TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Modifikasi Suzuki Katana 1995 bergaya JDM kini menjadi tren di kalangan pecinta mobil klasik Tanah Air. Namun, banyak orang menganggap konsep tersebut membutuhkan biaya besar karena harus menggunakan komponen asli Jepang yang harganya terus meroket.
Padahal, modifikasi Suzuki Katana 1995 tetap bisa menghasilkan tampilan yang menarik tanpa menguras kantong. Salah satu pemilik Katana membuktikan bahwa penggunaan part aftermarket dengan harga terjangkau mampu menghadirkan nuansa JDM sekaligus mempertahankan karakter klasik mobil legendaris Suzuki tersebut.
Konsep modifikasi Suzuki Katana 1995 ini lebih mengutamakan perubahan pada sektor eksterior dan kaki-kaki, sementara mesin serta sebagian besar interior tetap dipertahankan dalam kondisi standar. Hasilnya, mobil tampil lebih modern, gagah, sekaligus tetap nyaman digunakan sebagai kendaraan harian.
Atap Trepes Jadi Modifikasi Paling Menonjol
Perubahan terbesar dilakukan pada bagian atap. Katana yang semula menggunakan model atap tinggi dimodifikasi menjadi atap trepes menggunakan panel Suzuki Jimny. Proses ini membuat siluet kendaraan semakin menyerupai Jimny JDM yang saat ini banyak dijadikan referensi para penghobi.
Bagian depan juga mendapat sentuhan baru melalui penggantian grill model Jimny bergaris horizontal. Lampu utama menggunakan produk aftermarket yang mudah ditemukan di marketplace, dipadukan dengan lampu kabut berwarna kuning untuk memperkuat nuansa klasik.
Tak hanya itu, lampu sein model jenong dipasang agar visibilitas lebih baik ketika dilihat dari samping. Spion bawaan juga diganti menggunakan spion Suzuki Carry yang memiliki bentuk lebih kotak sehingga selaras dengan desain bodi Katana.
Aksesori tambahan lain berupa cover tangki berbahan fiberglass dan pelat nomor model panjang berwarna putih semakin mempertegas tampilan mobil tanpa harus membeli komponen orisinal Jepang yang harganya jauh lebih mahal.
Kaki-kaki Diubah, Mesin Tetap Standar
Selain tampilan luar, sektor kaki-kaki turut mengalami penyempurnaan. Suspensi menggunakan anting peninggi sekitar 12 sentimeter pada keempat roda sehingga ground clearance menjadi lebih tinggi.
Pemilik memilih ban GT Radial Savero MT berukuran 235/75 R15. Ukuran tersebut dinilai ideal karena tidak menyebabkan ban mentok pada bumper depan tanpa harus memindahkan dudukan bumper seperti yang umum dilakukan pada modifikasi ekstrem.
Meski tampil layaknya kendaraan off-road, mobil ini masih berpenggerak dua roda. Bagian hub roda depan bahkan ditutup menggunakan aksesori aftermarket agar tampilannya lebih rapi.
Sementara itu, ruang mesin nyaris tidak mengalami perubahan. Seluruh komponen utama masih standar pabrikan. Satu-satunya peningkatan berada pada sistem pendingin dengan penambahan kipas elektrik (extra fan) menggunakan komponen Suzuki Karimun.
Menurut pemilik, kipas elektrik membantu menjaga suhu mesin tetap stabil ketika menghadapi kemacetan. Berbeda dengan kipas mekanis bawaan yang putarannya mengikuti putaran mesin, kipas elektrik mampu bekerja optimal meski kendaraan berhenti.
Baca Juga: 5 Mobil 4WD Termurah di Indonesia, Dari Suzuki Jimny sampai Pajero Sport, Siap Libas Jalanan Offroad
Untuk menunjang kebutuhan listrik yang semakin besar akibat tambahan head unit, lampu, dan kipas elektrik, alternator juga telah ditingkatkan menjadi 90 ampere sehingga aki tetap stabil saat digunakan dalam kondisi lalu lintas padat.
Interior Tetap Orisinal Demi Menjaga Karakter Klasik
Berbeda dengan bagian luar, kabin Suzuki Katana sengaja dipertahankan tetap orisinal. Door trim, dashboard, setir, hingga panel instrumen masih menggunakan komponen bawaan pabrik.
Jok depan memang mulai menunjukkan tanda usia karena mobil diproduksi pada 1995, tetapi tetap dipertahankan untuk menjaga nilai klasik kendaraan. Beberapa komponen kecil seperti tutup dashboard dan jam digital hanya diganti menggunakan produk yang dibeli melalui marketplace.
Baca Juga: Mahindra Thar 2020 Masih Layak Dibeli? Ini Jawabannya Setelah 4 Tahun, Lawan Suzuki Jimny dan Gurkha
Bagian belakang juga memiliki konfigurasi yang lebih modern dibanding Katana generasi awal. Jok belakang menghadap ke depan dan dapat dilipat sehingga ruang bagasi menjadi lebih luas saat membawa barang.
Demi meningkatkan keselamatan, pemilik menambahkan seat belt otomatis pada kursi belakang yang sebelumnya belum tersedia pada versi standar.
Secara keseluruhan, konsep modifikasi ini membuktikan bahwa Suzuki Katana tetap dapat tampil bergaya JDM tanpa harus mengandalkan komponen impor berharga mahal. Dengan memilih part aftermarket yang tepat, pemilik berhasil menghadirkan tampilan klasik, proporsional, sekaligus fungsional untuk penggunaan harian tanpa menghilangkan identitas asli mobil legendaris tersebut.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari