TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Honda Jazz GR Hybrid kembali mencuri perhatian pecinta hatchback setelah tampil dalam ulasan terbaru yang memperlihatkan versi Crossstar di Singapura. Kehadiran Honda Jazz GR Hybrid ini sekaligus mengobati kerinduan penggemar Honda Jazz di Indonesia yang harus rela kehilangan model tersebut setelah PT Honda Prospect Motor memilih memasarkan Honda City Hatchback sebagai penggantinya.
Keputusan Honda tidak menghadirkan Honda Jazz GR Hybrid ke Indonesia masih menjadi perbincangan. Banyak penggemar menilai Jazz tetap memiliki karakter yang sulit digantikan, mulai dari desain, kepraktisan kabin, hingga teknologi hybrid yang kini menjadi tren di berbagai negara.
Dalam ulasan tersebut, Honda Jazz GR yang dibahas merupakan varian Crossstar, yakni versi bergaya crossover dengan tambahan cladding hitam, roof rail, serta aksen silver di bumper depan dan belakang. Tampilan ini membuat Jazz tampil lebih tangguh dibandingkan hatchback konvensional.
Baca Juga: Modifikasi Honda Jazz GK5 Milik Eko Virga Jadi Bintang Pameran, Part Kevlar dan Mugen Bikin Melongo
Desain Tetap Ikonik dengan Sentuhan Crossover
Secara tampilan, Honda Jazz GR masih mempertahankan identitas khas Jazz yang mudah dikenali. Bagian depan mengusung lampu utama LED projector berukuran besar dengan LED DRL, dipadukan grille hitam tanpa aksen krom yang memberi kesan modern.
Sebagai varian Crossstar, mobil ini mendapat tambahan cladding hitam di sekeliling bodi, fog lamp projector, skid plate berwarna silver, hingga roof rail yang semakin menguatkan karakter crossover.
Di sektor kaki-kaki, Honda Jazz GR Hybrid menggunakan velg dual-tone 16 inci yang dibalut ban berukuran 185/60 R16. Rem cakram juga sudah tersedia pada roda belakang sehingga meningkatkan performa pengereman.
Bagian belakang menghadirkan desain lampu yang lebih sederhana dibandingkan generasi GK5. Lampu LED bar memanjang menjadi ciri khas, sementara logo Honda berlatar biru menandakan bahwa mobil ini sudah menggunakan teknologi hybrid e.
Interior Praktis dengan Kabin Lega
Masuk ke dalam kabin, desain interior Honda Jazz GR Hybrid masih mempertahankan filosofi sederhana namun sangat fungsional.
Setir model two-spoke menjadi ciri khas generasi terbaru Jazz. Meski tampil minimalis, pengemudi tetap mendapatkan pengaturan tilt dan telescopic sehingga posisi berkendara lebih ergonomis.
Baca Juga: Harga Honda Jazz Gen 1 Bekas Mulai Rp70 Jutaan, Simak Kelebihan dan Kekurangannya Sebelum Membeli
Dashboard didominasi material plastik keras, namun berbagai ruang penyimpanan tersedia di banyak titik. Cup holder ditempatkan di sisi kanan dan kiri dashboard, sementara bagian tengah menyediakan ruang terbuka yang cukup besar untuk menyimpan tas maupun barang bawaan.
Layar infotainment memang belum berukuran besar dan konektivitas depan masih menggunakan port USB Type-A. Namun penumpang belakang sudah memperoleh dua port USB Type-C yang lebih modern.
Kenyamanan juga menjadi nilai jual utama. Posisi duduk khas Honda memberikan visibilitas luas berkat kaca segitiga di pilar A. Baris kedua tetap menawarkan ruang kaki yang lega serta armrest tengah, headrest lengkap, ISOFIX, hingga konfigurasi Ultra Seat yang menjadi salah satu keunggulan Honda Jazz sejak lama.
Bagasi memang tidak terlalu besar, namun bibir bagasi yang rendah memudahkan proses memasukkan barang. Ruang penyimpanan tambahan di bawah lantai bagasi sedikit berkurang karena sebagian area ditempati komponen sistem hybrid.
Mesin Hybrid Jadi Nilai Tambah
Di balik kap mesin, Honda Jazz GR menggunakan teknologi hybrid e yang juga digunakan pada Honda HR-V Hybrid maupun Honda Freed Hybrid di beberapa negara.
Ruang mesin terlihat cukup padat karena selain mesin bensin juga terdapat motor listrik beserta komponen elektrifikasi lainnya. Teknologi e dikenal mampu memberikan efisiensi bahan bakar tinggi sekaligus performa yang responsif, sehingga menjadi salah satu daya tarik utama Jazz generasi terbaru.
Walaupun spesifikasi tenaga dan torsinya tidak dijelaskan secara rinci dalam ulasan tersebut, sistem hybrid Honda telah dikenal mengandalkan perpaduan mesin bensin dan motor listrik untuk menghasilkan akselerasi halus sekaligus konsumsi BBM yang lebih irit.
Mengapa Honda Memilih City Hatchback?
Pada akhir pembahasan, muncul pertanyaan yang paling banyak diajukan penggemar, yakni apakah keputusan Honda menjual City Hatchback dibanding Honda Jazz merupakan langkah yang tepat.
Melihat kondisi pasar Indonesia saat ini, penjualan hatchback memang terus menurun. Di sisi lain, permintaan terhadap mobil bergaya crossover justru semakin meningkat.
Meski Honda Jazz Crossstar memiliki tampilan menarik, harga jualnya diperkirakan akan jauh lebih tinggi dibandingkan rival-rival di kelas crossover kompak. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu alasan kuat mengapa Honda memilih menghadirkan City Hatchback sebagai penerus Jazz di Indonesia.
Meski demikian, banyak penggemar masih berharap Honda Jazz suatu hari nanti kembali dipasarkan di Tanah Air, terutama jika hadir dengan desain yang lebih sporty dan harga yang kompetitif. Hingga saat itu tiba, Honda Jazz GR Hybrid tetap menjadi mobil yang sukses membangkitkan nostalgia sekaligus rasa penasaran para pecinta hatchback.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari