TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Tren modifikasi Suzuki Katana gaya JDM terus menarik perhatian para pecinta mobil klasik di Indonesia. Tak sedikit pemilik Katana yang ingin mengubah tampilannya menyerupai Suzuki Jimny JA11 versi Jepang tanpa harus menghabiskan biaya hingga puluhan juta rupiah. Menariknya, konsep tersebut ternyata bisa diwujudkan dengan anggaran mulai sekitar Rp20 juta.
Dalam sebuah perbincangan bersama modifikator Andri dari Beberes Garasi, dijelaskan bahwa modifikasi Suzuki Katana gaya JDM tidak selalu identik dengan penggunaan komponen orisinal Jepang yang mahal. Dengan memilih bagian-bagian yang tepat, tampilan Katana bisa berubah drastis namun tetap ramah di kantong.
Konsep ini menjadi solusi bagi penggemar Suzuki Katana gaya JDM yang menginginkan tampilan khas Jimny Jepang tanpa harus membeli unit JA11 yang harganya jauh lebih tinggi. Kuncinya adalah memahami bagian mana saja yang paling berpengaruh terhadap karakter visual mobil.
Atap Trepes Jadi Kunci Utama Tampilan JDM
Menurut Andri, istilah JDM atau Japanese Domestic Market mengacu pada kendaraan yang dipasarkan khusus untuk Jepang. Salah satu ciri khas Jimny JA11 adalah desain bodinya yang berbeda dibanding Katana Indonesia, terutama pada bagian atap dan fender.
Perubahan paling penting adalah mengganti atap standar Katana menjadi model trepes. Setelah itu, overfender dilepas sehingga bodi terlihat lebih ramping seperti Jimny versi Jepang.
Untuk proses tersebut, Beberes Garasi mematok biaya sekitar Rp12 juta hingga Rp15 juta. Harga tersebut sudah mencakup penggantian panel atap, penyesuaian bodi, serta pengecatan agar warnanya kembali seragam.
Baca Juga: Mirip Jimny, Harga VinFast VF 3 Cuma 100 Jutaan? Intip Review Lengkap Mobil Listrik Kompak Ini
Menariknya, pengerjaan modifikasi ini relatif singkat. Jika stok komponen tersedia, proses pemasangan hanya membutuhkan waktu sekitar dua hari. Durasi tersebut belum termasuk proses pengecatan ulang yang menyesuaikan kondisi masing-masing kendaraan.
Dengan perubahan ini saja, karakter Katana langsung berubah signifikan dan jauh lebih mendekati tampilan Jimny JA11 yang banyak menjadi referensi para pecinta JDM.
Velg Ring 16 dan Detail Eksterior Jadi Penyempurna
Setelah atap selesai dimodifikasi, langkah berikutnya adalah mengganti velg. Di Indonesia, Katana umumnya menggunakan velg ring 15, sedangkan Jimny JA11 memakai ring 16.
Baca Juga: 5 Mobil 4WD Termurah di Indonesia, Dari Suzuki Jimny sampai Pajero Sport, Siap Libas Jalanan Offroad
Andri menyarankan menggunakan velg copotan Suzuki Escudo sebagai alternatif ekonomis. Harga satu set velg bekas tersebut berkisar Rp3 juta hingga Rp4 juta sehingga tetap sesuai dengan konsep modifikasi hemat.
Selain velg, grill depan juga dapat dicat ulang menggunakan warna abu-abu metal agar menyerupai spesifikasi Jimny Jepang. Biaya repaint grill hanya sekitar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu.
Jika masih memiliki dana lebih, pemilik bisa mengganti bumper depan bergaya JA11 serta menambahkan spion model klasik. Untuk spion copotan Jepang, harganya bisa mencapai Rp2,5 juta hingga Rp3 juta. Namun tersedia pula produk aftermarket buatan China dengan harga sekitar Rp1 jutaan.
Dengan kombinasi tersebut, total biaya modifikasi dasar hingga menengah diperkirakan berada di kisaran Rp20 juta.
Paket Lebih Lengkap Masih Tetap Ramah Kantong
Andri juga memperlihatkan sebuah Suzuki Katana merah yang dimodifikasi dengan konsep sederhana namun tetap kental nuansa JDM.
Mobil tersebut menggunakan grill model JA11, bumper lengkap dengan fog lamp, velg khas Jimny Jepang, serta beberapa aksesori tambahan seperti stiker bergaya Suzuki Jepang.
Baca Juga: Mahindra Thar 2020 Masih Layak Dibeli? Ini Jawabannya Setelah 4 Tahun, Lawan Suzuki Jimny dan Gurkha
Perhitungan kasar untuk paket tambahan tersebut meliputi grill sekitar Rp2,5 juta, bumper Rp3,5 juta, fog lamp sekitar Rp2,5 juta, velg sekitar Rp800 ribu hingga Rp1 juta, dan spion sekitar Rp3 juta.
Jika digabung dengan biaya konversi atap trepes sebelumnya, total investasi modifikasi tetap berada pada kisaran Rp20 juta hingga Rp25 juta, tergantung kondisi kendaraan dan pilihan komponen.
Menurut Andri, konsep ini sengaja dibuat sesederhana mungkin agar dapat menjadi inspirasi bagi pemilik Suzuki Katana yang ingin tampil berbeda tanpa harus mengeluarkan biaya sangat besar.
Baca Juga: Jimny vs Jeep : Duel Off-Road Compact vs Legenda Perkasa
Ia menegaskan bahwa nuansa JDM tidak selalu ditentukan oleh banyaknya komponen asli Jepang. Pemilihan detail yang tepat justru mampu menghadirkan karakter Jimny JA11 secara visual dengan biaya yang jauh lebih terjangkau.
Dengan semakin banyaknya referensi modifikasi seperti ini, Suzuki Katana tetap memiliki daya tarik sebagai mobil hobi yang mudah dikustomisasi sekaligus mempertahankan nilai klasiknya di tengah tren kendaraan modern.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari