perhatian para pencinta otomotif. Banyak yang penasaran bagaimana performa murninya di atas aspal jika dikomparasikan dengan pionir motor listrik jepangan yang sudah beredar luas, terutama dari sektor fungsionalitas harian serta detail spesifikasi Honda EM1 e:.

Melalui sesi pengujian First Ride eksklusif di area test ride terbatas, karakteristik asli dari Yamaha Neos akhirnya terungkap. Berbeda dengan mayoritas motor listrik asal Cina yang cenderung menyemburkan tenaga instan secara agresif dan menghentak, Yamaha berhasil meramu skuter listrik ini dengan penyaluran tenaga yang sangat halus. Karakteristik ini dirancang sedemikian rupa agar pengendara konvensional tidak kaget saat beralih ke kendaraan ramah lingkungan.

Berikut adalah impresi berkendara lengkap mengenai posisi berkendara, performa dinamo, hingga kenyamanan suspensi dari Yamaha Neos:

Baca Juga: Komparasi Yamaha NMAX Neo S vs NMAX Turbo Varian Termurah 2026, Selisih Rp 4 Juta Tapi Fitur Ini Bikin Kaum Mendang-mending Pusing!

Posisi Berkendara yang Akomodatif untuk Berbagai Postur Tubuh

Menilik sisi ergonomi, Yamaha Neos mengusung tinggi jok 795 mm. Angka ini merupakan standar model global Yamaha yang dirancang agar tetap nyaman saat ditunggangi oleh postur tubuh orang Eropa yang jangkung, maupun postur tubuh orang Asia yang cenderung lebih pendek. Bagi pengendara dengan tinggi badan 165 cm, posisi kaki memang akan sedikit berjinjit, namun berkat lekukan jok bagian depan yang mengerucut, motor ini tetap sangat mudah dikendalikan dan tidak merepotkan sama sekali.

"Posisi stang dirancang lumayan tinggi dan menekuk ke arah dalam, menciptakan jarak yang aman antara dengkul dan stang sehingga tidak mudah mentok saat bermanuver di tikungan tajam. Menariknya lagi, area dek kaki yang luas dilapisi oleh material karet asli—bukan plastik PP kasar—sehingga memberikan cengkeraman sepatu yang sangat keset dan tidak licin," tulis laporan langsung dari tim penguji otomotif.

Kenyamanan posisi berkendara ini dinilai sangat proporsional untuk mengakomodasi mobilitas komuter. Meskipun karakter busa joknya terasa sedikit padat, hal tersebut tertutupi oleh tata letak segitiga berkendara yang ergonomis.

Sensasi Tarikan Gas yang Halus dengan Dua Mode Berkendara

Berbicara dapur pacu, Yamaha Neos mengandalkan dinamo penggerak model direct hub drive berkapasitas 2 kW yang terpasang langsung di dalam tromol roda belakang. Konsep penggerak langsung ini sebenarnya serupa dengan spesifikasi Honda EM1 e:. Di atas kertas, motor ini ditenagai baterai lithium-ion 51,1V 22,2Ah yang menghasilkan torsi maksimal sebesar 8,3 Nm.

Saat tuas gas diputar, respons yang dihasilkan terasa sangat smooth dan linear layaknya mengendarai motor matik bermesin bensin. Motor ini menyediakan dua pilihan mode berkendara, yakni Eco dan Normal. Pada mode Eco, penyaluran tenaga akan tertahan demi menghemat daya dengan kecepatan puncak tanpa beban mentok di 40 km/jam. Sementara pada mode Normal, motor dapat melaju hingga kecepatan 50 km/jam tanpa beban (atau sekitar 45 km/jam dengan beban pengendara).

Meski catatan kecepatan puncak 45 km/jam ini terasa kurang bertenaga jika dipakai untuk menyalip kendaraan di rute arteri perkantoran yang padat, performa tersebut sudah sangat ideal untuk kebutuhan mobilitas santai di dalam kompleks perumahan, mengantar anak sekolah, atau pergi ke minimarket terdekat. Jarak tempuh maksimalnya sendiri berada di angka 37 km untuk penggunaan satu unit baterai.

Handling Lincah dan Kompartemen Bagasi Muat Helm

Keunggulan mutlak dari dimensi Yamaha Neos yang ringkas dan kecil ini berdampak positif pada sisi pengendalian (handling). Bobotnya yang ringan membuat motor sangat lincah diajak meliuk-liuk ataupun melakukan putaran balik di area sempit. Sektor kaki-kaki menggunakan profil ban lebar berdiameter ring 13 inci mirip kepunyaan NMAX, memberikan stabilitas ekstra saat motor menikung.

Untuk sektor peredaman, suspensi teleskopik depan dan suspensi tunggal di belakangnya terasa sedikit kaku (stiff) ketika melibas jalanan bergelombang atau paving block, yang kemungkinan dipengaruhi oleh tekanan angin ban bawaan yang terlalu tinggi. Namun saat diuji statis, ayunan suspensinya sebenarnya tergolong empuk. Menutup sesi impresi, Yamaha Neos memberikan kejutan fungsional di mana ruang bagasi bawah joknya terbukti sanggup menampung satu buah helm berukuran sedang secara pas, asalkan motor hanya menggunakan konfigurasi satu unit baterai tunggal.

Baca Juga: Kupas Detail Mewah NMAX Neo Matte Blue 2026, Skutik Rp 30 Jutaan dengan Sentuhan Forged Carbon yang Bikin Spesifikasi Honda EM1 e: Makin Ketinggalan Zaman!

Editor : Cholifatun Nisak
#Spesifikasi Honda EM1 e: #First Ride Yamaha Neos #Yamaha NEOS #Motor Listrik Yamaha #review motor listrik