Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Veda Ega Pratama Tampil Gemilang di Moto3 Belanda 2026, Sempat Pimpin Balapan Sebelum High Side di Assen

M. Helmi Nurhisam • Selasa, 30 Juni 2026 | 19:05 WIB

 

Veda Ega Pratama sempat memimpin Moto3 Belanda 2026 sebelum mengalami high side di Assen dan gagal finis. (Pinterest)
Veda Ega Pratama sempat memimpin Moto3 Belanda 2026 sebelum mengalami high side di Assen dan gagal finis. (Pinterest)

Trenggalek Njenggelek - Veda Ega Pratama Tampil Gemilang di Moto3 Belanda 2026, Sempat Pimpin Balapan Sebelum High Side di Assen

Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama kembali menunjukkan potensinya di ajang Moto3 musim 2026. Meski gagal menyelesaikan balapan akibat kecelakaan, rider Honda Team Asia itu sukses mencuri perhatian setelah sempat memimpin jalannya Moto3 Belanda di TT Circuit Assen.

Penampilan Veda menjadi salah satu sorotan utama sepanjang balapan. Berbekal start dari posisi ketujuh, pembalap asal Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta tersebut tampil percaya diri dan mampu bersaing dengan para pembalap yang lebih berpengalaman.

Meski hasil akhirnya kurang memuaskan, aksi Veda membuktikan bahwa dirinya memiliki kemampuan untuk bertarung memperebutkan podium bahkan kemenangan pada ajang Moto3.

Baca Juga: Rekomendasi HP Realme Rp3-4 Jutaan Terbaik 2026, Ini 10 Pilihan Paling Worth It untuk Gaming dan Fotografi

Start Meyakinkan dari Baris Ketiga

Veda memulai balapan dari posisi ketujuh setelah tampil kompetitif sepanjang sesi kualifikasi. Catatan waktu 1 menit 40,690 detik menempatkannya di baris ketiga bersama para pembalap terbaik lainnya.

Begitu balapan dimulai, Veda langsung tampil agresif. Ia perlahan memperbaiki posisi hingga berhasil masuk tiga besar hanya dalam dua putaran pertama.

Kecepatan yang konsisten membuat pembalap Indonesia itu mampu memberikan tekanan kepada para rival seperti David Almansa, Maximo Quiles, dan Hakim Danish.

Berhasil Memimpin Balapan

Momentum terbaik Veda hadir pada putaran keempat ketika berhasil mengambil alih posisi pertama.

Keberhasilannya memimpin balapan menjadi pencapaian penting karena jarang ada pembalap Indonesia yang mampu berada di posisi terdepan dalam balapan Moto3.

Namun persaingan di kelompok depan berlangsung sangat ketat. Selisih waktu antarpembalap sangat tipis sehingga posisi terus berganti hampir di setiap tikungan.

Memasuki putaran keenam, beberapa rival mulai menyalip Veda sehingga posisinya turun. Meski demikian, ia masih berada dalam rombongan yang berpeluang memperebutkan podium.

Insiden High Side di Putaran Kedelapan

Harapan meraih poin akhirnya sirna saat memasuki putaran kedelapan.

Ketika keluar dari tikungan empat menuju tikungan lima, motor Honda NSF250RW yang dikendarai Veda kehilangan traksi. Kondisi tersebut menyebabkan motor mengalami high side hingga pembalap Indonesia itu terlempar dari tunggangannya.

Veda tidak mengalami cedera serius dan langsung berjalan menuju pit. Namun motornya mengalami kerusakan sehingga ia tidak dapat melanjutkan balapan.

Kegagalan finis tersebut membuat Veda harus rela kehilangan kesempatan menambah poin pada klasemen sementara Moto3 musim ini.

Baca Juga: Rekomendasi HP Realme Rp3-4 Jutaan Terbaik 2026, Ini 10 Pilihan Paling Worth It untuk Gaming dan Fotografi

Posisi Rookie of the Year Turun

Akibat tidak finis, Veda tetap mengoleksi 82 poin pada klasemen Rookie of the Year.

Jumlah poin tersebut kini disamai Hakim Danish yang berhasil naik ke posisi kedua karena unggul dalam perhitungan hasil balapan. Sementara posisi pertama masih ditempati Bryan Uriarte dengan koleksi 102 poin.

Meski turun ke posisi ketiga, peluang Veda untuk mengejar para pesaingnya masih terbuka karena kompetisi masih menyisakan beberapa seri lagi.

Modal Berharga untuk Seri Selanjutnya

Terlepas dari hasil akhir, penampilan Veda di Assen menjadi bukti perkembangan yang sangat positif sepanjang musim debutnya di Moto3.

Kemampuannya memimpin balapan dan bersaing dengan para pembalap papan atas menunjukkan bahwa ia memiliki kecepatan yang tidak kalah dibanding rival-rivalnya.

Pengalaman pahit akibat high side di Assen diperkirakan akan menjadi pelajaran penting bagi Veda dalam mengelola ritme balapan pada seri berikutnya.

Jika mampu mempertahankan performa seperti yang ditunjukkan di Belanda, peluang Veda Ega Pratama untuk kembali merebut podium bahkan kemenangan di Moto3 musim 2026 masih terbuka lebar.

Editor : M. Helmi Nurhisam
#Veda Ega Pratama #Moto3 2026 #Honda Team Asia #Moto3 Belanda #TT Circuit Assen