TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Mobil listrik terlaris Mei 2026 di Indonesia kembali mengalami perubahan signifikan. Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), persaingan kendaraan listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle/BEV) semakin ketat dengan munculnya sejumlah model baru yang langsung menembus daftar 10 besar.
Dalam daftar mobil listrik terlaris Mei 2026, Jaecoo J5 EV berhasil mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar. Sementara itu, BYD Atto 1 yang sempat menjadi sorotan justru kembali gagal menembus peringkat 10 besar. Fenomena tersebut menunjukkan tingginya dinamika pasar kendaraan listrik nasional dalam beberapa bulan terakhir.
Selain pergantian posisi di papan atas, daftar mobil listrik terlaris Mei 2026 juga diwarnai kehadiran pendatang baru seperti MG S5 EV, Geely EX5, Wuling Xingguang Action, hingga Xpeng G6 yang mulai menunjukkan peningkatan penjualan.
Jaecoo J5 EV Masih Menjadi Raja Pasar
Berdasarkan data wholesales Gaikindo, Jaecoo J5 EV kembali menjadi mobil listrik dengan distribusi tertinggi pada Mei 2026. Model SUV kompak tersebut mencatat penjualan sebanyak 2.943 unit, meski mengalami penurunan sekitar 7,4 persen dibanding bulan sebelumnya.
Jaecoo J5 EV dipasarkan dengan kisaran harga Rp249 juta hingga Rp299 juta. Berbekal desain modern, fitur lengkap, serta harga yang kompetitif, mobil ini mampu mempertahankan dominasinya di tengah ketatnya persaingan segmen compact SUV listrik.
Posisi kedua ditempati Geely EX2 dengan angka wholesales mencapai 1.395 unit. Hatchback listrik tersebut naik dua peringkat dibanding bulan sebelumnya meski penjualannya sedikit turun sekitar 1,8 persen.
Wuling Action dan MG S5 EV Masuk Empat Besar
Posisi ketiga berhasil diraih Wuling Action dengan distribusi sebanyak 535 unit. Model medium SUV ini menjadi salah satu pendatang baru yang langsung mencuri perhatian setelah mencatat pertumbuhan penjualan sekitar 42 persen dibanding bulan sebelumnya.
Sementara itu, MG S5 EV berhasil mengamankan posisi keempat dengan 354 unit. Compact SUV listrik tersebut juga menjadi pendatang baru di daftar 10 besar dan menunjukkan peningkatan distribusi sekitar 18 persen.
Peringkat kelima ditempati Geely EX5 yang membukukan 292 unit. Mobil ini juga baru masuk ke daftar mobil listrik terlaris setelah sebelumnya belum berhasil menembus 20 besar.
Baca Juga: Review Alva One XP di Indonesia, Motor Listrik Premium Ini Disebut Nyaman untuk Mobilitas Harian
BYD Sealion 7 Turun Drastis, VinFast VF3 Naik
Di posisi keenam terdapat BYD Sealion 7 dengan wholesales sebanyak 258 unit. Meski masih bertahan di 10 besar, distribusi model ini mengalami penurunan cukup tajam hingga sekitar 84 persen dibanding bulan sebelumnya.
Posisi ketujuh ditempati VinFast VF3 dengan 250 unit. City car listrik asal Vietnam tersebut naik tiga peringkat meski angka distribusinya turun sekitar 34 persen dibanding April 2026.
Selanjutnya terdapat Chery J6 di posisi kedelapan dengan 237 unit, disusul Wuling Darion EV di posisi kesembilan sebanyak 234 unit, serta Xpeng G6 yang menutup daftar 10 besar dengan 232 unit.
Xpeng G6 menjadi salah satu model dengan pertumbuhan distribusi tertinggi pada Mei 2026 setelah mencatat kenaikan sekitar 439 persen dibanding bulan sebelumnya.
BYD Atto 1 dan BYD M6 Menghilang dari Daftar
Salah satu kejutan terbesar pada Mei 2026 adalah kembali absennya BYD Atto 1 dari daftar 10 mobil listrik terlaris. Setelah sebelumnya juga terlempar dari posisi 15 besar, model yang sempat menjadi primadona tersebut belum mampu kembali ke papan atas.
Sejumlah pelaku pasar menduga kondisi tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan stok unit, terutama untuk varian yang paling diminati konsumen. Namun hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai penyebab turunnya distribusi kendaraan tersebut.
Selain Atto 1, beberapa model lain juga harus keluar dari daftar 10 besar, yakni VinFast VF5, AION V, Denza D9, serta BYD M6 yang sebelumnya bahkan sempat menempati posisi kedua.
Data wholesales Gaikindo memperlihatkan bahwa persaingan pasar kendaraan listrik Indonesia semakin dinamis. Dominasi tidak lagi hanya dipegang satu merek, melainkan bergeser sesuai ketersediaan unit, strategi distribusi, serta tingginya minat konsumen terhadap berbagai model baru yang terus bermunculan.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari