TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Memiliki mobil perkotaan (city car) yang hemat bahan bakar kini menjadi impian banyak orang untuk kebutuhan mobilitas harian. Salah satu kendaraan yang kerap dilirik di pasar mobil bekas adalah Suzuki Karimun Wagon R keluaran tahun 2014. Namun, agar tidak terlihat membosankan seperti kendaraan standar pabrikan lainnya, melakukan langkah modifikasi Suzuki Karimun Wagon R menjadi solusi paling efektif bagi para pemiliknya.
Melalui proyek modifikasi Suzuki Karimun Wagon R, seorang car enthusiast bernama Om Duto berhasil membuktikan bahwa mobil murah ramah lingkungan (LCGC) bisa disulap menjadi kendaraan harian yang tampil modis dan proper. Konsep modifikasi yang diterapkan mengusung tema minimalis ber-budget pelajar namun tetap mempertahankan fungsionalitas utama mobil keluarga. Hebatnya, seluruh komponen eksterior, penataan sektor kaki-kaki, hingga optimalisasi mesin dikerjakan secara cermat tanpa perlu merogoh kocek yang terlalu dalam.
Ubahan cerdas ini sangat pas untuk dijadikan referensi berharga bagi para pemula di dunia otomotif yang ingin memulai mendandani kendaraannya. Melalui sentuhan personal yang kreatif, esensi dari modifikasi Suzuki Karimun Wagon R ini berfokus pada efisiensi biaya. Penggunaan peranti secondhand berkualitas serta kustomisasi mekanikal yang tepat terbukti mampu mendongkrak penampilan mobil berdesain kotak ini menjadi pusat perhatian di jalan raya.
Baca Juga: Jangan Buru-Buru Beli LCGC! Ini 4 Pilihan MPV Bekas 100 Jutaan yang Bikin Mobil Baru Menangis
Sentuhan Wajah JDM Modern dan Sektor Atap ala Mobil Petualang
Melihat bagian eksterior depan, rombakan dimulai dengan memensiunkan gril orisinal bawaan tahun 2014 yang bermotif burung garuda. Komponen tersebut diganti menggunakan gril orisinal tipe 2016 ke atas yang memiliki logo "S" Suzuki berlapis stiker hitam pekat untuk memberikan kesan JDM (Japanese Domestic Market). Penerangan sektor bawah kini sangat mumpuni berkat rumah bumper bawaan yang dibolongin demi menampung lampu proyektor biled second seharga Rp450 ribu, dilengkapi pemanis kelopak mata alis (eyelid) senilai Rp300 ribu di lampu utama.
Bergeser ke bagian atap, aura mobil petualang kian kental berkat pemasangan palang penyangga (cross bar) dari Platinum seharga Rp500 ribu yang dipadukan dengan boks bagasi atas (roof box) merek Thule senilai Rp3 juta. Sementara pada bagian buritan, terpasang spoiler kustom bergaya minimalis, dudukan pelat nomor Suzuki JDM, dan knalpot standar yang sengaja disembunyikan di bawah bumper belakang layaknya konsep estetika bodi mobil listrik modern.
Formula Rahasia Kaki-Kaki Ceper dan Kustomisasi Panhard Adjustable
Daya tarik utama dari mobil berkelir biru langka ini terletak pada sektor kaki-kakinya yang tampil amblas mendekati fender. Velg yang digunakan merupakan velg kaleng orisinal milik Renault Triber berdiameter 15 inci dengan lebar 5 inci serta ET 35, yang dibalut ban berukuran 175/60 untuk menciptakan profil ban yang tampak mengotak sempurna. Rahasia racikan suspensi depannya menggunakan sokbreker standar dengan per yang dipotong hingga menyisakan jarak satu jari dari fender.
Untuk suspensi bagian belakang, Om Duto mengombinasikan per kustom dari VW Golf yang dipotong dan dipadukan dengan sokbreker pendek milik Daihatsu High Jet. Solusi cerdas untuk mengatasi kendala ban belakang yang kerap mentok (gasruk) ke dinding fender bodi diatasi dengan mengkustom batang penstabil (panhard rod) belakang menjadi model yang bisa disetel (panhard adjustable) di bengkel Cakra Jaya seharga Rp1,2 juta. Hasilnya, pergerakan suspensi belakang menjadi jauh lebih empuk meskipun mobil diisi muatan penuh oleh empat orang dewasa.
Masuk ke area interior dan mesin, perubahan dilakukan secara efisien dengan menambah kamera dasbor (dashcam), voltmeter, serta kaca spion tengah antisilau seharga Rp40 ribu. Sektor dapur pacu 3-silinder 1.000 cc miliknya dioptimalkan melalui penggantian injektor 12 lubang agar pasokan bahan bakar lebih deras saat diajak berakselerasi, penggunaan busi iridium, penstabil tegangan (voltage stabilizer), serta filter udara performa tinggi dari Apex. Secara keseluruhan, total biaya modifikasi yang dihabiskan untuk mendandani mobil yang dibeli seharga Rp57 juta ini hanyalah berkisar di angka Rp10 jutaan saja.