TRENGGALEK, TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM – Suzuki Espresso kembali menjadi sorotan setelah menjalani pengujian langsung melawan Suzuki Karimun Wagon R dan Suzuki Ignis. Dalam komparasi yang dilakukan di berbagai kondisi jalan, city car bergaya SUV tersebut tidak hanya diuji performanya saat menanjak, tetapi juga konsumsi bahan bakar, radius putar, hingga kepraktisan kabin.
Pengujian ini menarik perhatian karena ketiga mobil Suzuki tersebut dikenal sebagai kendaraan berukuran kompak dengan biaya operasional yang relatif rendah. Namun, hasil tes menunjukkan ada perbedaan yang cukup mengejutkan, terutama dalam efisiensi bahan bakar.
Selain Suzuki Espresso, dua model lain yang dibandingkan adalah Suzuki Karimun Wagon R AGS dan Suzuki Ignis AGS. Ketiganya sama-sama menggunakan transmisi AGS (Auto Gear Shift), sehingga pengujian dibuat seadil mungkin dengan metode berkendara eco driving serta bobot penumpang yang hampir setara.
Baca Juga: Suzuki Karimun 2026 Muncul Lagi, City Car Legendaris Kini Lebih Modern dan Diklaim Tembus 25 Km/L
Suzuki Espresso Tunjukkan Efisiensi Bahan Bakar Terbaik
Pengujian dimulai dari rute perkotaan yang dipenuhi kondisi stop and go sebelum berlanjut ke jalan tol. Seluruh mobil diisi bensin RON 92 hingga penuh, kemudian kembali diisi setelah menempuh perjalanan sekitar 77 kilometer.
Metode full to full dipilih agar hasil konsumsi BBM lebih akurat dibanding hanya mengandalkan angka rata-rata pada MID kendaraan.
Hasilnya cukup mengejutkan. Suzuki Espresso berhasil mencatat konsumsi bahan bakar sekitar 21,1 km/liter, menjadikannya mobil paling irit dalam pengujian tersebut.
Baca Juga: Suzuki Karimun 2026 Diprediksi Meluncur, Desain Makin Modern dan Harga Mulai Rp170 Jutaan
Di posisi kedua terdapat Suzuki Karimun Wagon R dengan konsumsi sekitar 20,6 km/liter, sedangkan Suzuki Ignis yang mengusung mesin lebih besar 1.200 cc membukukan angka sekitar 19,5 km/liter.
Meski demikian, selisih ketiganya tidak terlalu jauh. Penguji menilai karakter mesin dan transmisi menjadi faktor utama yang memengaruhi efisiensi, terutama saat menghadapi kemacetan perkotaan.
Performa Menanjak dan Kenyamanan Jadi Nilai Tambah Ignis
Selain menguji konsumsi BBM, ketiga mobil juga dibawa melewati tanjakan untuk mengetahui kemampuan masing-masing.
Baca Juga: Suzuki Ignis GL 2026 Cuma Rp139,5 Juta, Fitur Lengkapnya Bikin LCGC Ketar-ketir
Suzuki Ignis yang menggunakan mesin 1.200 cc empat silinder tampil paling bertenaga. Akselerasinya dinilai lebih baik dibanding dua rivalnya yang sama-sama memakai mesin 1.000 cc.
Sementara itu, Suzuki Espresso dan Karimun Wagon R tetap mampu melewati tanjakan, meski karakter transmisi AGS membuat perpindahan gigi terasa berbeda dibanding transmisi otomatis konvensional.
Penguji juga menyoroti bahwa AGS sebenarnya merupakan transmisi manual yang proses perpindahan kopling dan giginya dikendalikan komputer. Karena itu, sensasi perpindahan gigi masih terasa khas seperti transmisi manual.
Baca Juga: Suzuki Karimun Kotak Masih Diburu, Ini Kelebihan dan Kekurangan yang Bikin Harga Bekas Tetap Tinggi
Dalam hal kenyamanan berkendara, Karimun Wagon R mendapat apresiasi karena posisi duduk dan jok yang dinilai lebih nyaman dibanding beberapa mobil LCGC lain di kelasnya.
Fitur, Bagasi, dan Harga Jadi Pembeda
Pada sesi evaluasi akhir, Suzuki Ignis dinilai unggul dari sisi fitur. Mobil ini menawarkan AC digital, pengaturan spion elektrik, power window belakang, hingga bagasi yang lebih lega dibanding dua pesaingnya.
Sebagai model dengan harga paling tinggi, Ignis memang diposisikan berada satu tingkat di atas Karimun Wagon R maupun Suzuki Espresso.
Baca Juga: Suzuki Karimun Wagon R GL 2019 Bekas Rp99 Juta, Mobil Irit BBM yang Dinilai Cocok untuk Taksi Online
Di sisi lain, Suzuki Espresso tetap menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang mengutamakan efisiensi bahan bakar dan desain bergaya SUV dengan harga yang relatif terjangkau.
Sementara Karimun Wagon R, meski sudah tidak lagi dipasarkan sebagai mobil baru di Indonesia, masih dianggap menarik di pasar mobil bekas berkat konsumsi BBM yang tetap irit serta biaya perawatan yang dikenal ekonomis.
Dalam pengujian radius putar, ketiga mobil juga menunjukkan kemampuan manuver yang baik untuk penggunaan di area perkotaan. Ukuran bodinya yang kompak membuat ketiganya mudah digunakan di jalan sempit maupun saat parkir.
Secara keseluruhan, hasil komparasi menunjukkan bahwa setiap mobil memiliki keunggulan masing-masing. Suzuki Espresso menjadi juara dalam efisiensi bahan bakar, Suzuki Ignis unggul pada performa dan fitur, sedangkan Karimun Wagon R masih mampu bersaing berkat konsumsi BBM yang hemat serta kenyamanan yang tetap layak di kelasnya.
Bagi calon pembeli mobil kompak, hasil pengujian ini bisa menjadi referensi sebelum menentukan pilihan sesuai kebutuhan, apakah mengutamakan efisiensi, performa, atau kelengkapan fitur.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari