TRENGGALEK,TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM – Konsumsi BBM Suzuki Karimun Wagon R kembali menjadi sorotan setelah seorang pengguna melakukan pengujian langsung menggunakan metode full to full. Pengujian ini dilakukan untuk membuktikan seberapa irit city car andalan Suzuki tersebut saat digunakan dalam kondisi lalu lintas perkotaan yang padat.
Metode yang digunakan cukup sederhana namun dianggap lebih akurat oleh banyak pengguna kendaraan. Pengemudi mengisi tangki bahan bakar hingga penuh, kemudian menggunakan mobil untuk aktivitas harian sebelum kembali mengisi tangki hingga penuh guna mengetahui jumlah bahan bakar yang benar-benar terpakai.
Hasilnya, konsumsi BBM Suzuki Karimun Wagon R tercatat mencapai sekitar 15,2 kilometer per liter dalam kondisi perjalanan yang didominasi kemacetan. Angka tersebut hampir sama dengan hasil perhitungan rata-rata bulanan yang sebelumnya dilakukan pemilik kendaraan.
Pengujian Dilakukan dengan Metode Full to Full
Pengujian dimulai dengan mengisi penuh tangki bahan bakar menggunakan Pertalite di salah satu SPBU kawasan Margonda, Depok.
Saat pengisian awal, tercatat volume bahan bakar yang masuk mencapai 31,8 liter dengan nilai transaksi sekitar Rp318 ribu.
Setelah tangki terisi penuh, kendaraan langsung digunakan untuk aktivitas sehari-hari, termasuk menjalankan order transportasi online. Rute perjalanan melintasi sejumlah kawasan yang dikenal memiliki tingkat kepadatan lalu lintas cukup tinggi.
Beberapa titik yang dilewati antara lain Jalan Margonda Raya, kawasan Cagar Alam Depok, hingga wilayah Tanjung Barat yang pada jam-jam tertentu kerap mengalami kemacetan panjang.
Menempuh Hampir 53 Kilometer
Selama pengujian berlangsung, kendaraan menempuh jarak total sekitar 52,9 kilometer.
Perjalanan tidak sepenuhnya lancar karena sebagian besar rute berada dalam kondisi stop and go akibat kemacetan. Bahkan pengemudi menyebut kawasan Margonda menjadi salah satu titik dengan lalu lintas paling padat selama pengujian berlangsung.
Selain digunakan untuk berkendara, perjalanan juga sempat diselingi aktivitas istirahat dan ibadah sebelum kembali melanjutkan rute hingga pengujian selesai.
Setelah jarak tempuh dianggap cukup, kendaraan kembali ke SPBU yang sama untuk melakukan pengisian bahan bakar hingga penuh sebagai tahap akhir metode full to full.
Hasil Konsumsi BBM Tercatat 15,2 Km/L
Pada pengisian kedua, jumlah bahan bakar yang masuk tercatat sekitar 3,46 liter.
Data tersebut kemudian digunakan untuk menghitung konsumsi bahan bakar aktual kendaraan dengan membagi jarak tempuh total dengan jumlah bahan bakar yang terpakai.
Perhitungannya adalah:
52,9 kilometer ÷ 3,46 liter = 15,2 kilometer per liter.
Dengan demikian, Suzuki Karimun Wagon R mampu mencatat efisiensi bahan bakar sekitar 15,2 km/liter dalam kondisi kombinasi yang didominasi kemacetan perkotaan.
Menariknya, angka tersebut hampir identik dengan hasil perhitungan rata-rata konsumsi BBM bulanan yang sebelumnya dilakukan oleh pemilik kendaraan. Pada pengujian terdahulu menggunakan metode pencatatan bulanan, hasil yang diperoleh juga berada di kisaran 15 km/liter.
Masih Kompetitif untuk Mobil Perkotaan
Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa Karimun Wagon R masih menawarkan efisiensi bahan bakar yang cukup baik untuk penggunaan harian di kawasan perkotaan.
Karakter mobil yang ringan, dimensi kompak, serta mesin berkapasitas kecil memang menjadi salah satu alasan mengapa Wagon R dikenal sebagai kendaraan yang ekonomis.
Meski angka 15,2 km/liter mungkin berbeda pada setiap kendaraan tergantung kondisi mesin, gaya mengemudi, kualitas bahan bakar, hingga tingkat kemacetan, hasil tersebut memberikan gambaran nyata mengenai performa konsumsi BBM Karimun Wagon R dalam penggunaan sehari-hari.
Bagi pengguna yang rutin berkendara di jalur perkotaan dengan lalu lintas padat seperti Depok dan Jakarta, angka tersebut masih tergolong kompetitif dibandingkan sejumlah city car lain di kelas yang sama.
Dengan hasil pengujian ini, reputasi Suzuki Karimun Wagon R sebagai mobil irit bahan bakar tampaknya masih tetap terjaga, terutama bagi mereka yang mengutamakan efisiensi biaya operasional untuk aktivitas harian.
Baca Juga: Gunung Kawi Malam Hari Dibongkar! Nekat Naik Sendirian Cari Lokasi Pesugihan, Hasilnya Tak Terduga
Editor : Fadhilah Salsa Bella