Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Penjualan Motor Listrik Naik 400 Persen di PRJ 2026, Harga Pertamax Jadi Pemicu Warga Beralih

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:30 WIB
Penjualan motor listrik naik 400 persen di PRJ 2026. Kenaikan harga Pertamax membuat masyarakat beralih ke kendaraan listrik yang lebih hemat. (Youtube. com)
Penjualan motor listrik naik 400 persen di PRJ 2026. Kenaikan harga Pertamax membuat masyarakat beralih ke kendaraan listrik yang lebih hemat. (Youtube. com)

TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Penjualan motor listrik di Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2026 menunjukkan lonjakan signifikan. Salah satu produsen motor listrik asal Tiongkok, Yadea, mengungkapkan penjualan mereka meningkat hingga 400 persen dibandingkan periode yang sama pada PRJ 2025. Kenaikan harga BBM, khususnya Pertamax, disebut menjadi salah satu faktor utama yang mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik.

Fenomena meningkatnya minat terhadap motor listrik terlihat sejak pekan kedua penyelenggaraan Jakarta Fair Kemayoran 2026. Di Hall A2 PRJ, stan motor listrik dipadati pengunjung yang ingin mencari alternatif kendaraan dengan biaya operasional lebih hemat dibandingkan motor berbahan bakar bensin.

Lonjakan penjualan motor listrik ini sekaligus memperlihatkan perubahan pola konsumsi masyarakat. Selain mempertimbangkan efisiensi biaya, konsumen juga mulai memperhatikan aspek ramah lingkungan dan kemudahan penggunaan kendaraan listrik untuk mobilitas harian.

Baca Juga: Alasan Pilih Alva One XP Terungkap, Pengguna 2 Tahun Bongkar Perubahan Besar yang Bikin Motor Listrik Ini Makin Layak Dibeli

Penjualan Motor Listrik Melonjak Tajam di PRJ 2026

Manajer Marketing Yadea, Benny, mengatakan peningkatan penjualan pada ajang PRJ 2026 jauh melampaui pencapaian tahun sebelumnya. Menurutnya, hanya dalam dua pekan penyelenggaraan pameran, penjualan telah meningkat sekitar 400 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Ia menjelaskan, mayoritas calon pembeli datang dengan alasan yang hampir serupa, yakni ingin mengurangi pengeluaran akibat kenaikan harga BBM. Motor listrik dinilai menjadi solusi yang lebih ekonomis, terutama untuk aktivitas sehari-hari dengan jarak tempuh pendek hingga menengah.

Benny menambahkan, banyak konsumen memilih motor listrik sebagai kendaraan utama untuk mobilitas dalam kota. Dengan biaya operasional yang jauh lebih rendah, kendaraan listrik semakin menarik di tengah meningkatnya biaya transportasi berbasis BBM.

Baca Juga: Indomobil Tyranno X Bocor Sebelum Meluncur, Motor Listrik Adventure dengan Jarak Tempuh 160 Km dan Suspensi Tabung Siap Menggoda Pecinta Touring

Harga BBM Mahal Dorong Masyarakat Beralih

Sejumlah pengunjung PRJ mengaku sengaja datang ke pameran untuk mencari motor listrik. Mereka menilai penggunaan kendaraan listrik mampu menekan pengeluaran bulanan dibandingkan menggunakan motor konvensional.

Selain lebih hemat, motor listrik juga dianggap memiliki keuntungan dari sisi lingkungan karena tidak menghasilkan emisi gas buang saat digunakan. Faktor tersebut menjadi nilai tambah bagi masyarakat yang mulai peduli terhadap kualitas udara di kawasan perkotaan.

Salah seorang pengunjung mengaku kenaikan harga bensin sangat terasa dalam pengeluaran keluarga. Karena itu, ia mempertimbangkan membeli motor listrik sebagai kendaraan harian agar biaya transportasi dapat ditekan secara signifikan.

Baca Juga: Motor Listrik Polytron vs Indomobil vs Yadea 2026, Mana yang Paling Layak Dibeli? Simak Perbandingan Harga, Fitur, dan Keunggulannya

Pengunjung lainnya bahkan menyebut motor listrik akan digunakan oleh anggota keluarga untuk aktivitas rutin. Menurutnya, biaya operasional yang rendah menjadi alasan utama memilih kendaraan listrik dibandingkan mempertahankan penggunaan motor berbahan bakar bensin.

Biaya Operasional Jadi Daya Tarik Utama

Yadea juga menyoroti efisiensi biaya penggunaan motor listrik. Benny menjelaskan, dengan rata-rata penggunaan sekitar 50 kilometer per hari, biaya pengisian daya baterai hanya berkisar Rp100 ribuan selama satu bulan.

Angka tersebut dinilai jauh lebih hemat dibandingkan pengeluaran bahan bakar kendaraan konvensional, terutama setelah harga Pertamax mengalami penyesuaian. Efisiensi inilah yang menjadi salah satu pertimbangan utama masyarakat saat memilih kendaraan baru.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Motor Listrik Terbaik 2026 yang Worth It, Desain Modern dengan Spek Gahar Bikin Spesifikasi Honda EM1 e: Tergeser Jauh!

Selain biaya pengisian daya yang murah, Yadea mengklaim teknologi baterai motor listrik saat ini semakin berkembang. Baterai disebut memiliki daya tahan yang lebih baik sehingga mampu digunakan dalam jangka waktu panjang dengan perawatan yang relatif mudah.

Tren positif yang terjadi selama PRJ 2026 memperlihatkan bahwa pasar kendaraan listrik di Indonesia terus berkembang. Kenaikan harga BBM menjadi momentum yang mendorong masyarakat mulai mempertimbangkan kendaraan listrik sebagai solusi mobilitas yang lebih ekonomis.

Jika tren ini terus berlanjut, penjualan motor listrik diperkirakan masih memiliki peluang tumbuh pada paruh kedua 2026. Dukungan infrastruktur pengisian daya, inovasi teknologi baterai, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap efisiensi biaya diperkirakan akan semakin memperkuat adopsi kendaraan listrik di Indonesia.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
#PRJ 2026 #harga Pertamax #Yadea #kendaraan listrik #motor listrik