TRENGGALEK,TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM – Nama Feda Ega Pratama kembali menjadi sorotan jelang balapan Moto3 Jerman 2026 di Sirkuit Sachsenring. Kali ini, pembalap muda Indonesia tersebut dikabarkan menjalani program latihan khusus menggunakan motor berkapasitas lebih besar sebagai bagian dari persiapan menghadapi salah satu lintasan paling teknikal di kalender MotoGP.
Sejumlah video latihan yang beredar di media sosial memicu spekulasi bahwa Honda tengah menyiapkan paket pengembangan khusus untuk meningkatkan performa Feda Ega Pratama. Meski demikian, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Honda Team Asia terkait spesifikasi motor maupun adanya upgrade teknis yang disebut-sebut sebagai "spek dewa" tersebut.
Baca Juga: Harga Suzuki Karimun Estilo Bekas Rp60 Jutaan, Mesin 1.100 cc 4 Silinder Masih Jadi Incaran
Video Latihan Viral Picu Spekulasi
Dalam video yang ramai diperbincangkan, Feda terlihat mengendarai motor berwarna dominan putih dengan dimensi yang dinilai lebih besar dibanding motor Moto3 reguler. Bentuk fairing, rangka, serta posisi berkendara memunculkan dugaan bahwa motor tersebut memiliki kapasitas sekitar 600 cc, sebagaimana lazim digunakan dalam program latihan pembalap muda menuju kelas Moto2.
Program latihan menggunakan motor berkapasitas lebih besar sendiri bukan hal baru di dunia balap. Metode tersebut bertujuan meningkatkan kekuatan fisik pembalap, memperbaiki kontrol motor, serta mengasah kemampuan menghadapi torsi yang jauh lebih besar sebelum kembali mengendarai motor Moto3.
Sachsenring Jadi Tantangan Berat
Balapan Moto3 Jerman akan berlangsung di Sirkuit Sachsenring yang memiliki panjang 3,671 kilometer dengan total 13 tikungan. Karakter lintasan ini sangat unik karena didominasi 10 tikungan kiri dan hanya tiga tikungan kanan.
Konfigurasi tersebut membuat Sachsenring dikenal sebagai salah satu sirkuit paling menuntut dalam hal teknik menikung, manajemen ban, serta kestabilan motor saat melakukan pengereman.
Karakter lintasan seperti ini dinilai sesuai dengan gaya balap Feda yang selama musim 2026 kerap menunjukkan keunggulan dalam menjaga kecepatan saat melewati tikungan panjang serta melakukan pengereman secara presisi.
Baca Juga: Suzuki Karimun Kotak GX 2005 Masih Diburu, Ini Kelebihan yang Bikin Harga Bekasnya Tetap Menarik
Honda Belum Beri Konfirmasi Upgrade
Berbagai rumor menyebut mekanik Honda tengah menyiapkan penyempurnaan pada sektor suspensi depan hingga distribusi bobot motor agar lebih kompetitif di Sachsenring. Bahkan beredar spekulasi mengenai pengaturan khusus pada sistem redaman dan karakter penyaluran tenaga mesin.
Namun seluruh informasi tersebut masih sebatas dugaan yang berkembang di kalangan penggemar dan pengamat balap. Sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari Honda Team Asia mengenai adanya paket upgrade khusus untuk motor Feda Ega Pratama.
Berlatih Tanpa Rekan Setim
Persiapan Feda kali ini juga berlangsung dalam situasi berbeda. Rekan setimnya, Zen Mitani, masih menjalani pemulihan setelah mengalami cedera pada seri sebelumnya sehingga tidak dapat mengikuti program latihan.
Kondisi tersebut membuat Feda harus menjalani sebagian besar sesi pengujian seorang diri tanpa pembanding data langsung dari rekan setim. Meski demikian, pembalap asal Gunungkidul itu tetap menjalankan seluruh program latihan sesuai arahan tim.
Absennya Mitani memang mengurangi kesempatan bertukar data telemetri, tetapi sekaligus menjadi ujian bagi Feda untuk menjaga fokus dan konsistensi selama persiapan menuju seri Jerman.
Baca Juga: Suzuki Karimun Kotak Masih Diburu, Ini Kelebihan dan Kekurangan yang Bikin Harga Bekas Tetap Tinggi
Modal Bangkit Setelah Insiden Assen
Moto3 Jerman menjadi kesempatan penting bagi Feda untuk bangkit setelah gagal meraih poin akibat insiden di Assen, Belanda. Berdasarkan laporan medis, kondisi fisiknya telah pulih sehingga dapat kembali mengikuti seluruh program latihan tanpa kendala.
Persiapan yang matang diharapkan mampu membantu Feda tampil kompetitif menghadapi para rivalnya pada balapan nanti.
Persaingan Klasemen Semakin Ketat
Persaingan klasemen Moto3 musim 2026 juga semakin sengit. Maximo Quiles masih memimpin perolehan poin, sementara sejumlah pembalap seperti Alvaro Carpe, David Almansa, Brian Uriarte, dan Marco Morelli terus bersaing di papan atas.
Di sisi lain, Feda Ega Pratama memiliki jumlah poin yang sama dengan pembalap Malaysia, Hakim Danish. Duel keduanya diprediksi menjadi salah satu perhatian utama pada seri Sachsenring karena hasil balapan berpotensi mengubah posisi mereka di klasemen sementara.
Meski berbagai rumor mengenai upgrade motor masih belum dapat dipastikan kebenarannya, satu hal yang jelas, Moto3 Jerman akan menjadi panggung penting bagi Feda Ega Pratama untuk membuktikan kemampuannya sekaligus menjaga peluang bersaing di papan atas musim 2026.
Baca Juga: Suzuki Karimun Kotak 2002 Dijual Rp48 Juta, Kondisinya Bikin Melirik Meski Tipe DX
Editor : Fadhilah Salsa Bella