TRENGGALEK, TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM – Suzuki Ignis bekas masih menjadi salah satu pilihan menarik di pasar mobil bekas Indonesia. Meski produksinya telah dihentikan pada 2024, city car bergaya crossover ini tetap diminati karena menawarkan mesin irit, fitur lengkap, dan harga yang semakin terjangkau.
Bagi konsumen yang mencari kendaraan harian dengan biaya operasional rendah, Suzuki Ignis bekas dinilai masih layak dipertimbangkan. Bahkan, sejumlah pengamat otomotif menyebut mobil ini memiliki keunggulan yang sulit ditemukan pada kompetitor sekelasnya, terutama di segmen city car.
Popularitas Suzuki Ignis bekas memang sempat naik turun. Saat pertama kali hadir di Indonesia pada 2017, desainnya menuai pro dan kontra karena tampil berbeda dari mobil perkotaan lain seperti Honda Brio maupun duet Toyota Agya dan Daihatsu Ayla. Namun, justru karakter unik itulah yang kini menjadi daya tarik tersendiri di pasar mobil bekas.
Baca Juga: Harga Mobil Bekas Murah Mulai Rp50 Jutaan, Honda Jazz, Yaris, Swift hingga Ignis Banyak Diburu
Desain Unik Bergaya Crossover
Suzuki Ignis merupakan city car yang mengusung konsep compact crossover. Desain bodinya dibuat ringkas dengan ground clearance lebih tinggi dibanding sebagian besar rivalnya.
Konsep tersebut disesuaikan dengan karakter jalanan India, negara tempat Ignis diproduksi secara utuh (CBU) sebelum dipasarkan di Indonesia. Hasilnya, mobil ini memiliki posisi duduk lebih tinggi dan kabin yang terasa lega meski dimensi bodinya kompak.
Suzuki juga sempat menghadirkan versi facelift pada 2020. Pembaruan utamanya meliputi desain grille berbentuk huruf U, bumper dengan aksen skid plate berwarna silver, serta tampilan yang lebih modern. Sementara fitur seperti roof rail, wiper belakang, hingga velg tetap dipertahankan.
Baca Juga: Harga Suzuki Ignis Bekas 2017-2020 Turun Drastis, Mulai Rp97 Juta, Simak Daftar Lengkapnya
Mesin Irit Jadi Nilai Jual Utama
Salah satu alasan banyak orang masih melirik Suzuki Ignis bekas adalah efisiensi bahan bakarnya.
Mobil ini mengusung mesin K12M DOHC empat silinder berkapasitas 1.200 cc yang menghasilkan tenaga sekitar 83 hp dan torsi 113 Nm. Meski performanya tidak terlalu agresif, tenaga tersebut dinilai cukup untuk kebutuhan mobilitas harian.
Konsumsi bahan bakarnya menjadi salah satu keunggulan terbesar. Dalam penggunaan perkotaan, Ignis mampu mencatat konsumsi sekitar 18 km per liter, sedangkan perjalanan luar kota dapat mencapai sekitar 22 km per liter.
Baca Juga: Harga Suzuki Ignis Bekas 2017-2020 Turun Drastis, Mulai Rp97 Juta, Simak Daftar Lengkapnya
Efisiensi tersebut didukung bobot kendaraan yang ringan serta karakter mesin yang memang dirancang untuk mengutamakan penghematan.
Transmisi AGS Punya Kelebihan dan Kekurangan
Suzuki menawarkan pilihan transmisi manual lima percepatan dan AGS (Auto Gear Shift).
Transmisi AGS menjadi salah satu aspek yang paling sering diperdebatkan. Sistem ini sejatinya merupakan transmisi manual yang dioperasikan secara otomatis menggunakan aktuator elektronik.
Baca Juga: Suzuki Ignis GX AGS 2018 Dijual Rp100 Jutaan, City Car Irit dengan Fitur Mewah Ini Jadi Buruan
Karakter perpindahan giginya terasa berbeda dibanding transmisi otomatis konvensional karena terdapat jeda saat perpindahan gigi. Pengemudi akan merasakan sedikit hentakan, terutama ketika berakselerasi.
Namun, Suzuki mengklaim sistem AGS pada model facelift 2020 mengalami penyempurnaan sehingga perpindahan giginya menjadi lebih halus dibanding model sebelumnya.
Fitur Lengkap di Kelasnya
Meski sudah berusia beberapa tahun, Suzuki Ignis masih menawarkan fitur yang tergolong lengkap.
Baca Juga: Harga Suzuki Ignis Bekas Mulai Rp65 Juta, Ini 7 Unit Murah 2017-2018 yang Masih Layak Diburu
Pada varian GX, tersedia lampu LED projector dengan pengaturan ketinggian, smart key, tombol start-stop engine, electric mirror dengan pelipatan otomatis, audio steering switch, hingga head unit layar sentuh.
Selain itu, AC otomatis lengkap dengan heater, rear defogger, wiper belakang, serta Multi Information Display (MID) juga menjadi nilai tambah yang jarang ditemukan pada city car di era yang sama.
Keamanan Tidak Kalah dari Rival
Dari sisi keselamatan, Ignis juga cukup kompetitif.
Baca Juga: Harga Suzuki Ignis Bekas Mulai Rp65 Juta, Ini 7 Unit Murah 2017-2018 yang Masih Layak Diburu
Mobil ini telah dibekali dual SRS airbag, sistem pengereman ABS dan EBD, sensor parkir, ISOFIX untuk kursi bayi, side impact beam, hingga platform HEARTECT yang diklaim memiliki struktur bodi lebih kuat saat terjadi benturan.
Kelengkapan tersebut membuat Ignis unggul dibanding beberapa pesaing yang masih menawarkan fitur keselamatan lebih sederhana.
Harga Bekas Semakin Menarik
Seiring dihentikannya produksi Suzuki Ignis pada 2024, harga bekasnya kini semakin kompetitif.
Baca Juga: Harga Suzuki Ignis Bekas Mulai Rp65 Juta, Ini 7 Unit Murah 2017-2018 yang Masih Layak Diburu
Unit pre-facelift umumnya dipasarkan mulai kisaran Rp100 jutaan, sedangkan model facelift keluaran 2020 ke atas masih berada di sekitar Rp130 jutaan tergantung kondisi dan kelengkapan kendaraan.
Dengan selisih harga yang cukup jauh dibanding unit baru yang sebelumnya dijual di kisaran Rp200 juta, banyak calon pembeli memilih versi bekas karena dinilai lebih menguntungkan.
Masih Layak Dibeli pada 2026?
Secara keseluruhan, Suzuki Ignis bekas masih menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang membutuhkan city car irit, praktis, dan nyaman digunakan setiap hari.
Baca Juga: Harga Suzuki Ignis Bekas Mulai Rp65 Juta, Ini 7 Unit Murah 2017-2018 yang Masih Layak Diburu
Desain crossover yang unik, konsumsi BBM hemat, fitur melimpah, biaya perawatan terjangkau, serta ketersediaan suku cadang yang melimpah menjadi alasan utama mobil ini tetap memiliki banyak peminat.
Bagi yang tidak mempermasalahkan karakter transmisi AGS atau memilih varian manual, Suzuki Ignis bekas masih menjadi salah satu city car paling worth it untuk dimiliki di pasar mobil bekas Indonesia.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari